Home Opini Delapan Tahun Krisis Pemimpin di Dogiyai

Delapan Tahun Krisis Pemimpin di Dogiyai

Suroso  Minggu, 26 Nopember 2017 9:14
Delapan Tahun Krisis Pemimpin di Dogiyai
KARAKTER sosok Pamong murni seperti, Drs. Adauktus Takerubun, yang memimpin di sebuah kabupaten otonomi baru Lembah Hijau, sekarang Kabupaten Dogiyai kini tidak ditemukan. Sehingga dapat dikatakan delapan tahun Kabupaten Dogiyai krisis kepemimpinan. Meskipun kita ketahui, beliau (A. Takerubun) merupakan Bupati Caretaker ini sangat dipercaya warga akar rumput dalam kepemimpinannya. Dalam memimpin Kamu dan Mapia atau warga Kamapi khususnya dalam pemerintahan pada umumnya, penilaian warga (kaum tak bersuara) menilai beliau cocok memimpin pemerintahan sebagai seorang bapak dalam masyarakat luas.  Karena, warga masyarakat Kamapi sulit melepaskan A. Takerubun, ketika acara ucapan selamat kepada Keluarga Takerubun di Aula Tokeka Moge, tempo lalu di Moanemani Dogiyai itu. Mulus pemerintahan, tak ada persoalan masalah yang ditemukan ketika beliau memimpin Kabupaten Dogiyai. Terang Ketua Dewan Adat Wilayah Dogiyai Germanus Goo, usai perpisahan dengan beliau sekeluarga kala itu.  Karya sebagai bekas beliau pembentukan DPRD Dogiyai, .Infrastruktur dasar pembangunan pembentukan distrik, Takerubun lakukan. Lalu bagaimana warga bertanya jaman bupati definitif.  Selayang pandang Pemerintah Kabupaten Dogiyai, roda pemerintah dan masyarakat di kabupaten ini dinilai tak berjalan. Audensi dengan Kementerian RI lancar .Berbagai permohonan permintaan dana di pusat lancar, beberapa agenda prioritas berhasil diakomodir. Pembangunan kabupaten Dogiyai demi masyarakat itu, pernah dilakukan audensi dengan DPR – RI, pemerintah dan masyarakat di kabupaten Dogiyai. Kunjungan kerja Wakil Ketua II DPR – RI Ir.H Fahri Hamzah rombongan itu, APBN pembangunan untuk kabupaten baru ini ditambah, dengan jumlah dana yang besar. Bunyi dana yang begitu besar yang disahkan oleh dewan itu, warga masih berjualan berlantaikan tanah. Banyak aksi protes oleh mahasiswa dan warganya sendiri. Terkesan belum ada pemimpin yang ada ambisius jabatan, sang birokrat banyak cara metode yang digunakannya. Namun, pemimpin kosong satu (01) selalu saja tugas keluar. Lebih banyak dinas luar belum ada di tempat. Warnanya tak berubah sama saja. Komentar beberapa sumber dipercaya, pemerintahan di Dogiyai secara internal menjadi masalah besar antara pemerintah definitif dan Plt Bupati Dogiyai ini. Didalamnya pemimpin ketiga itu, 136 pejabat non aktif, jabatan mereka hilang begitu saja tanda ada rotasi jabatan. Tak ditanggapi baik sang birokrat terkait Surat Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN), Surat Gubernur Papua tentang Pembatalan Pelantikan. Tata cara pengangkatan PNS sebagai Plt tak terbuka bahkan dirahasiakan oknum birokrat. Surat Mendagri tentang tata cara dan aturan pengangkatan Kepala Dinas Dukcapil Dogiyai masih saja rahasia belum ada keterbukaan pula. Kehabisan dana Dogiyai, sempat HUT RI tahun ini hampir tak jadi dilaksanakan di kabupaten ini. Nampak, banyak pemimpin di Kabupaten Dogiyai, namun Dogiyai krisis kepemimpinan yang disukai rakyat Dogiyai. Sudah delapan tahun krisis pemimpin di daerah Meuwo ini, belum ada perubahan di Kabupaten Dogiyai.(don) 
Suroso  Selasa, 1 Mei 2018 9:42
MEMBENTUK GENERASI BANGSA YANG BERCORAK PAPUA
Oleh Ernest Pugiye Anak-anak asli Papua (selanjutnya akan disebut anak-anak Papua) sebagai generasi penerus bangsa masih nampak kehilanga
Suroso  Selasa, 1 Mei 2018 9:43
Menyambut MTQ XXVII Propinsi Papua di Nabire Refleksi Al Qur’an sebagai Spirit Kebersamaan dan Berkemajuan
oleh : Basirun Samlawi (Dosen STAI As Syafi’iyyah Nabire) Perhelatan besar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVII propinsi Papua tahun
Agenda Nabire
PENGUMUMAN
 Selasa, 24 April 2018 2:1

Pengumuman
Kepada Yth : Para Guru SMA/SMK se Kabupaten Nabire

Dengan ini diinformasikan bahwa pembayaran Gaji Guru SMA/SMK bulan April 2018 telah dibayarkan pada tanggal 3 April 2018, selanjutnya untuk pembayaran gaji bulan Januari, Februari dan Maret 2018 melalui mekanisme SP2D Gaji Susulan (Rapel) tiga (3) bulan saat ini sedang dalam proses penginputan nama-nama sejumlah 398 orang guru SMA/SMK oleh BPKAD Provinsi Papua (Subdit Belanja Gaji ASN) yang akan dibayarkan pada bulan ini juga.Hal tersebut sesuai hasil koordinasi dan konsultasi pihak Pemkab Nabire, kepada Kepala BPKAD Provinsi Papua.

Demikian informasi ini disampaikan terima kasih.

 

Kepala BPKAD Nabire

Slamet, SE.,M.Si

HAHAEEE...
Tra Bisa Reuni
 Selasa, 17 April 2018 4:40

Ada tete satu dia ada kasih nasehat dia pu cucu yang ada pamalas sekolah.

Tete : "Cucu... kamu itu harus sekolah tra boleh pamalas"

Cucu : "Memang kenapa tete kalo sa malas sekolah ?"

Tete : "Adooooohhh cucu ……. sekolah itu sangat penting !  Kalo ko tram au sekolah, besok kalau su besar kamu mau reuni deng siapa ?"

Info Loker