Home Papua Komnas HAM: Perlu Ada Perundingan Untuk Masalah Freeport

Komnas HAM: Perlu Ada Perundingan Untuk Masalah Freeport

Suroso  Minggu, 12 Nopember 2017 21:30
Komnas HAM: Perlu Ada Perundingan Untuk Masalah Freeport
JAYAPURA - Peristiwa yang terjadi di Areal PT Freeport, Tembagapura, Kabupaten Mimika, akhir-akhir ini cukup menyita perhatian. Tak terkecuali Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perwakilan Papua, yang juga ikut prihatin dan menanggapi peristiwa tersebut. Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey mengatakan, peristiwa yang terjadi itu merupakan kasus yang baru dan semacam ada sebuah aktor baru yang melatarbelakanginya. "Karena itu kan tuntutannya sederhana meminta ada semacam pengakuan atas kedaulatan. Pemda sudah membentuk tim mediasi dan Komnas HAM pun sebenarnya juga sudah melakukan sebuah upaya negosiasi, tapi kemudian kami mengakui bahwa upaya kita belum maksimal," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (11/11). Menurut Frits, peristiwa tersebut ada di wilayah hukum pemerintah Republik Indonesia, tapi pemegang saham di wilayah perusahaan PT Freeport itu bukan pemerintah Indonesia semata, sehingga perlu ada sebuah pertemuan antara manajemen PT Freeport dengan pemerintah Indonesia. " manajemen Freeport itu dia mewakili beberapa perwakilan negara pemegang saham disana. Kemudian, masyarakat itu telah menjadi korban di wilayah tersebut, dan memang di wilayah tersebut ada aktifitas ekonomi yang cukup menjanjikan, jadi ini bisa dilihat bukan semata-mata hanya satu persoalan saja, tetapi memang ada banyak kepentingan disitu," tuturnya. Frits mengatakan, atas nama kemanusiaan, Komnas HAM meminta kepada para pihak yang berada disana untuk kemudian tidak membuat masyarakat lokal menjadi korban. Dan secepatnya bagi para pihak untuk segera berunding dan duduk satu meja untuk saling bicara. Oleh sebab itu, anggota keamanan yang diperbantukan disana itu harus bisa memahami kondisi masyarakat lokal. Saya pikir kasus Freeport ini telah menarik perhatian, seperti Menkopolhukam yang sudah berada disana, Kapolda dan Pangdam, yang juga sudah beberapa hari disana. Jadi sudah ada perhatian yang serius," imbuhnya. "Sekali lagi atas nama kemanusiaan, berbagai macam tindakan kekerasan yang terjadi disana, terutama kepada kaum perempuan, warga sipil yang terdiri dari anak-anak, guru dan petugas kesehatan, untuk kita minta mereka tidak dijadikan sasaran ataupun masyarakat lokal jangan dijadikan sebagai tameng," tambahnya. (Ridwan)
Suroso  Selasa, 1 Mei 2018 9:42
MEMBENTUK GENERASI BANGSA YANG BERCORAK PAPUA
Oleh Ernest Pugiye Anak-anak asli Papua (selanjutnya akan disebut anak-anak Papua) sebagai generasi penerus bangsa masih nampak kehilanga
Suroso  Selasa, 1 Mei 2018 9:43
Menyambut MTQ XXVII Propinsi Papua di Nabire Refleksi Al Qur’an sebagai Spirit Kebersamaan dan Berkemajuan
oleh : Basirun Samlawi (Dosen STAI As Syafi’iyyah Nabire) Perhelatan besar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVII propinsi Papua tahun
Agenda Nabire
PENGUMUMAN
 Selasa, 24 April 2018 2:1

Pengumuman
Kepada Yth : Para Guru SMA/SMK se Kabupaten Nabire

Dengan ini diinformasikan bahwa pembayaran Gaji Guru SMA/SMK bulan April 2018 telah dibayarkan pada tanggal 3 April 2018, selanjutnya untuk pembayaran gaji bulan Januari, Februari dan Maret 2018 melalui mekanisme SP2D Gaji Susulan (Rapel) tiga (3) bulan saat ini sedang dalam proses penginputan nama-nama sejumlah 398 orang guru SMA/SMK oleh BPKAD Provinsi Papua (Subdit Belanja Gaji ASN) yang akan dibayarkan pada bulan ini juga.Hal tersebut sesuai hasil koordinasi dan konsultasi pihak Pemkab Nabire, kepada Kepala BPKAD Provinsi Papua.

Demikian informasi ini disampaikan terima kasih.

 

Kepala BPKAD Nabire

Slamet, SE.,M.Si

HAHAEEE...
Tra Bisa Reuni
 Selasa, 17 April 2018 4:40

Ada tete satu dia ada kasih nasehat dia pu cucu yang ada pamalas sekolah.

Tete : "Cucu... kamu itu harus sekolah tra boleh pamalas"

Cucu : "Memang kenapa tete kalo sa malas sekolah ?"

Tete : "Adooooohhh cucu ……. sekolah itu sangat penting !  Kalo ko tram au sekolah, besok kalau su besar kamu mau reuni deng siapa ?"

Info Loker