Home Papua RSUD Jayapura Masih Tinggalkan Utang Ratusan Miliar

RSUD Jayapura Masih Tinggalkan Utang Ratusan Miliar

Suroso  Senin, 12 Februari 2018 19:41
RSUD Jayapura Masih Tinggalkan Utang Ratusan Miliar
Jayapura,- Pembangunan gedung instalasi rawat jalan di RSUD Dok II Jayapura yang diresmikan Gubernur Papua, Lukas Enembe, Jumat (09/02) ternyata masih menyisahkan utang senilai Rp 102 miliar. Hal itu terungkap, dalam rapat Komisi V DPR Papua bidang Kesehatan dengan mitranya serta manajemen RSUD Dok II Jayapura, Kamis (08/2/18). Ketua Komisi V DPR Papua (DPRP) yang membidangi Kesehatan, Yan Permenas Mandenas mengungkapkan, hingga kini pihak manajemen RSUD Dok II masih berutang kepada pihak ketiga yang mengerjakan pembangunan gedung instalasi rawat jalan yang diresmikan oleh Bapak Gubernur. "Jadi kami Komisi V DPR Papua meminta agar dalam waktu dekat,pihak RSUD Dok II segera menyelesaikan utang terkait pembangunan gedung empat lantai yang memiliki 20 ruangan klinik dan helipad itu, " tandas Yan Mandenas, Senin (12/2/18). Bahkan kata Yan Mandenas, dari laporan direktur RSUD Dok II juga menyatakan ada tagihan fiktif yang dimasukkan kepada manajemen rumah sakit.  “Kami sudah minta direktur tidak boleh mentoleransi dan menandatangani tagihan itu. Kami ingin manajemen rumah sakit meminta tandatangan pihak ketiga terhadap pekerjaan fiktif itu. Kalau tidak, silahkan direkomendasikan kepada kejaksaan untuk diusut, " ujar Politisi Partai Hanura ini. Namun lanjut Yan Mandenas, pihaknya akan mendorong penyelesaian berbagai masalah di RSUD Dok II ini, di antaranya meminta manajemen rumah sakit, dalam lima bulan ke depan merenovasi total Unit Gawat Darurat (UGD), dan membenahi instalasi air bersih dalam area rumah sakit.  “Masalah air bersih ini bukan kesalahan PDAM, PDAM hanya menyambung hingga ke bak sentral di rumah sakit. Kalau instalasi distribusi air dalam internal rumah sakit, itu tangggungjawab manajemen. Tapi selama ini, kesalah itu mereka lempar ke luar. Seharusnya mereka yang menyelesaikannya,” ketus Yan Mandenas. Sebelumnya, Kepala Divisi Gedung II PT PP, Yudi, pihak yang mengerjakan pembangunan gedung itu dalam laporannya mengatakan, bahwa proyek itu tercepat di seluruh Indonesia. Hanya saja kata Yudi, butuh waktu empat bulan untuk menyelesikannya dengan nilai kontrak awal RP. 156 miliar dan nilai kontrak addendum Rp. 149 milliar. "PT  PP sebagai rekanan pembangunan, masih bertanggung jawab dan mereka menjaga dan merawat gedung selama enam bulan ke depan,” ujar Yudi.
Suroso  Selasa, 17 April 2018 4:14
Di Ujung Panggung Kebosanan
Oleh: Engelbertus P Degey BANYAK hal mengerikan muncul setelah teori terbentuknya bumi "disoda" dengan ilmu antropologi, archeologi dan
Suroso  Selasa, 20 Februari 2018 22:52
MENOLAK POLITIK UANG DAN SARA
OLEH ERNEST PUGIYE MENOLAK POLTIK UANG DAN POLITISASI SARA dalam konteks demokrasi damai kini sedang aktual dibicarakan di berbagai kalangan
Agenda Nabire
Kejuaraan Bulutangkis Super Series II Tahun 2018
 Minggu, 25 Februari 2018 19:35

Kejuaraan Bulutangkis Nabire Super Series II Tahun 2018 akan digelar pada :

Hari/tanggal : Sabtu, 10 Maret 2018 s/d Selesai

Waktu : 20.00 WIT s/d Selesai

Tempat : GOR Kotalama - Nabire

Nomor yang dipertandingkan : Kategori A, Kategori B, dan Kategori C

HAHAEEE...
Tra Bisa Reuni
 Selasa, 17 April 2018 4:40

Ada tete satu dia ada kasih nasehat dia pu cucu yang ada pamalas sekolah.

Tete : "Cucu... kamu itu harus sekolah tra boleh pamalas"

Cucu : "Memang kenapa tete kalo sa malas sekolah ?"

Tete : "Adooooohhh cucu ……. sekolah itu sangat penting !  Kalo ko tram au sekolah, besok kalau su besar kamu mau reuni deng siapa ?"

Populer

Info Loker