Home Papua Tengah Dinas Kebudayaan Tetapkan Gereja Tua Modio Situs Sejarah

Dinas Kebudayaan Tetapkan Gereja Tua Modio Situs Sejarah

Suroso  11/12/2017 7:30:29 AM
Dinas Kebudayaan Tetapkan Gereja Tua Modio Situs Sejarah
MODIO – Peneliti  Antropolog Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura, sebanyak 10 orang dari Dinas Kebudayaan Provinsi Papua Bidang Sejarah dan Purbakala pekan lalu datang di Kampung Modio, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai untuk mendata dan penelitian tempat bersejarah dan situs yang di Kabupaten Dogiyai. Rombongan diterima Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dogiyai. Selama dua hari di Dogiyai, dipimpin Tersisius Degei, S.Sos, hari pertama  melakukan pendataan Museum ‘Daupia’ pohon manik-manik Makewapa, Idakebo –Pugatadi 1 dan 2 Distrik Kamu Utara. Dan hari kedua ke Kampung Modio untuk melihat arca Auki Tekege dan rumahnya Auki di ‘Tibaepa’, batu yang dijadikan sebagai mimbar pertama Auki Tekege dan Pastor Stilemans mewartakan datangnya peradaban baru di wilayah Meepago dan Moupago, dan Tobousa sebagai tempat diadakannya misa pertama di wilayah Pegunungan Tengah bagian Barat, mengunjungi makam Auki Tekege dan 12 perhentian Jalan Salib di Lokoti. Setelah mengunjungi beberapa lokasi bersejarah di Modio, Antropolog dari Uncen, Dinas Kebudayaan Provinsi Papua Bidang Sejarah dan Purbakala didampingi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dogiyai diwakili Tersisius Degey didampingi mantan Kepala Distrik Mapia Tengah, Cesilius Kedeikoto dan Pewarta Modio, Markus Tekege di depan umat menyatakan  Gereja Tua Ambrosius yang berusia 50 tahun lebih dijadikan sebagai Situs Bersejarah. Penetapan gerrja tua Modio sebagai Situs bersejarah ini disaksikan Pastor Paroki, Biru Gira, Pr beberapa hari lalu. Sebelumnya, dua tahun lalu, Uskup Timika, Mqr John Pilip Saklil, Pr menetapkan wilayah Tihowatiha (Kampung Putapa dan Modio) sebagai tempat bersejarah dan tempat ziarah. Penetapan ini dilakukan setelah sebelumnya, Uskup Timika menetapkan Auki Tekege sebagai tokoh gereja. Antropolog dan Dinas Kebudayaan Papua dalam kesempatan itu, bersamaan dengan gereja tua, menetapkan rumah dan lokasi kediaman Auke Tekege – Tibaepa, batu hidup untuk batu yang pertama kali dipakai sebagai mimbar dan lokasi misa pertama, Tugoepa – Tobousa sebagai tempat bersejarah. Oleh karena itu, Dinas Kebudayaan Papua meminta kepada warga Modio dan sekitarnya untuk melindungi dan menjaga serta melestarikan situs bersejarah tersebut. Karena dari lokasi-lokasi inilah awal peradaban dan perubahan dimulai untuk wilayah Meuwo mouwo dide, wilayah Pegunungan Tengah Barat. Karena disinilah awal perkembangan gereja dan peradaban lainnya. Dinas Kebudayaan Papua juga meminta untuk menjaga, memelihara dan melestarikan Daupia dan Makewa di Distrik Kamu Utara. Atas nama pemerintah daerah, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Dogiyai diwakili Tersisius Degei menyampaikan terima kasih atas perhatian dan penetapan situs bersejarah di Kabupaten Dogiyai oleh Antropolog dan Dinas Kebudayaan Papua.(donatus degei)
Suroso  11/10/2017 8:06:12 AM
Merubah Pola Hidup Papua dengan Sistim Unggulan/Percontohan
Oleh: Drs Anthon Agapa GUNA terjadinya suatu perubahan pola hidup Papua di era modern, kini dalam pelaksanaan pembangunannya mesti digalakk
Suroso  11/5/2017 9:32:24 AM
Pemuda Sebagai Tulang Punggung Pembangunan
oleh:Willy Andhika, SST                Momentum Hari Sumpah Pemuda sud
Agenda Nabire
Kirim Agenda ke Redaksi
 11/12/2017 8:13:32 AM
Kepada kantor pemerintah/swasta yang akan melaksanakan agenda/kegiatan, silahkan kirim datanya ke redaksi www.papuaposnabire.com untuk dimuat di halaman website. 
HAHAEEE...
Panggilan Sayang Tete ke Nene
 11/12/2017 8:22:53 AM
Satu kali cucu tanya ke tete: "Tete ni tiap kali panggil nene selalu deng panggilan darling, sayang, honey. Darling su makan? Sayang kopi mana? Honey mo ikut? Tete ni paleng romantis sampeee... de pu rahasia apa ka?" Tete: "Ssstttt mari sini tete bisik-bisik, ko jang bilang-bilang sama nene e?" Cucu: "Kenapa jadi Tete?" Tete: "Tete su lupa Nene pu nama..."