Home Nabire Dua Kelompok Masyarakat Palang Kantor DPRD

Dua Kelompok Masyarakat Palang Kantor DPRD

Suroso  11/14/2017 8:57:57 AM
Dua Kelompok Masyarakat Palang Kantor DPRD
NABIRE – Dua kelompok masyarakat memalang kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire dan merusak pintu dari salah satu anggota DPRD, Selasa (14/11) pagi. Akibatnya, aktifitas kantor terhenti beberapa jam. Dua kelompok yang memalang dan merusak pintu anggota dewan masing-masing kubu Yogi yang menuntut eksekusi pengambilan sumpah Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan kubu yang satu dari keluarga Alm Otto Gobay, calon legislatif terpilih dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang meninggal sebelum pelantikan, menuntut untuk membayar kompensasi kepada keluarga almarhum oleh anggota PAW. Dua kelompok masyarakat yang mendatangi gedung dewan diterima Wakil Ketua II, Roy Wonda di lokasi penyampaian aspirasi. Kubu Yogi mendatangi gedung dewan untuk mendesak pimpinan dan anggota dewan agar mempercepat pengambilan sumpah janji anggota PAW dari PKPI menggantikan CH Tarukila yang sakit stroke selama dua tahun lebih. Kubu Yogi mengaku sudah mengantongi rekomendasi untuk pergantian anggota PAW untuk mengganti Tarukila. Sebelum memalang kantor dewan, sehari sebelumnya, Senin (13/11) mendatangi DPRD dan bertemu dengan Ketua DPRD Nabire, Marthen Douw. Kubu Yogi tidak menerima jawaban Ketua DPRD, sempat mengancam akan memalang dengan memperlihatkan sebuah kampak di halaman kantor dewan. Sedangkan kubu Otto Gobay ke gedung dewan untuk menuntut realisasi perjanjian pembayaran sejumlah uang kepada keluarga alm. Otto Gobay oleh GA, anggota legislatif dari Partai Nasdem yang mengisi kekosongan kursi Partai Nasdem di lembaga DPRD Kabupaten Nabire. Keluarga almarhum mendatangi kantor dewan karena selama ini GA yang sudah berjanji akan membayar sejumlah uang setelah dilantik sebagai anggota dewan menggantikan almarhum, tidak menepati janjinya. Akibat kemarahan atas ulah anggota dewan, GA, keluarga almarhum saat mendatangi kantor DPRD merusak pintu dari anggota yang bersangkutan. Palang sudah dibuka dan Sekretaris DPRD, Hansari bersama staf melakukan aktifitas kembali sejak siang seperti biasa. Demikian juga anggota dewan, menjalankan tugas di ruang kerja masing-masing. Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Nabire, Roy Wonda di ruang kerjanya, usai menerima dua kubu masyarakat yang memalang kantor dewan mengatakan soal urusan tuntutan perjanjian antara keluarga almarhum dengan GA, itu urusan internal antara GA dengan keluarga almarhum. Solusi apa yang mau dicapai, silahkan mereka atur secara internal antara kedua belah pihak. Sedangkan tuntutan kubu Yogi yang menghendaki dilaksanakannya pengambilan sumpah janji PAW dengan alasan sudah ada surat dari DPP PKPI untuk menggantikan CH tarukila, pimpinan dan anggota kembalikan masalah ini kepada Bupati Nabire sebagai pembina politik di daerah ini. Tetapi, hal itu harus didengar dulu alasan dari kedua pihak, antara kubu Yogi dengan Tarukila, karena beberapa waktu terakhir ini Tarukila mulai aktif di DPRD Kabupaten Nabire. Wonda menambahkan, apabila Bupati Nabire mengatakan untuk melakukan pelantikan, dewan siap menggelar Sidang Paripurna Istimewa untuk pengambilan sumpah janji PAW DPRD Kabupaten Nabire. Dewan sikapnya menunggu jawaban Bupati Nabire, dilantik dan tidaknya karena bupati juga pembina politik di daerah ini. (ans)
Suroso  11/10/2017 8:06:12 AM
Merubah Pola Hidup Papua dengan Sistim Unggulan/Percontohan
Oleh: Drs Anthon Agapa GUNA terjadinya suatu perubahan pola hidup Papua di era modern, kini dalam pelaksanaan pembangunannya mesti digalakk
Suroso  11/5/2017 9:32:24 AM
Pemuda Sebagai Tulang Punggung Pembangunan
oleh:Willy Andhika, SST                Momentum Hari Sumpah Pemuda sud
Agenda Nabire
Kirim Agenda ke Redaksi
 11/12/2017 8:13:32 AM
Kepada kantor pemerintah/swasta yang akan melaksanakan agenda/kegiatan, silahkan kirim datanya ke redaksi www.papuaposnabire.com untuk dimuat di halaman website. 
HAHAEEE...
Panggilan Sayang Tete ke Nene
 11/12/2017 8:22:53 AM
Satu kali cucu tanya ke tete: "Tete ni tiap kali panggil nene selalu deng panggilan darling, sayang, honey. Darling su makan? Sayang kopi mana? Honey mo ikut? Tete ni paleng romantis sampeee... de pu rahasia apa ka?" Tete: "Ssstttt mari sini tete bisik-bisik, ko jang bilang-bilang sama nene e?" Cucu: "Kenapa jadi Tete?" Tete: "Tete su lupa Nene pu nama..."