Home Opini Di Ujung Panggung Kebosanan

Di Ujung Panggung Kebosanan

Suroso  Selasa, 17 April 2018 4:14
Di Ujung Panggung Kebosanan

Oleh: Engelbertus P Degey

 

BANYAK hal mengerikan muncul setelah teori terbentuknya bumi "disoda" dengan ilmu antropologi, archeologi dan teology. Hal aneh dan mencengangkan muncul disana. Sangat merinding jikalau tokoh seperti sutradara Mel Gibson melirik kisah pergerakan lempeng bumi dengan tema utama penyebab gerak lempeng bumi itu akibat "Tuhan bosan". Dunia bisa mimpi buruk.Sebab Tuhan Bosan, bisa dibenarkan karena  Quran dan Alkitab yakinkan kita bahwa bumi ini diciptakan dalam rencana "menuju sesuatu yang baik". Dari penciptaan benua, menuju sebuah taman yang indah. Dalam sejarah mamalia, dari bersel satu menuju dinosaurus dan sekarang apakah menuju binatang yang berdamai dengan manusia? Dalam antropologi, dari manusia purba menuju homo sapiens. Dalam Arkeology, dari sampah dapur, batu tua, flakes, kampak batu, menuju pisau silet. Anehnya, proses "menuju", dalam skala waktu geology ditandai dengan peristiwa geology yang merendam jaman-jaman itu dalam samudra dan muncul dengan kehidupan baru diatas pulau dan benua baru. Artinya proses menjadi yang baik, selalu lewat pengorbanan makhluk hidup yang tidak sedikit. Dan,  apakah didepan homo sapiens, adakah jaman baru yang disiapkan Tuhan akibat bosan dengan sikap dan tingka laku manusia jaman kini yang sudah semakin tidak berperi kemanusiaan, biadap dan mengikuti keinginan si iblis yang terkenal dengan sifat pembohong, pendusta yang mengekang kebebasan orang demi kepentingan segelintir? dll.Menurut Geology, jawabannya mudah saja; Masih ada peluang lempeng bumi bergerak menuju satu benua kembali. Lempeng Sahul: Australia dan Papua, Maluku dan Sulawesi bergerak ke arah kepulauan Jepang. Setiap tahun bergeser 9 cm. Lempeng ini  tidak bergerak ke utara karena lempeng Pasifik cenderung mendorong Papua bagian utara ke Selatan dan ke Barat. Lempeng Sunda: Jawa, Sumatra, dan Kalimantan justru bergerak ke Selatan dan berpotensi tenggelam dalam lautan Hindia karena tak ada lagi kepulauan di bagian selatan.  Amerika dan Brasil bergerak ke barat menuju Papua, namun bisa tenggelam dalam samudra Pasifik dan benua Afrika mengekor India ikut bergabung ke tengah atau ke Utara. Ini fakta geology didepan mata, dimana para Geolog tak berani berkonspirasi, sekalipun teori Alfred Wegener mengarah kesana.  Ringkasnya: Pulau-pulau yang awalnya dihuni bangsa berkulit hitam (Gondwana) bisa terselamatkan dari pergerakan lempeng, sedangkan turunan Laurasia, cenderung tenggelam dalam samudra.Menurut Alquran (Teology), masih ada firman akan adanya Hari Kiamat. Hari dimana manusia akan diadili, hari dimana manusia dipisahkan antara yang benar dan yang melakukan banyak dosa. Hari dimana, manusia dibakar hidup-hidup di neraka, hari dimana orang mati akan dihidupkan dan lain-lain keyakinan. Tetapi lucunya, umat manusia jaman sekarang, justru ramai berkompanye di hari Armagedon, nabi Isa Almasih akan kalahkan Dadjal, dan setelahnya akan muncul seorang nabi terakhir. Dan Nabi itu akan selamatkan pengikutnya. Agama justru berlomba siapa yang paling benar dihadapan Tuhan dan cenderung legalkan tindakannya di negara-negara demokrasi. Seakan-akan, bila terjadi peristiwa geology, pengikut agamanya sajalah yang akan diselamatkan. Tak pernah terlintas bahwa dihadapan Tuhan, semua manusia sama. Apalagi kalau terjadi bencana alam, bumi bergerak, ia tak akan pernah pilih-pilih anda ber KTP elektronik atau KTP Nasional. Coba ingat kembali, mimpi yang pernah anda lihat soal ini. Ia tidak akan memilih siapa-siapa, sekalipun engkau presiden Trump.Bumi diujung panggung kebosanan. Siapa yang bosan? Atau siapa yang biasa bosan? Tentu Allah, allan dan alam. Allah bisa bosan karena diyakini agama, ia punya kepentingan menuju sesuatu yang baik. Jikalau tidak sesuai, kitab suci mencatat sekian banyak murka Tuhan bagi manusia. Allan ialah manusia, zat yang tak panjang sabar dan cepat bosan, sombong dan tidak merendah. Alam justru mendengar Tuhan Allah. Begitulah yang diyakini manusia. Mengapa demikian? Karena banyak peristiwa alam diyakini dihubungkan antara manusia dan Tuhan. Gempa 26 Januari 2001 di Gujarat diyakini merupakan kutukan Tuhan kepada Laskar i-Toiba yang banyak menyiksa umat Hindu disana. Gempa Aceh 26 Desember 2004, sehari setelah ibadah Natal, dihubungkan karena fanatisme Agama yang berlebihan. Begitupun gempa 6 Feb 2004 Nabire, usai ibadah masuknya Agama Kristen di Mansinam, Manokwari. Anehnya, semua peristiwa gempa terjadi pada tanggal bulan dan tahun yang ada angka 2 dan 6. Ada apa dibalik dua angka ini?Apakah sikap bosan inilah yang mengubur ratusan manusia purba dibawa 40 km permukaan tanah di jaman pleitosen? Apakah sikap bosan inikah yang mengubur jaman Paleolithikum, Mesolithikum dan Kenolithikum? Tidak hanya tiga kali gempa dasyat, tetapi di era Paleolithikum ada 6 kali hari kiamat yang mengubur jaman cambrian, ordovisian, siluvian, devonian, cabon dan permian. Di era Mesosoikum, 3 kali gempa dasyat mengubur jaman triasik, jurasik dan jaman cretosoik. Banyak dinosaurus terkubur di jaman ini. Di era Kenosoikum, ada jaman tertiair dan jaman quater. Didalam dua jaman ini saja ada tujuh kali gempa dasyat yang mengubur manusia purba. Yaitu jaman paleosen, eosen, oligosen, miosen, pliosen, pleitosen dan helocen. Jaman helocen inilah manusia muncul. Disebut helocen karena jaman ini es mulai reda dan tidak mencair lagi selama 6000 tahun lebih. Sejarah manusia mulai nampak. Perhatikan gambar perubahan satu benua hingga sekarang berdasarkan teori Alfred Wegener.Lalu, bila tujuannya baik, mengapa ada gempa yang mengubur makhluk hidup, yang bila dihitung ulang, sudah 16 kali "hari kiamat" sejak jaman paleo hingga jaman sekarang?  Pertanyaan yang hampir mirip, para filsuf pernah bertanya kepada Aristotelez, siapa yang menggerakan bulan mengelilingi bumi? Terdiam lama dan Aristoteles hanya menjawab dengan sebuah kalimat yang termasyur: "Kinei de hos, eromenon"- ia bergerak karena cinta. Bila dihubungkan dengan gempa, mengapa ada korban akibat gerakan bumi? Jawaban yang masuk akal, pasti karena ada yang lewat batas dari batas-batas kewajaran. Membaca sejarah ini, saya sendiri agak merinding. Sekalipun anda disana tidak akan sependapat. Tetapi mohon bersabar sebentar dan dapat disimak dengan baik-baik. Segala tindakan manusia yang melawan kehendak Tuhan, mohon segera ditinggalkan dan mari mulai menghargai kebebasan dan hak asasi. Dengan demikian, kita bersama-sama memperlambat benua-benua ini menuju satu benua. Mari kita bersama-sama berdoa agar, jaman helocen ini diperlama menjadi 11000 tahun lagi. Jangan lagi seperti di jaman paleocen yang cuma dikasih seribu tahun per jaman. Jangan sampai umur bumi ini tersantuk di angka 2 dan 6, dan kita berada di ujung panggung kebosanan Tuhan Allah. Jangan sampai Tuhan Allah bosan melihat pelanggaran hak asasi manusia secara berlebihan, militerisme yang berlindung dibalik kapitalisme global, pengekangan dan penjajahan, dropingan alkohol untuk membunuh manusia Papua, misalnya, dll. Marilah kita bikin sesuatu yang membuat Tuhan Allah tersenyum di surga. Bila perlu Tuhan Allah tertawa mati karena semangat berlebihan. Misalnya manusia-manusia sudah saling menghargai antar bangsa dan golongan, menyelesaikan masalah dengan dialog dan damai, menjunjung tinggi hak asasi manusia dan lain-lain seterusnya. Inilah sikap-sikap yang diinginkan Tuhan ketika Tuhan membuat konsep Taman Eden.Cuma Mr Chiko, kepala mob asal tanah Papua yang pernah membuat dunia ini tertawa sampai perut anjing mau putus. Yewoo Maya Woi. (penulis peneliti Taman Eden yang hilang)

Suroso  Selasa, 1 Mei 2018 9:42
MEMBENTUK GENERASI BANGSA YANG BERCORAK PAPUA
Oleh Ernest Pugiye Anak-anak asli Papua (selanjutnya akan disebut anak-anak Papua) sebagai generasi penerus bangsa masih nampak kehilanga
Suroso  Selasa, 16 Oktober 2018 3:52
Orang Papua Harus Bangkit Dengan Potensi Tambangnya
Oleh : John Gobai ORANG Papua harus bangkit dengan tambangnya. Sesuai judul tersebut, diperlukan suatu upaya sistematis dari Pemerintah
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS PIALA KEMERDEKAAN
 Senin, 20 Agustus 2018 23:20

PBSI Kabupaten Nabire akan menggelar Kejuaraan Bulutangkis Piala Kemerdekaan tingkat Kabupaten Nabire.

Kejuaraan yang akan mempertandingkan KELAS YUNIOR dan KELAS SENIOR akan digelar mulai tanggal 25 Agustus 2018.

KELAS YUNIOR :

1. Kelompok Beregu SD kelas 1 s/d kelas 3 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

2. Kelompok Beregu SD kelas 4 s/d kelas 6 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

3. Kelompok Beregu SMP kelas 7 s/d kelas 9 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

KELAS SENIOR :

1. Ganda Putra Kategori A

2. Ganda Putra Kategori B

3. Ganda Putra Kategori C

HAHAEEE...
Tra Bisa Reuni
 Selasa, 17 April 2018 4:40

Ada tete satu dia ada kasih nasehat dia pu cucu yang ada pamalas sekolah.

Tete : "Cucu... kamu itu harus sekolah tra boleh pamalas"

Cucu : "Memang kenapa tete kalo sa malas sekolah ?"

Tete : "Adooooohhh cucu ……. sekolah itu sangat penting !  Kalo ko tram au sekolah, besok kalau su besar kamu mau reuni deng siapa ?"

Info Loker