Home Papua Barat Polres Sorong Selatan Tangkap Petugas BPK Gadungan

Polres Sorong Selatan Tangkap Petugas BPK Gadungan

Suroso  Rabu, 21 Februari 2018 22:55
Polres Sorong Selatan Tangkap Petugas BPK Gadungan
Sorong - Kepolisian Resor Sorong Selatan, Papua Barat menangkap tangan Antonius Laba, oknum aparatur sipil negara (ASN) yang mengaku petugas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena kasus pemerasan. Kapolres Sorong Selatan AKBP Romylus Tamtelahitu di Sorong, Senin mengatakan, pelaku ditangkap dengan barang bukti uang tunai Rp15 juta yang diduga kuat hasil pemerasan dari aparat Kampung Namro Rp14 juta dan aparat Kampung Mugim satu juta rupiah. Dia mengatakan oknum PNS tersebut mengaku sebagai staf Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memeriksa kerugian negara pada penggunaan anggaran 2016. Kemudian pelaku menyuruh aparat Kampung Namro dan Mugim mengembalikan kerugian negara senilai Rp28 ke kas negara melalui yang bersangkutan sebagai tim pemeriksa keuangan. Menurut Kapolres, sebelum ditangkap pelaku melakukan komunikasi dengan Bendahara Kampung Namro untuk menyerahkan uang ke kas negara Rp28 juta namun bendahara kampung tersebut mengatakan hanya menyanggupi Rp15 juta. Pelaku meminta Bendahara Kampung Namro tersebut untuk mengantar uang ke salah satu tempat di Distrik Teminabuan ibukota Sorong Selatan. Ia menyampaikan, sebelum mengantarkan uang kepada pelaku aparat Kampung Namro sempat berkoordinasi dengan anggota kepolisian sehingga pelaku dapat tertangkap. Barang bukti yang diamankan antara lain kuitansi tertuliskan uang ganti rugi kas kegara, buku tabungan bank dan kartu tanda pengenal intelijen BPKP RI yang diduga kuat sebagai alat pendukung penipuan. "Pelaku sudah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Sorong Selatan guna proses hukum lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata dia. (Antaranews)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Rabu, 17 Juli 2019 21:10
TANAH, SUMBER KEHIDUPAN BAGI MASYARAKAT ADAT DI MEEUWODIDE
 Oleh Ernest Pugiye Ketika menyimak realitas kehidupana masyarakat adat di Meeuwodide, maka mereka masih tetap berhadapan dengan
Agenda Nabire
KEJUARAAN OLAHRAGA KABUPATEN
 Selasa, 20 Agustus 2019 22:0

Kejuaraan Olahraga Kabupaten Nabire tahun 2019 akan diselenggarakan MULAI TANGGAL 9 SEPTEMBER 2019

Cabang Olahraga Yang Dipertandingkan :

1. Bulutangkis

2. Bola Voley

3. Sepak Takraw

4. Pencak Silat

5. Karate

6. Taekwondo

Tempat Pendaftaran di Kantor KONI Nabire setiap jam kerja (09.00 WIT s/d 15.00 WIT)

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Info Loker