Home Papua Gaji Guru Masih Tanggungjawab Pemda Kabupaten/Kota

Gaji Guru Masih Tanggungjawab Pemda Kabupaten/Kota

Suroso  Rabu, 10 Januari 2018 10:30
Gaji Guru Masih Tanggungjawab Pemda Kabupaten/Kota
JAYAPURA,- Pengalihan status kepegawaian guru SMA/SMK dari pegawai kabupaten/kota ke provinsi tentu berdampak pada pembayaran gaji guru. Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Protasius Lobia, gaji guru masih menjadi tanggungjawab dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten/Kota. “jangan kita hanya melihat pada UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, masih ada UU tentang status Kepegawaian, Peraturan Badan Kepegawain Nasional (BKN) tentang kepegawaian, dan juga UU yang mengatur tentang Keuangan,” tegasnya. Oleh karena itu, jika kabupaten/kota memutuskan gaji guru pasca pengalihan status kepegawaian dari kabupaten/kota ke provinsi, maka harus memastiskan bahwa sudah ada persetujuan BKN tentang pengalihan status kepegawaian guru ke Provinsi. Dengan persetujuan BKN, kata Lobia, maka gubernur akan menandatangani Surat Keputusan (SK) sebagai status pengalian pegawai dari kabupaten/kota ke provinsi. “ini ada keterkaitan masalah transfer Dana Alokasi Umum (DAU) untuk gaji guru sesuai dengan status kepegawaian, kalau status pengalihan guru dari kabupaten/kota ke Provinsi sudah disetujui BKN, maka pasti tembusannya ke Kementerian Keuangan terkait dengan gagi para guru,” tegasnya. Ditegasnnya, saat ini provinsi belum bisa membayar gaji guru karena, transfer DAU untuk gaji guru masih ke Kabupaten/Kota.  Jadi, saya ingin tegaskan lagi bahwa gaji guru untuk bulan ini masih di kabupaten/kota sampai ada persetujuan status pegawau dari BKN turun dan SK gubernur tentang status kepegawaian diahlihan ke provinsi baru gajinya dibayar provinsi,” jelasnya. Lobia menambahkan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua bersama Badan Kepegawain Nasional (BKN) saat ini sedang memproses data-data tentang status Pengalihan status kepegawaian guru SMA/SMK dari pegawai kabupaten/kota ke provinsi. Diketahui, sebanyak 5.886 Guru SMU/SMK yang tersebar di 29 Kabupaten/Kota se-Papua secara resmi dialih status kan dari pegawai Kabupaten/Kota menjadi pegawai Provinsi Papua. Hal ini berdasarkan amanat undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah dalam hal urusan pengelolaan pendidikan menengah (SMA-SMK). Pengalihan pengelolaan baik personil, pendanaan, prasarana dan dokumen (P3D) SMA/SMK ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati dari perwakilan lima wilayah adat kepada Gubernur Papua di Gedung Negara Dok V Jayapura, bulan Oktober 2017 lalu. Saat ini jumlah SMA di Papua sebanyak 228 sekolah, dan SMK 148 sekolah, dan hanya tiga kabupaten yang belum ada SMK.
Suroso  Selasa, 1 Mei 2018 9:42
MEMBENTUK GENERASI BANGSA YANG BERCORAK PAPUA
Oleh Ernest Pugiye Anak-anak asli Papua (selanjutnya akan disebut anak-anak Papua) sebagai generasi penerus bangsa masih nampak kehilanga
Suroso  Selasa, 1 Mei 2018 9:43
Menyambut MTQ XXVII Propinsi Papua di Nabire Refleksi Al Qur’an sebagai Spirit Kebersamaan dan Berkemajuan
oleh : Basirun Samlawi (Dosen STAI As Syafi’iyyah Nabire) Perhelatan besar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVII propinsi Papua tahun
Agenda Nabire
PENGUMUMAN
 Selasa, 24 April 2018 2:1

Pengumuman
Kepada Yth : Para Guru SMA/SMK se Kabupaten Nabire

Dengan ini diinformasikan bahwa pembayaran Gaji Guru SMA/SMK bulan April 2018 telah dibayarkan pada tanggal 3 April 2018, selanjutnya untuk pembayaran gaji bulan Januari, Februari dan Maret 2018 melalui mekanisme SP2D Gaji Susulan (Rapel) tiga (3) bulan saat ini sedang dalam proses penginputan nama-nama sejumlah 398 orang guru SMA/SMK oleh BPKAD Provinsi Papua (Subdit Belanja Gaji ASN) yang akan dibayarkan pada bulan ini juga.Hal tersebut sesuai hasil koordinasi dan konsultasi pihak Pemkab Nabire, kepada Kepala BPKAD Provinsi Papua.

Demikian informasi ini disampaikan terima kasih.

 

Kepala BPKAD Nabire

Slamet, SE.,M.Si

HAHAEEE...
Tra Bisa Reuni
 Selasa, 17 April 2018 4:40

Ada tete satu dia ada kasih nasehat dia pu cucu yang ada pamalas sekolah.

Tete : "Cucu... kamu itu harus sekolah tra boleh pamalas"

Cucu : "Memang kenapa tete kalo sa malas sekolah ?"

Tete : "Adooooohhh cucu ……. sekolah itu sangat penting !  Kalo ko tram au sekolah, besok kalau su besar kamu mau reuni deng siapa ?"

Info Loker