Home Nabire Pengalihan Status ASN Guru SMA/SMK Tambah Masalah Panjang

Pengalihan Status ASN Guru SMA/SMK Tambah Masalah Panjang

Suroso  Rabu, 7 Februari 2018 9:52
Pengalihan Status ASN Guru SMA/SMK Tambah Masalah Panjang
NABIRE - Dengan adanya pengalihan status guru Aparatus Sipil Negara (ASN) SMA dan SMK dari kabupaten/kota ke provinsi, bukannya menyelesaikan masalah di dunia pendidikan, akan tetapi hanya menambah masalah yang berkepanjangan dan sulit untuk diselesaikan dalam waktu singkat oleh pejabat pengambil kebijakan. Misalnya terhitung 1 Januari 2018 status guru ASN yang ada di kabupaten/kota telah dialihkan menjadi ASN Daerah Provinsi dan terhitung di Januari itu hingga kini sudah dua bulan berjalan para guru SMA dan SMK belum juga menerima gaji sebagai hak dari seorang ASN. Ini baru kita bicara soal gaji, belum lagi jatah dan tunjangan lain yang menjadi hak para guru SMA/SMK. Terlihat disana-sani  para guru SMA dan SMK sudah mulai gelisah akan haknya dan mulai bertanya–tanya antara sesama guru di sekolah maupun di sekolah lain yang senasib, karena hingga kini belum juga ada jawaban pasti dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua soal nasib gaji mereka. Demikian ini seperti dikatakan Guru Senior SMA Negeri 1 Nabire Sardin Kanisius kepada Papuapos Nabire, Rabu (7/2), di seputar sekolah tersebut seraya menambahkan, kami guru yang berharap dari gaji suami dan istri tidak punya kerja serta tambahan penghasilan lain, kini sudah sangat terasa sekali dengan yang namanya kebutuhan rumah tangga serta kebutuhan anak sekolah atau kuliah. Untuk itu mewakili rekannya, ia berharap kepada Bupati Kabupaten Nabire bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua untuk tidak tinggal diam, akan tetapi harus mengambil sikap atas nasib gaji guru. “Karena bukan saja gaji yang terganjal, akan tetapi jatah beras pun juga ikut terganjal dan sampai kapan para guru SMA dan SMK di daerah ini harus terus dan terus menunggu jawaban yang pasti?,” tanyanya. Dengan demikian sebagai guru senior menilai, pengalihan status guru ASN  SMA dan SMK dari kabupaten ke provinsi, hanya menambah masalah panjang dengan menginjak harkat dan martabat guru SMA dan SMK dan kini seolah-olah guru SMA dan SMK tidak punya daya. “Selaku guru kami ingatkan bahwa kami sedang melaksanakan tugas yang mulia di mata Tuhan,” ucapnya. Untuk itu, jangan lagi mau injak–injak. Karena guru sudah disebut-sebut sebagai ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’ untuk mencerdaskan anak-anak bangsa dari yang tidak tau menjadi tau dan kelak yang dihasilkan oleh guru dari dunia pendidikan akan kembali menjadi tunas–tunas harapan bangsa ini.(des)
Suroso  Minggu, 17 Februari 2019 20:34
Menanti Saat Seleksi CASN Yang Tak Pasti
RASANYA lama betul, menanti saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengumumkan dimulainya seleksi penerimaan Calon Aparat Sipil Negara (CA
Suroso  Selasa, 16 Oktober 2018 3:52
Orang Papua Harus Bangkit Dengan Potensi Tambangnya
Oleh : John Gobai ORANG Papua harus bangkit dengan tambangnya. Sesuai judul tersebut, diperlukan suatu upaya sistematis dari Pemerintah
Agenda Nabire
Kapolres Nabire Champion Series
 Minggu, 17 Februari 2019 21:3

Grasstrack & Motorcross Kapolres Nabire Champion Series

Akan diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 17 Maret 2019

Bertempat di Sirkuit Bumi Mulia SP C

Kelas yang diperlombakan : Bebek Standar pemula 110 cc s/d 125 cc, Bebek Modifikasi 110 cc 4Tak Non Kategori, Bebek Modifikasi 125 cc 4Tak Non Kategori,Sport & Trail 2Tak s/d 150 cc dan 4Tak s/d 200 cc, KLX s/d 200 cc, Bebek Modifikasi Mix 2Tak s/d 116 cc dan 4Tak s/d 125 cc, FFA Non SE, Special Engine, Exhibition Non Pembalap/Lokal Nabire, FFA + SE/Lokal Nabire, Bebek 4Tak 110 cc s/d 125 cc/Lokal Nabire.

Memperebutkan total hadiah 150 Juta Rupiah.

Hubungi : Irwanto 0852 5490 9827, Habibi 0811 4833 349

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Kebijakan KPU Pusat Imbas ke Rakyat Kecil
Suroso  Rabu, 6 Februari 2019 20:11
Menanti Saat Seleksi CASN Yang Tak Pasti
Suroso  Minggu, 17 Februari 2019 20:34
Gubernur Papua Lantik Bupati dan Wakil Bupati Deiyai
Suroso  Kamis, 21 Februari 2019 9:33
KPU Dogiyai Terima Logistik Pemilu 2019
Suroso  Jumat, 22 Februari 2019 2:8
Ketua Bawaslu Intan Jaya Kritik Aksi Warga Soal DPT
Suroso  Minggu, 24 Februari 2019 19:51

Info Loker