Home Artikel Pemuda Sebagai Tulang Punggung Pembangunan

Pemuda Sebagai Tulang Punggung Pembangunan

Suroso  11/5/2017 9:32:24 AM
Pemuda Sebagai Tulang Punggung Pembangunan

oleh:Willy Andhika, SST               

Momentum Hari Sumpah Pemuda sudah menjadi rutinitas tahunan kita bersama, namun lebih dari itu sudahkah kita mengaplikasikan kedalam sendi-sendi kehidupan kita sehari-hari? Presiden Republik Indonesia yang pertama, Bung Karno pernah menyampaikan: “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu Bahasa, satu bangsa dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir,” Pesan ini memiliki makna yang dalam yakni untuk mengajak pemuda-pemudi Indonesia agar terus menyalakan semangat sumpah pemuda.                 Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire mencatat pada tahun 2016 sebanyak 25,7 persen penduduk Nabire adalah pemuda (15-24 tahun) dari total penduduk usia produktif (15-64 tahun). Jika dikaitkan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Nabire tahun 2016 posisi Kabupaten Nabire hanya berada pada 66,64 poin yakni urutan ke-6 dibawah Kota Jayapura, Mimika, Biak, Kabupaten Jayapura dan Merauke.                 Apakah bisa dikatakan pemuda di Nabire belum memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan? Jika kembali melihat data BPS, persentase pemuda (usia 15-24 tahun) yang aktif bekerja hanya sebesar 18,1 persen dari total penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun), hal ini dikarenakan sebagian besar usia 15 hingga 24 tahun merupakan usia sekolah dan belum aktif memasuki dunia kerja. Pemuda yang bekerja ini sebagian besar aktif bekerja pada sektor Jasa (53,1%) dan sektor pertanian (34,4%). Kedudukan dalam pekerjaannya pun sebagian besar adalah karyawan/buruh kerja (46%). Oleh karen itu bisa dikatakan peran pemuda di Nabire belum berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.                 Arah pemberdayaan pemuda untuk berkontribusi pada pembangunan ialah bukan hanya memberikan ruang/lapangan kerja semata, namun harus menitik beratkan pada pembangunan karakter. Peran pemerintah kabupaten, lembaga/ormas terkait sangat penting untuk bekerja sama menyuburkan kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif untuk menggali potensi pemuda. Sesuai misi Bupati Nabire periode 2016-2022 yakni meningkatkan kapasitas dan kapabilitas aparatur dan kelembagaan yang bersih serta mendorong kinerja ekonomi berbasis kerakyatan, maka peran pemuda menjadi sentral sebagai inspirasi, sebagai penggerak dan evaluator pembangunan yang sedang berjalan.                 Kemajuan teknologi tidak dapat dibendung, Persentase penduduk Nabire yang mengakses internet pada tahun 2016 adalah sebesar 15,23 persen dari total penduduk Nabire dan 81 persennya aktif dalam bermedia sosial (Statistik Kesejahretaan Rakyat Nabire, 2016). Contoh nyata lain saja saat ini pemerintah memrogramkan sistem administrasi desa/kampung berbasis aplikasi. Tentunya sumber daya yang diperlukan haruslah yang mengerti tentang teknologi, lincah dan mampu berkomunikasi dengan masyarakat. Inilah tugas dan tanggung jawab yang dapat diambil oleh pemuda sebagai bukti nyata dalam membantu proses pembangunan yang adil dan transparan. Potensi pariwisata di Nabire pun tidak kalah dengan wilayah-wilayah pesisir di Papua. Saat ini dengan kemajuan teknologi, informasi atau iklan yang kita buat ditempat kita berada, dapat diakses oleh semua orang dibelahan dunia manapun. Potensi pariwista ini jika dikelola dan dikemas dengan baik maka dapat berkontribusi untuk pendapatan asli daerah.                 Pemuda adalah aset penting pembangunan, pemuda sedini mungkin mudah untuk dibentuk, tinggal memilih dibentuk untuk hal-hal yang positif atau sebaliknya. Berbagai program dan sasaran lembaga-lembaga terkait sasarannya adalah memberdayakan masyarakat, memunculkan kearifan lokal dan salah satunya adalah membentuk perkumpulan pemuda sebagai motor masyarakat dalam memunculkan, menggerakkan dan mengakomodir aspirasi masyarakat. Sistem karang taruna, pemuda masjid, pemuda gereja dan lain sebagainya adalah sistem yang perlu dijaga dan diperhatikan eksistensinya. Perlu merangkul pihak-pihak terkait dan tentunya orang tua untuk mendorong para pemuda-pemudi Nabire untuk aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat positif mulai dari lingkungan sekitarnya. Harapannya adalah dengan selalu mengawal para pemuda dengan segala kegiatannya, dapat menutup lubang terjadinya tawuran remaja, narkoba/aibon, kenakalan remaja dan kegiatan-kegiatan negatif lainnya sehingga dapat membuka lebar peluang masa depan pemuda yang lebih baik sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas. (Penulis adalah Seksi Statistik SosialBadan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire)

Suroso  11/10/2017 8:06:12 AM
Merubah Pola Hidup Papua dengan Sistim Unggulan/Percontohan
Oleh: Drs Anthon Agapa GUNA terjadinya suatu perubahan pola hidup Papua di era modern, kini dalam pelaksanaan pembangunannya mesti digalakk
Suroso  11/5/2017 9:32:24 AM
Pemuda Sebagai Tulang Punggung Pembangunan
oleh:Willy Andhika, SST                Momentum Hari Sumpah Pemuda sud
Agenda Nabire
Kirim Agenda ke Redaksi
 11/12/2017 8:13:32 AM
Kepada kantor pemerintah/swasta yang akan melaksanakan agenda/kegiatan, silahkan kirim datanya ke redaksi www.papuaposnabire.com untuk dimuat di halaman website. 
HAHAEEE...
Panggilan Sayang Tete ke Nene
 11/12/2017 8:22:53 AM
Satu kali cucu tanya ke tete: "Tete ni tiap kali panggil nene selalu deng panggilan darling, sayang, honey. Darling su makan? Sayang kopi mana? Honey mo ikut? Tete ni paleng romantis sampeee... de pu rahasia apa ka?" Tete: "Ssstttt mari sini tete bisik-bisik, ko jang bilang-bilang sama nene e?" Cucu: "Kenapa jadi Tete?" Tete: "Tete su lupa Nene pu nama..."