Home Nabire 20 September 2021 RSUD Terancam Lumpuh

20 September 2021 RSUD Terancam Lumpuh

Suroso  Selasa, 14 September 2021 2:2
20 September 2021 RSUD Terancam Lumpuh

NABIRE – Senin, 20 September 2021, Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire terancam lumpuh, tidak ada kegiatan pelayanan di rumah sakit. Tenaga Kesehatan (dokter spesialis, dokter umum, perawat/bidan) dan tenaga penunjang kesehatan lainnya akan mogok kerja di RSUD, 20 September mendatang. Karena, pemerintah daerah bersama Tim Satgas Covid-19 belum membayar insentif untuk pelayanan kesehatan selama Pandemi Corona dan PPK. Sedikitnya, selama 11 bulan tenaga kesehatan (Nakes) dan tenaga penunjang pelayanan di RSUD Nabire tidak menerima insentif.

Perjuangan dan permintaan untuk insentif bagi tenaga kesehatan dan tenaga penunjang kesehatan di RSUD sudah ditempuh melalui jalur-jalur yang layak diperjuangkan. Mereka mendatangi dan mengadu tentang hak insentif bagi Nakes dan tenaga penunjang ke DPRD Kabupaten Nabire namun belum dijawab pemerintah daerah. Ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) pun sama. Teguran dari Kementerian Dalam negeri (Kemendagri) juga belum ditanggapi serius. Puncaknya, tenaga kesehatan dan tenaga penunjang pelayanan kesehatan di Rumah Sakit rujukan pasien Covid-19 di wilayah Papua ini berencana akan mogok sejak 20 September mendatang.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur BLU RSUD Nabire, Steven Mareku di ruang kerjanya, Senin (13/9) mengungkap, surat pernyataan rencana mogok kerja oleh Nakes dan tenaga penunjang pelayanan kesehatan sejak 20 September mendatang sudah disampaikan secara tertulis kepada jajaran direksi BLU RSUD Nabire.

Mareku menjelaskan, Nakes dan tenaga pendukung berencana akan mogok kerja karena sejak Oktober 2020 hingga Desember 2020 dan Januari 2021 hingga Agustus 2021, belum menerima hak insentif. Padahal, ketika Pandemi dan semua orang di rumah saja, Nakes dan tenaga penunjang pelayanan kesehatan di RSUD bekerja 24 jam dengan 3 shift.

Sekretaris BLU RSUD Nabire ini menambahkan, selama Pandemi tahun lalu dan PPKM selama 2021, tenaga kesehatan dan tenaga pendukung pelayanan kesehatan di RSUD bekerja dengan mempertaruhkan nyawa, mereka melayani dengan hati. Tetapi, pemerintah bersama Tim Satgas Covid-19, tidak membayar insentif tenaga kesehatan dan tenaga pendukung sejak Oktober 2020 hingga September 2021. 

Mantan Kepala Puskesmas Kimi ini mengatakan, apabila rencana Nakes dan tenaga penunjang pelayanan kesehatan ini mogok, korban dari aksi tersebut adalah masyarakat kecil di daerah ini. Karena, selama itu pula masyarakat kita menerima pelayanan kesehatan di rumah sakit, sementara masyarakat kecil membutuhkan pelayanan kesehatan melalui rumah sakit.

Akibat kelalain pemerintah dengan tidak membayar insentif Nakes dan tenaga penunjang pelayanan kesehatan di RSUD Nabire, dampaknya akan dialami oleh seluruh masyarakat di daerah ini, termasuk keluarga pejabat.

Menanggapi belum tuntasnya pembayaran insentif bagi Nakes dan tenaga penunjang pelayanan kesehatan di daerah ini, Wakil Ketua Komisi B, Musa Malisa yang dihubungi secara terpisah di ruang kerjanya mengatakan Komisi B DPRD Kabupaten Nabire akan memanggil Dinas Kesehatan bersama instansi terkait pada Rabu (15/9) besok.

Menyinggung insentif bagi tenaga kesehatan dan tenaga penunjang pelayanan kesehatan, Musa Malisa mengatakan, tidak hanya Nakes dan tenaga penunjang pelayanan di RSUD saja.  Tetapi juga termasuk tenaga kesehatan dan tenaga penunjang pelayanan kesehatan di Puskesmas yang terlibat di dalam penanganan Covid-19 di daerah ini. (ans)

Suroso  Minggu, 11 Juli 2021 23:23
Jangan Putus Mata Rantai Pendidikan di Dogiyai! Oleh Felix Degei, S. Pd., M. Ed*
Pendahuluan  Ada banyak indikator yang dapat dilihat dalam evaluasi kemajuan pembangunan suatu daerah. Pembangunan (development) mesti
Suroso  Minggu, 19 September 2021 22:52
Makna Dogiyai Bahagia Bagi Guru
*) Oleh Agustinus KegiyePada Jumat 3 September 2021, saya bersama 24 Guru sempat berdialog tentang Dogiyai Bahagia. Diskusi kami tentang mak
Agenda Nabire
Pencanangan Distrik Sadar Demokrasi
 Minggu, 30 Mei 2021 10:39
Bawaslu Kabupaten Nabire akan menggelar acara "Pencanangan Distrik Sadar Demokrasi" yang akan dilaksanakan pada : Hari/tanggal : Senin, 31 Mei 2021 Waktu : 15.00 WIT Tempat : Aula Kantor Distrik Wanggar
HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Intan Jaya Masuk Level 2 Penerapan PPKM
Suroso  Rabu, 11 Agustus 2021 22:17
Menangi PSU, Ini Pesan Mesak Magai
Suroso  Senin, 2 Agustus 2021 15:10
Jika Tak Ada Gugatan, KPU Tetapkan Paslon Terpilih
Suroso  Selasa, 3 Agustus 2021 21:31
YUDA 18.184, MESSI 25.259, FANSBRO 16.135
Suroso  Senin, 2 Agustus 2021 15:8
Hari Ini Nabire Tetapkan Level PPKM
Suroso  Rabu, 4 Agustus 2021 20:17

Info Loker

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan