Home Pemda Intan Jaya Dulu Sugapa Indah Menjadi Intan Jaya Si Jago Merah

Dulu Sugapa Indah Menjadi Intan Jaya Si Jago Merah

Suroso  Selasa, 17 April 2018 19:54
Dulu Sugapa Indah Menjadi Intan Jaya Si Jago Merah
NABIRE – Dulu, sebelum adanya pemekaran Kabupaten Intan Jaya, Gubernur Irian Jaya, Barnabas Suebu, SH (periode pertama) menjuluki Kecamatan Sugapa sebagai kecamatan yang indah. Julukan tersebut diberikan ketika Gubernur Suebu melaksanakan program Turdes (Turun Desa) di Kecamatan Sugapa Kabupaten Paniai. Karena Suebu menilai dan melihat masyarakat Sugapa, ramah tamah serta alamnya yang indah, bersih, rapi dan berseri dengan gunung-gunung yang hijau serta panorama alam yang cerah.Dengan diberikannya nama Sugapa Indah oleh Gubernur Irian Jaya, Barnabas Suebu muncul pula satu ide baru bagi beberapa orang intelektual asal Suku Moni yakni ide untuk pemekaran kabupaten baru, Kabupaten Intan Jaya, pemekaran dari Kabupaten Paniai.Salah satu tokoh Moni, Thobias Zonggonau di Nabire, Minggu (15/4) menuturkan perjuangan menuju pemekaran kabupaten baru, Kabupaten Intan Jaya ini memakan waktu yang panjang dan pengorbanan yang tidak sedikit baik itu moril maupun material, sejak tahun 2003 hingga 2008. Perjuangan yang diketuai Drs David Zonggonau ini cukup melelahkan karena harus memenuhi semua tuntutan persyaratan pemekaran yang diminta oleh pemerintah pusat.Thobias Zonggonau mengisahkan perjuangan meraih kabupaten pemekaran terutama persyaratan pemekaran yang diminta pemerintah pusat dilengkapi selama lima tahun sehingga pada tahun 2008, pemerintah pusat melalui Undang Undang Nomor 54 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Intan Jaya (lembaran Negara RI nomor 192 tahun 2008) tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4938 dengan Penjabat Bupati adalah Maxsimus Zonggonau, S.Sos.Mantan Camat Homeo ini menambahkan sesuai dengan nama yang diberikan oleh mantan Gubernur Irja, Barnabas Suebu, Sugapa Indah sebagai Ibukota Kabupaten Intan Jaya, Caretaker Bupati Intan Jaya, Maxsimus Zonggonau telah berhasil menata Sugapa sebagai kota yang indah, terang benderang, selama setahun. Maxsimus berhasil membangun Sugapa yang indah menjadi Intan Jaya yang terang benderang, Intan Jaya yang Indah, Intan Jaya yang Ramah, Intan Jaya yang Rapi. Keberhasilannya selama membangun Kabupaten Intan Jaya, Maxsimus Zonggonau telah menampakan sejumlah perubahan kemajuan dan pembangunan sehingga nama baik Intan Jaya muncul ke permukaan di Provinsi Papua dan secara nasional. Mantan Camat Sugapa ini menilai, dari semua keberhasilan yang dicapai  semasa itu, kalau kita mau membangun sesuatu itu harus melalui beberapa tahapan. Kini tahapan perencanaan, pengorganisasian, pergerakan/pelaksanaan serta pengawasan yang ketat supaya semua yang mau membangun dapat terlaksana dengan baik dan dinikmati oleh semua masyarakat. Untuk melaksanakan semua tahap dimaksud perlu memakan waktu yang cukup lama dan bertahap. Tetapi, untuk kita merencanakan merusak sesuatu bangun itu gampang saja, dalam sekecap mata (satu jam) saja kita bisa bikin rusak.Ia menambahkan, setelah Kabupaten Intan Jaya terbentuk pada tahun 2008 sampai sekarang telah melaksanakan Pilkada dua (2) kali, pada tahun 2013 dan tahun 2017. Pilkada tahun 2017 ini ternyata Pilkada terburuk bagi masyarakat Intan Jaya dan fasilitas pemerintahan. Pada Pilkada 2017, 6 orang menjadi korban konflik, fasilitas pemerintah dan perkantoran, perumahan pegawai negeri yang sudah dibangun pemerintah sudah terbakar, dibakar oleh massa. Fasilitas pemerintah yang dibangun di Sugapa sudah habis oleh si jago merah. Sampai saat ini, pembakaran fasilitas pemerintah masih terus terjadi, si jago merah tidak pernah padam. Julukan Sugapa Indah yang diberikan Gubernur Barnabas Suebu kini berubah menjadi Intan Jaya si Jago Merah. Dengan nada kesal, Thobias menuturkan, sejak awal perjuangan pemekaran Intan Jaya, Intelektual Moni yang memikirkan hal ini tidak banyak orang, hanya kami 4 orang yang pernah berpikir sehat untuk mengutamakan kesejahteraan, keamanan, kenyamanan, kesejahteraan dan kedamaian bagi kehidupan masyarakat sehingga kami berjuang pemekaran Intan Jaya dengan mengorbankan material serta moril sehingga terbentuknya Kabupaten Intan Jaya yang baik dan berwibawa. Kandidat Independen Pilkada Intan Jaya tahun 2017 ini mengatakan dalam suatu pertandingan baik itu pertandingan politik maupun pertandingan olahraga, pasti ada kalah dan menang. Pilkada Intan Jaya tahun 2017 diikuti oleh 4 pasangan calon bupati/wakil bupati. Kalau masyarakat pilih 4 orang itu semua menang, kasihan kursi bupati nanti patah dan jatuh. Jadi yang bisa duduk kursi bupati hanya 1 orang saja.Oleh karena itu, “masyarakat, pegawai negeri, kaum intelektual serta pegawai negeri lain asal Kabupaten Intan Jaya, mari kita satukan barisan untuk membangun kembali Kabupaten Intan Jaya. Mari kita pupuk nama Sugapa Indah dan hapuskan Sugapa si Jago Merah,” ajaknya.(ans)
Suroso  Selasa, 1 Mei 2018 9:42
MEMBENTUK GENERASI BANGSA YANG BERCORAK PAPUA
Oleh Ernest Pugiye Anak-anak asli Papua (selanjutnya akan disebut anak-anak Papua) sebagai generasi penerus bangsa masih nampak kehilanga
Suroso  Rabu, 22 Agustus 2018 21:42
Generasi Milenial Papua dan Hoax
Satu tahun lalu, tepatnya Minggu, 13 Agustus 2017, artikel saya berjudul “Masyarakat Harus Cerdas Memilih Informasi yang Benar”
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS PIALA KEMERDEKAAN
 Senin, 20 Agustus 2018 23:20

PBSI Kabupaten Nabire akan menggelar Kejuaraan Bulutangkis Piala Kemerdekaan tingkat Kabupaten Nabire.

Kejuaraan yang akan mempertandingkan KELAS YUNIOR dan KELAS SENIOR akan digelar mulai tanggal 25 Agustus 2018.

KELAS YUNIOR :

1. Kelompok Beregu SD kelas 1 s/d kelas 3 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

2. Kelompok Beregu SD kelas 4 s/d kelas 6 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

3. Kelompok Beregu SMP kelas 7 s/d kelas 9 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

KELAS SENIOR :

1. Ganda Putra Kategori A

2. Ganda Putra Kategori B

3. Ganda Putra Kategori C

HAHAEEE...
Tra Bisa Reuni
 Selasa, 17 April 2018 4:40

Ada tete satu dia ada kasih nasehat dia pu cucu yang ada pamalas sekolah.

Tete : "Cucu... kamu itu harus sekolah tra boleh pamalas"

Cucu : "Memang kenapa tete kalo sa malas sekolah ?"

Tete : "Adooooohhh cucu ……. sekolah itu sangat penting !  Kalo ko tram au sekolah, besok kalau su besar kamu mau reuni deng siapa ?"

Info Loker