Home Papua Tengah Kandang Ternak Babi Organik Berkasiat, Ketimbang Berlantai Semen

Kandang Ternak Babi Organik Berkasiat, Ketimbang Berlantai Semen

Suroso  Minggu, 12 Nopember 2017 7:12
Kandang Ternak Babi Organik Berkasiat, Ketimbang Berlantai Semen
MOANEMANI - Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Dogiyai kembali merapatkan soal kandang ternak Babi organik, dimana pola kandang ternak Babi organik ini mempunyai kasiat yang lebih ampuh dari pada kadang Babi berlantai semen. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Damiana Tekege, SH,M.Hum, saat ditemui media, Sabtu (11/11) kemarin, mengatakan cara memilihara babi dengan cara liar (bebas), kadang berlantai semen, sudah tidak relevan lagi. Karena pasalnya memelihara babi secara liar maka akan mengakibatkan babi kurang sehat dan saat berkeliaran akan merusak tanaman, halaman rumah, pagar rumah dan merusak yang lainnya. Dengan hal seperti itu, berpengaruh terhadap menurunkan semangat masyarakat lokal untuk bertani dan meresahkan masyarakat. Banyak lahan dan kebun yang sudah mulai ditinggalkan oleh petani dan halaman pun rusak dikarenakan babi liar. “Kondisi seperti ini, tidak bisa dibiarkan terus berlarut-larut dan ini tugas pemerintah untuk segera cari solusi untuk memberikan semangat bertani. Jangan karna faktor babi maka semua petani jadi malas berkebun,” katanya. Lanjut Damiana, dalam rapat bersama stakeholder proyek pembaharuan tentang bahan baru secara internasional budidaya ternak babi dalam pola kandang organik. Sekaligus, dengan agenda rapat sosialisasi keputusan Bupati Dogiyai tentang kelompok peternak babi dalam kandang organik binaan Moanemani, Kabupaten Dogiyai tahun 2017, di ruang Sekda Kabupaten Dogiyai Jumat kemarin. Seusai rapat pada waktu itu, tanggal 2 November 2017, Asisten II Sekda Kabupaten Dogiyai Thobias Bunapa telah melanjutkan penyusunan kandang babi organic milik pemerintah di Muniyopa Ikebo sebagai kandang babi percontohan yang bisa dicontoh oleh masyarakat selain di kampung tersebut. Pola kandang babi organik ini teknologinya sederhana dan alamia, begitu juga tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya. Sedangkan kandang babi organik tidak bau, tidak banyak butuh air dan rama lingkungan. Sebagai kandang babi model kadang organik ini, supaya digunakan oleh semua masyarakat Dogiyai. Supaya tidak menganggu mulai dari, rumah tetangga (halaman), dan tidak akan menimbulkan bau busuk seperti kandang babi berlantai papan atau semen sekalipun setiap saat akan bersihkan. Damiana menjelasnya, sudah lama memilihara ternak babi, sebelumnya ia memakai pola seperti tapi hasilnya ternak babi tersebut tidak sehat, dan merubah pola cara tersebut menjadi kadang babi organik dan hasilnya, ternak babi tersebut sangat sehat bahkan sangat luar biasa. “Dengan adanya kandang babi organik di beberapa lokasi di distrik-distrik Dogiyai masyarakat dapat mengandangkan ternaknya dan dapat memeilihara dengan baik, dijamin dengan hasilnya sangat memuaskan sekali,” katanya. Imbuhnya, pola kandang seperti yang kami sampaikan itu, sangat luar biasa, mulai dari ternak babinya sehat, baunya tidak mengangu tentangga, tidak terlalu butuhkan air banyak. “Nah kandang seperti organik kini ada di Kampung Kimupugi Moenemani dan sekarang masyarakat sudah mulai membuat kandang babi organik. Diharapkan agar kedepan masyarakat tidak memilihara ternak babi secara liar atau membiarkan begitu saja, karena tidak menghasilkan bagi ternak yang sehat dan merugikan orang lain, sayang ternak maka semua masyarkat Dogiyai segera membuat kandang babi organik, hasil dan kesehatan ternak terjamin,” tuturnya.(ris)
Suroso  Selasa, 1 Mei 2018 9:42
MEMBENTUK GENERASI BANGSA YANG BERCORAK PAPUA
Oleh Ernest Pugiye Anak-anak asli Papua (selanjutnya akan disebut anak-anak Papua) sebagai generasi penerus bangsa masih nampak kehilanga
Suroso  Selasa, 1 Mei 2018 9:43
Menyambut MTQ XXVII Propinsi Papua di Nabire Refleksi Al Qur’an sebagai Spirit Kebersamaan dan Berkemajuan
oleh : Basirun Samlawi (Dosen STAI As Syafi’iyyah Nabire) Perhelatan besar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVII propinsi Papua tahun
Agenda Nabire
PENGUMUMAN
 Selasa, 24 April 2018 2:1

Pengumuman
Kepada Yth : Para Guru SMA/SMK se Kabupaten Nabire

Dengan ini diinformasikan bahwa pembayaran Gaji Guru SMA/SMK bulan April 2018 telah dibayarkan pada tanggal 3 April 2018, selanjutnya untuk pembayaran gaji bulan Januari, Februari dan Maret 2018 melalui mekanisme SP2D Gaji Susulan (Rapel) tiga (3) bulan saat ini sedang dalam proses penginputan nama-nama sejumlah 398 orang guru SMA/SMK oleh BPKAD Provinsi Papua (Subdit Belanja Gaji ASN) yang akan dibayarkan pada bulan ini juga.Hal tersebut sesuai hasil koordinasi dan konsultasi pihak Pemkab Nabire, kepada Kepala BPKAD Provinsi Papua.

Demikian informasi ini disampaikan terima kasih.

 

Kepala BPKAD Nabire

Slamet, SE.,M.Si

HAHAEEE...
Tra Bisa Reuni
 Selasa, 17 April 2018 4:40

Ada tete satu dia ada kasih nasehat dia pu cucu yang ada pamalas sekolah.

Tete : "Cucu... kamu itu harus sekolah tra boleh pamalas"

Cucu : "Memang kenapa tete kalo sa malas sekolah ?"

Tete : "Adooooohhh cucu ……. sekolah itu sangat penting !  Kalo ko tram au sekolah, besok kalau su besar kamu mau reuni deng siapa ?"

Info Loker