Home Nabire Relawan LE for Papua Kordwil Adat Meepago Gelar Aksi

Relawan LE for Papua Kordwil Adat Meepago Gelar Aksi

Suroso  9/19/2017 8:13:48 AM
Relawan LE for Papua Kordwil Adat Meepago Gelar Aksi
NABIRE – Selasa (19/9) hari ini, relawan Lukas Enembe (LE) for Papua Kordwil Adat Meepago, akan menggelar aksi di Kantor DPRD Kabupaten Nabire dimulai pukul 08.00 WIT. Aksi akan melibatkan perwakilan dari tiap-tiap kabupaten yang berada di wilayah tengah Papua. Hal ini seperti dikatakan Ketua Kordwil Adat Meepago, Otniel O. Pakage, ST saat bertandang ke redaksi, Senin (18/9), didampingi masing-masing ketua relawan LE for Papua Kabupaten Nabire, Maxzi Adi, SH, ketua relawan LE for Papua Kabupaten Deiyai, Denny Mote, ketua relawan LE for Papua Kabupaten Paniai, Alosius Yeimo, SH, ketua relawan LE for Papua Kabupaten Dogiyai, Longinus Magai, ketua relawan LE for Papua Kabupaten Intan Jaya, Navi Kogoya. “Kami menghimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk terlibat dalam aksi itu. Titik kumpul massa, di pertigaan Samabusa, perempatan jalan Kimi, Pasar SP 1, depan RRI Wadio, Oyehe, depan Jepara Kali Harapan, perempatan Wonorejo, jembatan Menou, perempatan Wonorejo Jayanti,” tutur Otniel O. Pakage, ST.Lebih lanjut dikatakan Otniel O. Pakage, ST, pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Direktorat Tipikor Bareskrim Mabes Polri terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe, tanpa ada bukti yang kuat dalam potensi kerugian APBD Provinsi Papua tahun anggaran 2016-2017. Tipikor Bareskrim Polri, kata dia, masih melakukan proses audit APBD Provinsi Papua 2014-2017 dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Papua dalam rangka mengkriminalisasi Gubernur Papua, kemudian diduga mengalami kerugian pada APBD Provinsi Papua 2016. Namun berdasarkan hasil audit BPK RI Wilayah Papua, pengelolaan anggaran APBD Provinsi Papua memperoleh nilai Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).“Oleh karena itu kami relawan LE for Papua menuntut hentikan kriminalisasi terhadap Gubernur Papua, dan pembunuhan karakter terhadap pemimpin Papua masa kini dan masa depan,” ujarnya.Ditegaskan oleh para ketua relawan dari perwakilan 5 kabupaten ini, pihaknya meminta untuk menghentikan kriminalisasi yang ditujukan terhadap Gubernur Papua. Pihaknya juga meminta agar dihentikan proses hukum yang dituduhkan kepada Gubernur Papua. Kata mereka, masyarakat Papua siap menduduki kantor Gubernur Papua selama Gubernur Papua belum ada di Tanah Papua.“Seluruh rakyat Papua mendesak hentikan semua proses hukum yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia. Jika seluruh tuntutan itu tidak disikapi oleh Kepolisian Republik Indonesia maka masyarakat Papua siap memboikot Pilkada Serentak 2018, Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019,” ujar mereka.Ditambahkan Otniel O. Pakage, ST, aksi yang digelar akan melibatkan perwakilan dan tidak terlalu melibatkan banyak massa. Dengan pertimbangan situasi di Kabupaten Nabire pasca putusan MK terkait Pilkada Intan Jaya yang imbasnya sampai di daerah ini.“Aksi besok kita akan sampaikan aspirasi kepada wakil rakyat, yang menurut rencana akan diterima oleh Fraksi Demokrat DPRD Nabire,” ujarnya.Ditambahkan ketua relawan LE for Papua Kabupaten Deiyai, Denny Mote, apa yang mendasari pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe. Jika yang dipersoalkan adalah dana pendidikan tahun 2016, namun sesuai hasil audit BPK tidak ada masalah dan Provinsi Papua mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). “Jika sudah berstatus WTP berarti sudah tidak ada temuan. Tapi kenapa Lukas Enembe masih juga diperiksa ?” kata dia. Hal lain yang juga dipertanyakan dirinya, penyidikan Mabes Polri kenapa langsung dialamatkan kepada Lukas Enembe tanpa proses kepala SKPD yang membidangi beasiswa yang dipersoalkan. Dan juga, lanjut dia, kenapa pemeriksaan baru dilakukan belakangan ini disaat kita memasuki tahun politik menjelang Pilkada Gubernur Papua. “Hal ini membuat kami menduga ada kepentingan tertentu oleh oknum tertentu untuk menjegal Lukas Enembe pada Pilkada Gubernur Papua dan hal ini juga berimbas akan membuat gejolak di Papua,” ujarnya. (ros)
Suroso  11/10/2017 8:06:12 AM
Merubah Pola Hidup Papua dengan Sistim Unggulan/Percontohan
Oleh: Drs Anthon Agapa GUNA terjadinya suatu perubahan pola hidup Papua di era modern, kini dalam pelaksanaan pembangunannya mesti digalakk
Suroso  11/5/2017 9:32:24 AM
Pemuda Sebagai Tulang Punggung Pembangunan
oleh:Willy Andhika, SST                Momentum Hari Sumpah Pemuda sud
Agenda Nabire
Kirim Agenda ke Redaksi
 11/12/2017 8:13:32 AM
Kepada kantor pemerintah/swasta yang akan melaksanakan agenda/kegiatan, silahkan kirim datanya ke redaksi www.papuaposnabire.com untuk dimuat di halaman website. 
HAHAEEE...
Panggilan Sayang Tete ke Nene
 11/12/2017 8:22:53 AM
Satu kali cucu tanya ke tete: "Tete ni tiap kali panggil nene selalu deng panggilan darling, sayang, honey. Darling su makan? Sayang kopi mana? Honey mo ikut? Tete ni paleng romantis sampeee... de pu rahasia apa ka?" Tete: "Ssstttt mari sini tete bisik-bisik, ko jang bilang-bilang sama nene e?" Cucu: "Kenapa jadi Tete?" Tete: "Tete su lupa Nene pu nama..."