Home Pemda Nabire Bansos Rastra untuk Teluk Kimi Disosialisasikan

Bansos Rastra untuk Teluk Kimi Disosialisasikan

Suroso  Selasa, 24 April 2018 20:17
Bansos Rastra untuk Teluk Kimi Disosialisasikan
NABIRE - Di tahun 2018 ini, pendistribusian Bantuan Sosial (Bansos) Pangan atau biasa disebut Beras Sejahtera (Rastra) berbeda dengan tahun sebelumnya, lantaran diberikan gratis oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia, setiap 3 bulan sekali, dengan alokasi 10 Kilogram per Kepala Keluarga (KK).Untuk menertibkan penyaluran Bansos Rastra agar tepat sasaran untuk keluarga yang kurang mampu, maka pemerintah telah merubah pola pendistribusiannya yang menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan distribusinya dipantau langsung tim koordinasi Rastra di setiap daerah.Terkait hal itu, Dinas Sosial Kabupaten Nabire telah melakukan sosialisasi Rastra ke sejumlah kampung yang ada di Nabire, salah satunya di Kampung Kimi, Distrik Teluk Kimi Kabupaten Nabire, pekan lalu. Hadir sebagai narasumber pada sosialisasi ini, La Ode Hariman, selaku koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kabupaten Nabire, rekrutan Kementerian Sosial RI.Dalam paparannya La Ode mengatakan, jika sebelumnya pada saat masih dinamakan Beras Miskin (Raskin), masyarakat menebus Raskin dengan harga Rp.1600 per Kg dan jumlah berasnya 15 Kg untuk setiap penerima, serta berkualitas premium, maka pada distribusi Rastra kali ini diberikan gratis dengan jatah 10 Kg per setiap penerima (KK) dan kualitasnya medium, setingkat diatas Raskin.Ditambahkan La Ode Hariman, aparat kampung di setiap kampung dilarang untuk membagi-bagikan Rastra dan meminta iuran, seperti yang dilakukan pada jaman Raskin. Karena hal itu merupakan penyalahgunaan bantuan dan dianggap pungutan liar.Jika dalam pendistribusiannya, tim koordinasi Rastra menemukan ada oknum yang mempermainkan distribusi Rastra, maka oknum tersebut akan dibawa ke jalur hukum untuk ditindak. Rastra ini sendiri menurut La Ode adalah bantuan langsung dari Kemsos, berbeda dengan Raskin yang ditetapkan di daerah.“Melalui sosialisasi ini kita ingatkan kepada para aparat kampung dan jajarannya agar tertib peraturan dan tertib administrasi, karena sekarang segala sesuatunya akan diaudit, baik dari Kementerian Sosial maupun BPK,” tegasnya.Dalam sosialisasi itu, juga dilakukan pengisian formulir administrasi yang diperlukan, termasuk update data kuota penerima Rastra di kampung. Dan jika ada data yang penerimanya masih tercantum namun sudah tidak berada di kampung karena pindah, meninggal, atau data ganda dan kesalahan prosedur lainnya, maka harus dilakukan musyawarah melibatkan aparat kampung, Bamuskam, tokoh kampung dan perwakilan penerima Bansos Rastra untuk mendiskusikan hal tersebut. (wan/ist)
Suroso  Minggu, 24 Maret 2019 7:14
Banyak Potensi Tak Didukung Program Pembinaan
Apa Kabar Sepak Bola di Wilayah Meepago? (1)  GAIRAH sepak bola di wilayah Meepago kian redup, setidaknya selama beberapa tahun terakhi
Suroso  Minggu, 24 Maret 2019 7:15
Bocah Kampung dan Sepak Bola
Oleh: Nomen Douw Cerita yang menyenangkan di sebuah kampung yang terdapat di kaki gunung Kemuge. Kemuge adalah sebutan orang di kampung itu,
Agenda Nabire
Kapolres Nabire Champion Series
 Minggu, 17 Februari 2019 21:3

Grasstrack & Motorcross Kapolres Nabire Champion Series

Akan diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 17 Maret 2019

Bertempat di Sirkuit Bumi Mulia SP C

Kelas yang diperlombakan : Bebek Standar pemula 110 cc s/d 125 cc, Bebek Modifikasi 110 cc 4Tak Non Kategori, Bebek Modifikasi 125 cc 4Tak Non Kategori,Sport & Trail 2Tak s/d 150 cc dan 4Tak s/d 200 cc, KLX s/d 200 cc, Bebek Modifikasi Mix 2Tak s/d 116 cc dan 4Tak s/d 125 cc, FFA Non SE, Special Engine, Exhibition Non Pembalap/Lokal Nabire, FFA + SE/Lokal Nabire, Bebek 4Tak 110 cc s/d 125 cc/Lokal Nabire.

Memperebutkan total hadiah 150 Juta Rupiah.

Hubungi : Irwanto 0852 5490 9827, Habibi 0811 4833 349

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Info Loker