Home Nabire FKAP Dideklarasikan, Bangun Kembali Tercecer Lewat Solidaritas dan Silaturahmi Bersama

FKAP Dideklarasikan, Bangun Kembali Tercecer Lewat Solidaritas dan Silaturahmi Bersama

Suroso  Minggu, 11 Februari 2018 9:12
FKAP Dideklarasikan, Bangun Kembali Tercecer Lewat Solidaritas dan Silaturahmi Bersama
 NABIRE - Sabtu, 10 Februari 2018 kemarin bertempat di Hotel Gets Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire telah dideklarasi Forum Komunikasi Anak Perintis (FKAP) Nabire. Deklarasi FKAP Nabire ini lahir guna mengembalikan, mengumpulkan dan menyatukan presepsi serta kebersamaan yang selama ini tercecer lewat solidaritas dan jalin silaturahmi kembali guna membangun kabupaten Nabire kedepan. Koordinator dan beberapa perwakilan dari forum ini, ketika diwawancarai awak media menyatakan sikap untuk membangun silaturahmi selaku anak-anak dari para perintis pembangunan di daerah ini dan selanjutnya tidak terkait dengan kegiatan politik praktis, siap untuk mengambil bagian dan ikut andil dalam mengisi, membangun daerah dan kesejahteraan masyarakat, khususnya berada di kota yang pernah dikenal dengan kota singkong ini.   Alex E. Manibui, forum yang hari ini dideklarasikan ini atas kerinduan sejumlah teman-teman, rekan-rekan dan saudara kami dari anak-anak perintis Nabire mulai tahun 1960 sampai 1980. Yang mana, waktu itu kota Nabire ini masih hutan atau dapat dikatakan Nabire masih nol dan orang tua kami yang membuka dan membangunnya dengan peralatan seadanya kala itu. Dari keinginan dan niat itulah, lanjut Alex Manibui didamping anggota forum komunikasi anak perintis lainnya, kami membentuk wadah atau forum komunikasi ini. “Diantara teman-teman kecil dulu ini banyak yang berhasil, namun banyak pula yang mungkin tidak. Sehingga untuk menyatukan mereka ini membutuhkan satu wadah atau tempat untuk saling bersilaturahmi atau berkumpul untuk sama-sama membangun daerah ini,” ucapnya. Diluar itu, seperti ditambahkan Baharuddin, hari ini lewat deklarasi kami ingin mengumpulkan teman-teman atau mengembalikan yang tercecer karena urusan kita masing-masing. Terkait politik itu pribadi atau urusan kita masing-masing, dan wadah ini untuk menyatukan atau jalin solidaritas kita bersama dan meningkatkan silaturahmi diantara kita. “Kedepan bagaimana kita bersatu untuk sama-sama membangun daerah ini yang ditinggal oleh orang tua kita dulu. Siapa tahu diantara kita yang mungkin bisa menjadi pemimpin yang dapat membangun lebih baik lagi kedepan. Kebersamaan kita yang perlu disini kita bangun untuk menyatukan persepsi bersama,” tambah Alex. Mewakili kelompok perempuan juga selaku anak perintis Nabire, Mardalena Aronggear, berpendapat yang sama. Dimana, dulu sekitar tahun 1968 Kantor Bupati Jalan Merdeka tempat bermainnya dan di kantor pertanahan tersebut merupakan daerah subur. Saat ini, katanya telah berubah dari jaman ke jaman sesuai tuntutan pembangunan, namun kebersamaan anak-anak perintis ini mulai pudar, sehingga intinya melalui forum ini kiranya dapat menyatukan kembali hal-hal yang tercecer tersebut guna bangun kebersamaan untuk membangun daerah ini. “Kebersamaan mari kita bangun, cukup lama kita tinggal diam. Orang tua kita sudah tidak ada. Mereka dengan tangan dan hanya mengunakan kapak membuka dan membangun daerah ini, jadi kita sudah saatnya untuk bersatu membangun daerah ini agar lebih baik lagi kedepannya,” harapnya. Selaku koordinator forum komunikasi anak perintis Nabire, Herumono Gobai menyatakan, pada prinsipnya kita selaku anak-anak perintis kota Nabire bahwa orang tua kita dipanggil untuk bertugas di daerah ini yang dapat dikatakan tidak ada apa-apa, meskipun demikian mereka telah membangun silaturahmi yang begitu baik terjalin sampai Nabire menjadi saat ini. Untuk itu, lanjutnya, setelah dekade waktu terjadi dan konsekwensi kemajuan maka kami anak-anak dari orang tua yang dulu berjasa membangun daerah ini bercerai berai. “Keakraban itu nampak sudah mulai hilang baik dari segala aspke yang ada di daerah ini telah memarginalkan kami, bahkan kami menjadi overtunis dalam situasi ini, tetapi dengan niat dan tulus serta karena panggilan sebagai anak perintis dan berjasa dalam pembangunan di daerah ini, kami akan kembali bersatu dan menjalin silaturahmi dan solidaritas kami dalam forum yang dideklarasikan hari ini,” ungkap Herumono. Kami, ucapnya, sebagai anak-anak perintis mempunyai tanggung jawab untuk bersama-sama membangun daerah ini. Kami sadar, selaku anak yang lahir dan dibesarkan di daerah ini serta menyadari bahwa kami juga menumpang di daerah ini. Selaku organisasi kemasyarakatan nantinya, yang bergerak di aspek sosial, budaya dan ekonomi sebagai jembatan untuk kelak akan menjadi pemersatu hingga anak cucu nanti dengan harapan pula solidaritas dan silaturahmi ini tetap terjalin kedepan lebih baik lagi.(wan) 
Suroso  Selasa, 17 April 2018 4:14
Di Ujung Panggung Kebosanan
Oleh: Engelbertus P Degey BANYAK hal mengerikan muncul setelah teori terbentuknya bumi "disoda" dengan ilmu antropologi, archeologi dan
Suroso  Selasa, 20 Februari 2018 22:52
MENOLAK POLITIK UANG DAN SARA
OLEH ERNEST PUGIYE MENOLAK POLTIK UANG DAN POLITISASI SARA dalam konteks demokrasi damai kini sedang aktual dibicarakan di berbagai kalangan
Agenda Nabire
Kejuaraan Bulutangkis Super Series II Tahun 2018
 Minggu, 25 Februari 2018 19:35

Kejuaraan Bulutangkis Nabire Super Series II Tahun 2018 akan digelar pada :

Hari/tanggal : Sabtu, 10 Maret 2018 s/d Selesai

Waktu : 20.00 WIT s/d Selesai

Tempat : GOR Kotalama - Nabire

Nomor yang dipertandingkan : Kategori A, Kategori B, dan Kategori C

HAHAEEE...
Tra Bisa Reuni
 Selasa, 17 April 2018 4:40

Ada tete satu dia ada kasih nasehat dia pu cucu yang ada pamalas sekolah.

Tete : "Cucu... kamu itu harus sekolah tra boleh pamalas"

Cucu : "Memang kenapa tete kalo sa malas sekolah ?"

Tete : "Adooooohhh cucu ……. sekolah itu sangat penting !  Kalo ko tram au sekolah, besok kalau su besar kamu mau reuni deng siapa ?"

Populer

Info Loker