Home Papua Tengah Yakobus Dumapa : Ketemu Saya Wajib Bawa Noken

Yakobus Dumapa : Ketemu Saya Wajib Bawa Noken

Suroso  Kamis, 15 Februari 2018 4:11
Yakobus Dumapa : Ketemu Saya Wajib Bawa Noken
 DOGIYAI - Guna mengangkat budaya Mee di Meuwodide sebagai budaya leluhur  orang  Mee, Koteka  moge, terkait noken, Bupati Dogiyai Jakobus Odiyaipai Dumapa, SIP mengumumkan dalam apel gabungan beberapa waktu yang lalu. “Setiap tamu yang bertemu dengan bupati wajib bawa noken, apalagi ketemu di kantor,” katanya,seraya mengumumkan, bila atau termasuk itu pejabat entah Aparatur Sipil Negara (ASN)  dan masyarakat biasa. Maksud dari penegasan itu, menurut Dumupa, untuk menggali dan mengangkat, sekaligus mempromosi koteka dan moge noken sebagai harga diri warga Mee. Tanah air Meuwodide yang sudah menjadi tradisi ‘ogeiye’ yang selalu bawa noken, dimana dan kapanpun itu. Upaya dari Bupati Dogiyai Jakobus Dumapa ini didukung Kepala Bidang Seni dan Budaya Dinas Pariwisata Kabupaten Dogiyai, Tersisius Degei, S.sos. Pemilik  sanggar museum Bida Kampung Idakebo Distrik Kamu Utara ini, menyatakan noken, koteka moge adalah budaya leluhur Mee di Meuwodide. Sudah terbiasa dan pernah ada sampai dengan saat ini, maka pejabat dan warga Mee ‘Ogeiye’ tak perlu alergi untuk mengangkat dan mempromosi keluar daerah, baik ke dunia. Tersisius Degei yang bertugas selama 17 tahun, pada Dinas Kebudayaan dan Sejarah Pubakala  Propinsi Papua di Jayapura ini, sangat mendukung program Bupati Dumapa yang meminta kepada pejabat  untuk selalu membawa noken ke tempat kerja di Dogiyai. Dengan sebuah noken dibuat dari angkrek ini, dengan dihiasi atau diikatgigi taring babi (deto) pada bagian depan. Degei bicara, warga dan pejabat Mee harus mencintai budayanya. Ia menyebutkan “kaido, tune bobe moge noken tetap diangkat”. Sangat perlu mengangkat budaya juga melalui musik sebagai peradaban  warga Mee itu.  Tambahnya, keunikan kita warga Mee yang masih terkubur harus diangkat kepermukaan dengan berbagai kraesi dan seni yang bisa dilihat oleh warga lain. Kasus suku Mee yang belum tergalih dalam bentuk teater,cerita dongeng yang pernah terjadi belum juga ditulis dalam buku-buku.  Dia minta kepada generasi muda untuk mendukung program Bupati Dogiyai. Warga tanam koteka  tanam angkrek hal itu kita bisa buat dalam berbagai bentuk kreasi mengali dan mengangkat budaya kita. Laki-laki dan wanita perkasa dalam bentuk suvenir lokal dalam vetival ‘yuwo’ masih saja tersimpan di meuwo hanya sebatas di kampung. “Egamo dan wupi (ikat pinggang asli) yang dipakai lelaki tertentu pada acara tertentu pula dalam keunikannya. Pesan khusus kepada pejabat-pejabat orang Mee, sebagai pengambil kebijakan di daerah nilai-nilai seni dan budaya harus diangkat kepermukaan usulnya. “Kita melihat itu dan berjalan kearah ke bawah bukan sambil berjalan kearah langit. Kita perlu lakukan seperti Bupati Nabire Isaias Douw menempatkan Martina Deba menjual suvernir di Bandara Nabire itu, perlu sekali dicontoh,” ujar Tersisius Degei.(don)
Suroso  Selasa, 1 Mei 2018 9:42
MEMBENTUK GENERASI BANGSA YANG BERCORAK PAPUA
Oleh Ernest Pugiye Anak-anak asli Papua (selanjutnya akan disebut anak-anak Papua) sebagai generasi penerus bangsa masih nampak kehilanga
Suroso  Rabu, 22 Agustus 2018 21:42
Generasi Milenial Papua dan Hoax
Satu tahun lalu, tepatnya Minggu, 13 Agustus 2017, artikel saya berjudul “Masyarakat Harus Cerdas Memilih Informasi yang Benar”
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS PIALA KEMERDEKAAN
 Senin, 20 Agustus 2018 23:20

PBSI Kabupaten Nabire akan menggelar Kejuaraan Bulutangkis Piala Kemerdekaan tingkat Kabupaten Nabire.

Kejuaraan yang akan mempertandingkan KELAS YUNIOR dan KELAS SENIOR akan digelar mulai tanggal 25 Agustus 2018.

KELAS YUNIOR :

1. Kelompok Beregu SD kelas 1 s/d kelas 3 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

2. Kelompok Beregu SD kelas 4 s/d kelas 6 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

3. Kelompok Beregu SMP kelas 7 s/d kelas 9 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

KELAS SENIOR :

1. Ganda Putra Kategori A

2. Ganda Putra Kategori B

3. Ganda Putra Kategori C

HAHAEEE...
Tra Bisa Reuni
 Selasa, 17 April 2018 4:40

Ada tete satu dia ada kasih nasehat dia pu cucu yang ada pamalas sekolah.

Tete : "Cucu... kamu itu harus sekolah tra boleh pamalas"

Cucu : "Memang kenapa tete kalo sa malas sekolah ?"

Tete : "Adooooohhh cucu ……. sekolah itu sangat penting !  Kalo ko tram au sekolah, besok kalau su besar kamu mau reuni deng siapa ?"

Info Loker