Home Papua Tengah ASN Dogiyai Urus Jatah Beras

ASN Dogiyai Urus Jatah Beras

Suroso  Senin, 12 Februari 2018 19:20
ASN Dogiyai Urus Jatah Beras
NABIRE – Ironis, selama lima tahun terlahir ini, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Dogiyai masih urus jatah beras di Nabire. Sedikitnya, tiga kali pengeluaran tak terduga terpaksa keluar dari kantongnya sendiri.  Anggota Dewan Perwakilan Raklyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai, Yusak Ernest Tebay di Nabire, Senin (12/2) menyayangkan nasib ASN di Kabupaten Dogiyai yang selama ini mengurus dan mengambil jatah beras di Nabire. Itupun, pegawai harus mengambil jatah berasnya setelah 6 sampai 12 bulan sekali di Nabire. Itupun, atas biaya sendiri. Yusak mengatakan, sebagai pegawai negeri, gaji mereka dipotong untuk jatah beras setiap akhir bulan. Tetapi pemotongan gaji tersebut tidak disertai dengan pelayanan oleh pemerintah. Jatah beras yang seharus diterima di tempat, tetapi kenyataan yang dihadapi oleh pegawai di Kabupaten Dogiyai, dengan uang sendiri harus mengurus jatah berasnya di Nabire. Oleh karena itu, legislator dari Partai Golkar ini mempertanyakan, pelayanan pemerintah kepada ASN di Kabupaten Dogiyai yang tidak mengurus beras ASN sampai di Dogiyai tetapi pemerintah hanya tahu memotong gaji pegawai untuk beras. Yusak menambahkan, seharusnya pemerintah memotong gaji pegawai harus disertai dengan pelayanan, pegawai harus terima beras di tempat, bukan mengurus sendiri ke kabupaten lain seperti ke Kabupaten Nabire seperti selama ini. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar di Kabupaten Dogiyai ini  mengungkapkan, menjadi seorang pegawai, harapan hanya dua yakni terima gahi per bulan dan jatah beras. Tetapi yang terjadi selama ini, setiap ASN di Dogiyai mengurus beras sendiri ke Nabire. Sementara masyarakat bisa merasakan beras di tempat melalui beras Jaringan Pengamanan Sosial (JPS). Tetapi pegawai merasakan beras ketika mengurus sendiri ke Nabire, setelah 6 bulan atau sekali ambil untuk setahun. Oleh sebab itu, Yusak Tebay menegaskan, pemerintah daerah harus mengupayakan agar mulai Maret 2018 seluruh ASN di Kabupaten Dogiyai harus menerima jatah berasnya di tempat masing-masing, tidak lagi di Nabire. Sebab, biaya yang seharusnya dipakai untuk kebutuhan keluarga dan biaya pendidikan anak-anak terpaksa keluar untuk mengurus jatah beras ke Nabire. Karena, dari sisa kredit yang ada dipakai untuk sewa angkutan ke Nabire, akomodasi selama di Nabire dan biaya angkutan kembali ke tempat tugas. Seharusnya biaya-biaya ini tidak perlu keluar kalau, pemerintah daerah memasok jatah beras ASN ke tempat tugas masing-masing.(ans)
Suroso  Selasa, 1 Mei 2018 9:42
MEMBENTUK GENERASI BANGSA YANG BERCORAK PAPUA
Oleh Ernest Pugiye Anak-anak asli Papua (selanjutnya akan disebut anak-anak Papua) sebagai generasi penerus bangsa masih nampak kehilanga
Suroso  Rabu, 22 Agustus 2018 21:42
Generasi Milenial Papua dan Hoax
Satu tahun lalu, tepatnya Minggu, 13 Agustus 2017, artikel saya berjudul “Masyarakat Harus Cerdas Memilih Informasi yang Benar”
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS PIALA KEMERDEKAAN
 Senin, 20 Agustus 2018 23:20

PBSI Kabupaten Nabire akan menggelar Kejuaraan Bulutangkis Piala Kemerdekaan tingkat Kabupaten Nabire.

Kejuaraan yang akan mempertandingkan KELAS YUNIOR dan KELAS SENIOR akan digelar mulai tanggal 25 Agustus 2018.

KELAS YUNIOR :

1. Kelompok Beregu SD kelas 1 s/d kelas 3 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

2. Kelompok Beregu SD kelas 4 s/d kelas 6 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

3. Kelompok Beregu SMP kelas 7 s/d kelas 9 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

KELAS SENIOR :

1. Ganda Putra Kategori A

2. Ganda Putra Kategori B

3. Ganda Putra Kategori C

HAHAEEE...
Tra Bisa Reuni
 Selasa, 17 April 2018 4:40

Ada tete satu dia ada kasih nasehat dia pu cucu yang ada pamalas sekolah.

Tete : "Cucu... kamu itu harus sekolah tra boleh pamalas"

Cucu : "Memang kenapa tete kalo sa malas sekolah ?"

Tete : "Adooooohhh cucu ……. sekolah itu sangat penting !  Kalo ko tram au sekolah, besok kalau su besar kamu mau reuni deng siapa ?"

Populer

Info Loker