Home Papua Tengah Bupati Dumupa Gagas 12 Persoalan dan Masalah Dogiyai

Bupati Dumupa Gagas 12 Persoalan dan Masalah Dogiyai

Suroso  Minggu, 7 Januari 2018 22:15
Bupati Dumupa Gagas 12 Persoalan dan Masalah Dogiyai
NABIRE - Bupati Kabupaten Dogiyai Yakobus Dumupa, S.IP, dalam pidato perdananya mengagas 12 masalah yang krusial di Kabupaten Dogiyai. “Ada sejumlah masalah dan selama ini saya lihat dan amati  di Kabupaten Dogiyai, saya menindetifikasi ada kurang lebih 12 masalah besar, yakni pertama masalah pemerintah ada itu mengatasi masalah atau mencari solusi dalam rangka pelaksanaan pembangunan, kesejateraan masyarakat harus  kita bekerja keras, sehingga saya harap  jangan membeda-bedakan marga, kampung, distrik, suku, agama dan ras akan tetapi mari kita satukan barisan membangun  Dogiyai  bersama,” katanya.Jelasnya, Kedua belasan masalah besar yang kita laksanakan atau tuntaskan secara bersama dalam lima tahun kedepan adalah masalah pemerintahan dan politik yang paling menonjol. Menurutnya, tidak ada keharmonisan dan kerjasama pemerintah eksekutif dan legistalif di Kabupaten Dogiyai. “Ini yang kita harus segera benahi bersama,” ucapnya. Yang ketiga, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Dogiyai yang tidak masuk akal kita perlu revisi bersama. “Saya kasih contoh, Kantor Tenaga Kerja kita butuh dan Trasmingrasi dia kerja apa, Kebudayaan kita butuh wisata yang mana tidak ada manfaatnya, tidak ada hasilnya lalu hanya bagi-bagi jabatannya saja. Itu pembarosan anggaran besar-besaran,” tegas Dumupa.Keempat, masalah dana kampung terutama para kepala-kepala kampung ini mulai nakal dengan adanya dana kampung. Di tempat lain itu, Kakam sudah masuk penjara, tapi di Dogiyai itu belum, namun penggunaan dana kampung di Kabupaten Dogiyai tidak begitu bagus, kedepan kita fokus benahi di tingkat distrik maupun di tingkat pemerintahan kampung kalau kita tidak benahi semua masalah itu ke tingkat bupati terus.Persoalan kelima, kita revisi ulang posisi kepala distrik dan kepala kampung serta keuangan yang kita perbaiki, aparat kampung kita perbaiki dan sumber daya manusianya kita perbaiki. Tiga hal itu, kita benahi dalam rangka kita menata kampung ulang. Selanjutnya, masalah lain adalah di tingkat kesehatan. “Saya lihat tenaga medis itu tenaga honorer lebih banyak  di tingkat distrik dan kabupaten banyak-banyak itu yang lain urus apa dan dinas kesehatan adalah dana yang paling besar. Persoalannya kita belum beres insfrastukturnya, sarana prasarananya, sumber daya manusianya dan perawat-perawat yang tidak urus pasien, kedepannya Dinkes kita akan perbaiki,” urai bupati.Yang ketujuh peroalan ekonomi hanya makan minum  saja ada masalah di Dogiyai semua jadi kacau balau orang melaksanakan aktivitas ini semua mencari nafkah tetapi nafkah tidak memperhatikan banyak hal kita punya lahan tidak olah baik,main togel  tidak ada mamfaatnya merusak keluarga,mengganggu aktivitas orang   dan sebagainya harus tutup tempat jual togel.Kedelapan masalah lain terkait pengelola keuangan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita tidak dikelola dengan baik, maka keuangan Kabupaten Dogiyai tidak sehat, terutama Kepala Bidang (Kabid) Asset Daerah, lantaran pengadaan barang yang paling besar di Provinsi Papua utama pertama adalah Kabupaten Dogiyai ini pemborosan anggaran baik berupa pengadaan barang maupun kegiatan yang dapat ditemukan di Dogiyai akhirnya hasil pelaksanaan pembangunan di masyarakat nol. Tambah Dumupa, kesembilan masalah berikut adalah persoalan sosial Togel, minuman keras, cafe atau discotik, palang-palang jalan dan lain sebagainya. Itu, penyakit sosial yang tidak benar maka  kita atasi bersama. Kesepuluh masalah ketertiban masyarakat, Hukum dan pelanggaran HAM Dogiyai ini termasuk daerah yang selalu terjadi masalah yang signifikan terutama antara hubungan pemerintah, TNI/Polri dan masyarakat segala persoalan dilaksanakan secara profesional dan manusiawi saja tidak boleh dilakukan gerakan tambahan di Kabupaten Dogiyai baik pemerintah, TNI, Porli menjalankan penegakan hukum secara manusiawi dan masyarakat juga hidup secara manusiawi. Kemudian, kesebelas persoalan adat, budaya dan agama. Katanya, masalah agama di Papua tidak ada masalah, hanya sementara soal masalah Kingmi dan GKII di Kabupaten Dogiyai. “Saya harap kedua belah pihak duduk bersama dapat diselesaikan secara baik, sedangkan adat dan budaya pemerintah siap melindungi, maka kedepan  perhatian kita bersama,” ungkapnya. Imbuh dia, keduabelas adalah masalah adat dan tapal batas antar kabupaten terutama pemerintahan Dogiyai dengan beberapa kabupaten, seperti Kabupaten Deiyai, Kaimana, Mimika, Nabire dan Paniai harus segera diselesaikan.Ditambahnya, masalah yang lain adalah sumber daya alam yang diambil tidak secara profesional dan tidak bersifat manusiawi. Hasil kekayaan kita harus kita lindungi secara bersama-sama dan berikutnya masalah tenaga kerja dan pengangguran di Kabupaten Dogiyai, cukup besar sehingga perlu menciptakan lapangan pekerjaan buat mereka dan jalan cari solusi yang terbaik. “Saya perlu juga menyoroti ada beberapa hal yang sangat penting dapat diselesaikan, yakni pertama Bandara Udara namanya Moanamani itu segera diselesaikan dalam waktu singkat, kemudian yang kedua di beberapa ruas jalan raya kios-kios yang sudah bangun di ruas jalan itu fasilitas publik atau umum sehingga kios-kios yang dibangun di ruas jalan segera ditertibkan kembali. PNS harus rajin bekerja, karena pegawai Dogiyai digunakan absen elekronik bukan lagi manual,” pungkasnya.(modes)
Suroso  Selasa, 1 Mei 2018 9:42
MEMBENTUK GENERASI BANGSA YANG BERCORAK PAPUA
Oleh Ernest Pugiye Anak-anak asli Papua (selanjutnya akan disebut anak-anak Papua) sebagai generasi penerus bangsa masih nampak kehilanga
Suroso  Selasa, 1 Mei 2018 9:43
Menyambut MTQ XXVII Propinsi Papua di Nabire Refleksi Al Qur’an sebagai Spirit Kebersamaan dan Berkemajuan
oleh : Basirun Samlawi (Dosen STAI As Syafi’iyyah Nabire) Perhelatan besar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVII propinsi Papua tahun
Agenda Nabire
PENGUMUMAN
 Selasa, 24 April 2018 2:1

Pengumuman
Kepada Yth : Para Guru SMA/SMK se Kabupaten Nabire

Dengan ini diinformasikan bahwa pembayaran Gaji Guru SMA/SMK bulan April 2018 telah dibayarkan pada tanggal 3 April 2018, selanjutnya untuk pembayaran gaji bulan Januari, Februari dan Maret 2018 melalui mekanisme SP2D Gaji Susulan (Rapel) tiga (3) bulan saat ini sedang dalam proses penginputan nama-nama sejumlah 398 orang guru SMA/SMK oleh BPKAD Provinsi Papua (Subdit Belanja Gaji ASN) yang akan dibayarkan pada bulan ini juga.Hal tersebut sesuai hasil koordinasi dan konsultasi pihak Pemkab Nabire, kepada Kepala BPKAD Provinsi Papua.

Demikian informasi ini disampaikan terima kasih.

 

Kepala BPKAD Nabire

Slamet, SE.,M.Si

HAHAEEE...
Tra Bisa Reuni
 Selasa, 17 April 2018 4:40

Ada tete satu dia ada kasih nasehat dia pu cucu yang ada pamalas sekolah.

Tete : "Cucu... kamu itu harus sekolah tra boleh pamalas"

Cucu : "Memang kenapa tete kalo sa malas sekolah ?"

Tete : "Adooooohhh cucu ……. sekolah itu sangat penting !  Kalo ko tram au sekolah, besok kalau su besar kamu mau reuni deng siapa ?"

Info Loker