Home Nabire Relawan LE for Papua Kordwil Adat Meepago Gelar Aksi

Relawan LE for Papua Kordwil Adat Meepago Gelar Aksi

Suroso  Selasa, 19 September 2017 8:13
Relawan LE for Papua Kordwil Adat Meepago Gelar Aksi
NABIRE – Selasa (19/9) hari ini, relawan Lukas Enembe (LE) for Papua Kordwil Adat Meepago, akan menggelar aksi di Kantor DPRD Kabupaten Nabire dimulai pukul 08.00 WIT. Aksi akan melibatkan perwakilan dari tiap-tiap kabupaten yang berada di wilayah tengah Papua. Hal ini seperti dikatakan Ketua Kordwil Adat Meepago, Otniel O. Pakage, ST saat bertandang ke redaksi, Senin (18/9), didampingi masing-masing ketua relawan LE for Papua Kabupaten Nabire, Maxzi Adi, SH, ketua relawan LE for Papua Kabupaten Deiyai, Denny Mote, ketua relawan LE for Papua Kabupaten Paniai, Alosius Yeimo, SH, ketua relawan LE for Papua Kabupaten Dogiyai, Longinus Magai, ketua relawan LE for Papua Kabupaten Intan Jaya, Navi Kogoya. “Kami menghimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk terlibat dalam aksi itu. Titik kumpul massa, di pertigaan Samabusa, perempatan jalan Kimi, Pasar SP 1, depan RRI Wadio, Oyehe, depan Jepara Kali Harapan, perempatan Wonorejo, jembatan Menou, perempatan Wonorejo Jayanti,” tutur Otniel O. Pakage, ST.Lebih lanjut dikatakan Otniel O. Pakage, ST, pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Direktorat Tipikor Bareskrim Mabes Polri terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe, tanpa ada bukti yang kuat dalam potensi kerugian APBD Provinsi Papua tahun anggaran 2016-2017. Tipikor Bareskrim Polri, kata dia, masih melakukan proses audit APBD Provinsi Papua 2014-2017 dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Papua dalam rangka mengkriminalisasi Gubernur Papua, kemudian diduga mengalami kerugian pada APBD Provinsi Papua 2016. Namun berdasarkan hasil audit BPK RI Wilayah Papua, pengelolaan anggaran APBD Provinsi Papua memperoleh nilai Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).“Oleh karena itu kami relawan LE for Papua menuntut hentikan kriminalisasi terhadap Gubernur Papua, dan pembunuhan karakter terhadap pemimpin Papua masa kini dan masa depan,” ujarnya.Ditegaskan oleh para ketua relawan dari perwakilan 5 kabupaten ini, pihaknya meminta untuk menghentikan kriminalisasi yang ditujukan terhadap Gubernur Papua. Pihaknya juga meminta agar dihentikan proses hukum yang dituduhkan kepada Gubernur Papua. Kata mereka, masyarakat Papua siap menduduki kantor Gubernur Papua selama Gubernur Papua belum ada di Tanah Papua.“Seluruh rakyat Papua mendesak hentikan semua proses hukum yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia. Jika seluruh tuntutan itu tidak disikapi oleh Kepolisian Republik Indonesia maka masyarakat Papua siap memboikot Pilkada Serentak 2018, Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019,” ujar mereka.Ditambahkan Otniel O. Pakage, ST, aksi yang digelar akan melibatkan perwakilan dan tidak terlalu melibatkan banyak massa. Dengan pertimbangan situasi di Kabupaten Nabire pasca putusan MK terkait Pilkada Intan Jaya yang imbasnya sampai di daerah ini.“Aksi besok kita akan sampaikan aspirasi kepada wakil rakyat, yang menurut rencana akan diterima oleh Fraksi Demokrat DPRD Nabire,” ujarnya.Ditambahkan ketua relawan LE for Papua Kabupaten Deiyai, Denny Mote, apa yang mendasari pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe. Jika yang dipersoalkan adalah dana pendidikan tahun 2016, namun sesuai hasil audit BPK tidak ada masalah dan Provinsi Papua mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). “Jika sudah berstatus WTP berarti sudah tidak ada temuan. Tapi kenapa Lukas Enembe masih juga diperiksa ?” kata dia. Hal lain yang juga dipertanyakan dirinya, penyidikan Mabes Polri kenapa langsung dialamatkan kepada Lukas Enembe tanpa proses kepala SKPD yang membidangi beasiswa yang dipersoalkan. Dan juga, lanjut dia, kenapa pemeriksaan baru dilakukan belakangan ini disaat kita memasuki tahun politik menjelang Pilkada Gubernur Papua. “Hal ini membuat kami menduga ada kepentingan tertentu oleh oknum tertentu untuk menjegal Lukas Enembe pada Pilkada Gubernur Papua dan hal ini juga berimbas akan membuat gejolak di Papua,” ujarnya. (ros)
Suroso  Kamis, 15 Februari 2018 4:6
Menuju Pilkada Papua Berintegritas
Oleh : Nenu Tabuni, S.Sos (Catatan Lepas Untuk Pansus Pilgub DPRP Provinsi Papua, Penyelenggaraan Pemilu, Tim Sukses dan Masyarakat Pemilih)
Suroso  Minggu, 5 Nopember 2017 9:32
Pemuda Sebagai Tulang Punggung Pembangunan
oleh:Willy Andhika, SST                Momentum Hari Sumpah Pemuda sud
Agenda Nabire
Kejuaraan Bulutangkis Super Serius II Tahun 2018
 Rabu, 31 Januari 2018 0:7

Kejuaraan Bulutangkis Super Serius II Tahun 2018 dijadwalkan akan dilaksanakan pada :

Bulan : Maret

Tahun : 2018

Tempat : GOR Kotalama - Nabire

HAHAEEE...
Polisi Interogasi Pelaku Tabrakan Maut
 Rabu, 31 Januari 2018 0:13

Polisi Interogasi Pelaku Tabrakan Maut  

Polisi : Bagaimana kejadiannya,kenapa sampe ko bisa tabrak 30 orang dalam suatu kecelakaan Mobil..??  

Obet : Waktu sa bawa Mobil ni de pu kecepatan 95 km/jam. Waktu sa di pertigaan sa baru sadar kalo Mobil ni de pu rem tuh lagi Rusak. Sa mo belok ke kiri ada Pace dua orang, sedangkan dikanan dong ada bikin pesta ulang tahun... Kalo Bapak Polisi kira2 ko pilih yang mana..??  

Polisi : Mendingan ke kiri toh.. de pu korban hanya sedikit...!!  

Obet : iya Pak, sa juga pikir begitu Pak..!!  

Polisi : Tapi kenapa orang yang sedang Rayakan Pesta ulang tahun dong kena Tabrakan juga...??  

Obet : Ceritanya Begini..Sa sebenarnya tadi pilih tabrak pace dua yang ada di sebelah kiri saja.. Eh..ternyata yang sa tabrak cuma satu saja, pace yang satu nya lagi de lari ke pesta ultah yang ada disebelah kanan, makanya sa belok kejar de kesana…..

Populer