Home Pemda Nabire Trend Keluarga Miskin Menurun Bukti Pemerintah Kerja

Trend Keluarga Miskin Menurun Bukti Pemerintah Kerja

Suroso  Kamis, 26 April 2018 3:38
Trend Keluarga Miskin Menurun Bukti Pemerintah Kerja
NABIRE – Trend menurunnya jumlah keluarga miskin, tak mampu sebagai bukti bahwa pemerintah sudah bekerja untuk memperbaiki kesejahteraan warga. Tetapi, jika jumlah keluarga tak mampu tidak menurun bahkan meningkat menunjukkan bahwa pemerintah belum bekerja.Jumlah keluarga miskin/tak mampu di Kabupaten Nabire, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), semula 27.000. Data ini sebelum pemekaran Kabupaten Dogiyai. Setelah pemekaran, data keluarga tak mampu sebanyak 17.000. Tetapi, data sensus ekonomi tahun 2015 lalu, keluarga miskin (Kemensos menyebutnya Keluarga Sejahtera) di Kabupaten Nabire sebanyak 14.000 lebih.Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nabire, Zakeus Petege di Kantor Dinsos, Rabu (25/4) mengatakan, adanya trend menurunnya jumlah keluarga miskin di daerah ini sebagai bukti bahwa selama ini pemerintah sudah bekerja sehingga kesejahteraan masyarakat mulai meningkat. Beda dengan kalau jumlah kelurga miskin tidak menurun, malah bertambah berarti pemerintah kita tidak bekerja.Menurunnya jumlah keluarga sejahtera, dari 27.000 menurun hingga sekarang, sesuai data sensus ekonomi tahun 2015 lalu, jumlah keluarga sejahtera di Kabupaten Nabire tinggal 14.000 lebih berarti selama ini pemerintah sudah bekerja. Oleh karena itu, untuk mendongkrak kesejahteraan keluarga sejahtera, pemerintah melalui Kemensos mengucurkan beras sejahtera (Rastra) kepada keluarga sejahtera.Oleh sebab itu, kalau jumlah penerima beras Rastra menurun dari jumlah penerima Beras Miskin (Raskin) berarti keluarga miskin di daerah ini sudah menurun dan ada peningkatan keluarga mampu. Beberapa kampung di kawasan Wanggar bingung saat Dinsos menyerahkan data penerima beras rastra ke kampung karena jumlah penerima Rastra kurang dari jumlah penerima Raskin selama ini.Ia menjelaskan, penerima Rastra hanya diberikan kepada keluarga sejahtera, tidak semua keluarga yang kurang mampu seperti selama ini. Pemerintah menentukan keluarga penerima bantuan keluarga sejahtera, Rastra, kepada keluarga yang memiliki nomor Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Oleh sebab itu, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial hanya kepada keluarga yang memiliki KK dan NIK, sebab data penerima ditentukan berdasarkan nama dan nomor KK. (ans)
Suroso  Minggu, 24 Maret 2019 7:14
Banyak Potensi Tak Didukung Program Pembinaan
Apa Kabar Sepak Bola di Wilayah Meepago? (1)  GAIRAH sepak bola di wilayah Meepago kian redup, setidaknya selama beberapa tahun terakhi
Suroso  Minggu, 24 Maret 2019 7:15
Bocah Kampung dan Sepak Bola
Oleh: Nomen Douw Cerita yang menyenangkan di sebuah kampung yang terdapat di kaki gunung Kemuge. Kemuge adalah sebutan orang di kampung itu,
Agenda Nabire
Kapolres Nabire Champion Series
 Minggu, 17 Februari 2019 21:3

Grasstrack & Motorcross Kapolres Nabire Champion Series

Akan diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 17 Maret 2019

Bertempat di Sirkuit Bumi Mulia SP C

Kelas yang diperlombakan : Bebek Standar pemula 110 cc s/d 125 cc, Bebek Modifikasi 110 cc 4Tak Non Kategori, Bebek Modifikasi 125 cc 4Tak Non Kategori,Sport & Trail 2Tak s/d 150 cc dan 4Tak s/d 200 cc, KLX s/d 200 cc, Bebek Modifikasi Mix 2Tak s/d 116 cc dan 4Tak s/d 125 cc, FFA Non SE, Special Engine, Exhibition Non Pembalap/Lokal Nabire, FFA + SE/Lokal Nabire, Bebek 4Tak 110 cc s/d 125 cc/Lokal Nabire.

Memperebutkan total hadiah 150 Juta Rupiah.

Hubungi : Irwanto 0852 5490 9827, Habibi 0811 4833 349

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Info Loker