Home Papua Tengah Pemkab Intan Jaya Diminta Bayar Nyawa Sebelum Kegiatan Lain

Pemkab Intan Jaya Diminta Bayar Nyawa Sebelum Kegiatan Lain

Suroso  1/7/2018 10:11:36 PM
Pemkab Intan Jaya Diminta Bayar Nyawa Sebelum Kegiatan Lain
NABIRE – Pemerintah Kabupaten Intan Jaya diminta agar menyelesaikan masalah tuntutan pembayaran kepala atas nama enam orang korban Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2017 di Kabupaten Intan Jaya, sebelum melanjutkan kegiatan lain di daerah ini. Hal ini untuk meredam ‘gesekan” diantara masyarakat dan trauma atas pelaksanaan Pilkada Intan Jaya yang telah menelan 6 korban nyawa dari masyarakat.Pemerintah diminta untuk tidak melaksanakan kegiatan syukuran atas pelantikan bupati baru, sebelum menyelesaikan tuntutan masyarakat atas bayar kepala dari 6 korban Pilkada Intan Jaya. Pembayaran kepala korban Pilkada dan perdamaian harus dilaksanakan di ibukota kabupaten, bukan di ibukota distrik sebelum melakukan perdamaian, syukuran dan kegiatan pemerintahan di Intan Jaya. Ketua Umum Pusat Pengendalian Masyarakat Adat (P2MA) Pegunungan Tengah Wilayah Meepago, Agustinus Somau, SH di Nabire, Minggu (7/1) menegaskan Pemkab Intan Jaya, Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya agar tidak melaksanakan kegiatan syukuran di Wondai, sebelum menyelesaikan tuntutan masyarakat dari keluarga korban Pilkada Intan Jaya, membayar kepala dari korban Pilkada kepada keluarga korban. Karena, Pilkada Intan Jaya telah memakan korban 6 nyawa sehingga pemerintah bersama bupati dan wakil bupati harus menyelesaikan tuntutan masyarakat khususnya keluarga korban.Agustinus Somau menegaskan sebelum melaksanakan syukuran dan      kegiatan pembangunan dan pemerintahan di Intan Jaya, Pemkab bersama bupati dan wakil bupati diminta segera menyelesaikan tuntutan masyarakat, bayar kepala dari korban Pilkada. Jangan, menyepelekan tuntutan masyarakat, karena masyarakat sedang membicarakan tuntutan pembayaran kepala korban Pilkada, sebab mereka ini korban atas pelaksanaan    pemilihan bupati dan wakil bupati.Ia menilai, sebaiknya Pemkab Intan Jaya, Bupati dan Wakil Bupati bayar kepala dulu baru dilanjutkan dengan perdamaian. Urusan syukuran dan kegiatan pelayanan pemerintahan dan pembangunan dilanjutkan setelah bayar kepala dan perdamaian. Kalau mau perdamaian, harus dituntaskan dulu masalah pembayaran kepala korban Pilkada agar pelaksanaan pembangunan dan pelayanan pemerintah di Intan Jaya berjalan lancar tanpa hambatan.Untuk itu, demi memperlancar negosiasi antar pemerintah dan keluarga korban, Somau menilai dibutuhkan satu tim negosiator dari pemerintah yang tidak terlibat di dalam tim sukses dari pasangan calon (Paslon) yang ikut di dalam Pilkada Intan Jaya. Tim tersebut, tidak ada unsur dari luar tim sukses Paslon yang menang dan kalah untuk menghindari kesan keberpihakan dan amarah masyarakat keluarga korban.Somau mengusulkan agar pemerintah membentuk tim negosiator untuk menyelesaikan tuntutan keluarga korban sehingga selanjutnya dilakukan perdamaian di ibukota Kabupaten Intan Jaya, bukan ibukota distrik, sebelum melanjutkan kegiatan lain seperti syukuran dan kegiatan pemerintahan di Kabupaten Intan Jaya.(ans)
Suroso  12/26/2017 1:19:36 AM
ORANG ASLI PAPUA (OAP) MENGALAMI KEMATIAN BERLAPIS
Oleh Ernest Pugiye Orang asli Papua (Selanjutnya and abaca: OAP) masih tetap mengalami kematian di mana-mana. Kondisi ini teramat memilukan
Suroso  11/5/2017 9:32:24 AM
Pemuda Sebagai Tulang Punggung Pembangunan
oleh:Willy Andhika, SST                Momentum Hari Sumpah Pemuda sud
Agenda Nabire
Kejuaraan Bulutangkis Nabire Open 2017
 11/18/2017 6:31:58 PM

Tanggal : 12 s/d 17Desember 2017

Pukul    : 10.00 WIT s/d Selesai

Tempat : GOR Kotalama, Nabire

HAHAEEE...
Panggilan Sayang Tete ke Nene
 11/12/2017 8:22:53 AM
Satu kali cucu tanya ke tete: "Tete ni tiap kali panggil nene selalu deng panggilan darling, sayang, honey. Darling su makan? Sayang kopi mana? Honey mo ikut? Tete ni paleng romantis sampeee... de pu rahasia apa ka?" Tete: "Ssstttt mari sini tete bisik-bisik, ko jang bilang-bilang sama nene e?" Cucu: "Kenapa jadi Tete?" Tete: "Tete su lupa Nene pu nama..."