Home Pemda Dogiyai Empat Kampung di Siriwo Resmi Gabung ke Dogiyai

Empat Kampung di Siriwo Resmi Gabung ke Dogiyai

Suroso  Sabtu, 12 Mei 2018 22:0
Empat Kampung di Siriwo Resmi Gabung ke Dogiyai
DOGIYAI - Melalui musyawarah dan mufakat bersama serta dituangkan dalam pernyataan sikap warga masyarakat adat wilayah Degeuwo, tepatnya pada  Kamis pekan lalu, bertempat  di Kampung Pouto Distrik Siriwo Kabupaten Nabire telah resmi sebanyak empat (4) kampung di Distrik Siriwo Kabupaten Nabire bergabung ke wilayah Pemerintahan Kabupaten Dogiyai. Keempat kampung ini, diantaranya Kampung Epomani, Ugida, Tibai dan Mabou. Pemindahan kampung-kampung itu ke wilayah tetangga Dogiyai secara resmi disepakati pada tanggal 3 Maret 2018 kemarin. Melalui sebuah acara resmi yang digagas Bagian Tata Pemerintahan (Tapem ) Setda Dogiyai. Dari pihak Pemkab Dogiyai yang diwakili langsung Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa dan didamping Kabag Tapem Lukas Wakei, S.IP, pada kesempatan itu menerima langsung pernyataan sikap masyarakat adat wilayah Degeuwo yang diwakili Pendeta  Obeth Magai, S.Th dan dalam pernyataan masyarakat ini telah dibubui pula tanda tangan dari perwakilan intelektual Degeuwo dan beberapa masyarakat adat  setempat dengan disaksikan langsung Muspida Kabupaten Dogiyai, pihak warga adat dan gembala  di Degeuwo. Kurang lebih ada delapan pernyataan sikap warga Degeuwo, diantaranya menyebutkan terkait tapal batas dari kilometer 130 hingga Km 136 bergabung dengan pemerintah kabupaten Dogiyai. “Kami  resmi lepas dari wilayah pelayanan pemerintahan  kabupaten Nabire dengan alasan jangkauan pemerintahan dari kabupaten Nabire cukup jauh. Selain itu, alasan lain infrastruktur daerah di bidang pendidikan dan kesehatan, seperti Sekolah Dasar (SD), Puskesmas dan Pustu. Selanjutnya terkait perekonomian, dimana hasil kebun warga Degeuwo bisa dipasarkan di Moanemani Dogiyai lantaran jaraknya lebih dekat. Warga petani Diyaikunu hasil kebun bisa dijual di Pasar Moanemani. Diluar menyangkut infrastruktur dasar pelayanan pemerintah bidang kesehatan dan pendidikan, keempat kampung ini rentang kendali pelayanan publik lebih dekat dengan Dogiyai, ketimbang Nabire dan untuk pemerintahan Distrik Degeuwo telah ditetapkan melalui sidang DPRD Kabupaten Dogiyai yang lalu. Menyangkut hal ini, spontan Bupati Dogiyai meminta kepada warga Degeuwo khususnya anak asli Degeuwo yang dinilai memenuhi syarat menjadi pegawai atau honorer, namanya disampaikan kepada Bupati Dogiyai. Yakobus Dumapa, S.IP yang sedang serius program fokus soal tapal batas wilayah antara beberapa pemerintah tetangga, seperti Pemkab Kaimana, Timika, Paniai, Deiyai dan Nabire telah memerintahkan kepada Asisten II dan Bagian Tapem Setda Dogiyai untuk melakukan survei darat agar secepatnya menentukan atau ditetapkan soal tapal batas kabupaten Dogiyai dengan kabupaten lainnya di wilayah Papua bagian tengah. (don)
Suroso  Minggu, 24 Maret 2019 7:14
Banyak Potensi Tak Didukung Program Pembinaan
Apa Kabar Sepak Bola di Wilayah Meepago? (1)  GAIRAH sepak bola di wilayah Meepago kian redup, setidaknya selama beberapa tahun terakhi
Suroso  Minggu, 24 Maret 2019 7:15
Bocah Kampung dan Sepak Bola
Oleh: Nomen Douw Cerita yang menyenangkan di sebuah kampung yang terdapat di kaki gunung Kemuge. Kemuge adalah sebutan orang di kampung itu,
Agenda Nabire
Kapolres Nabire Champion Series
 Minggu, 17 Februari 2019 21:3

Grasstrack & Motorcross Kapolres Nabire Champion Series

Akan diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 17 Maret 2019

Bertempat di Sirkuit Bumi Mulia SP C

Kelas yang diperlombakan : Bebek Standar pemula 110 cc s/d 125 cc, Bebek Modifikasi 110 cc 4Tak Non Kategori, Bebek Modifikasi 125 cc 4Tak Non Kategori,Sport & Trail 2Tak s/d 150 cc dan 4Tak s/d 200 cc, KLX s/d 200 cc, Bebek Modifikasi Mix 2Tak s/d 116 cc dan 4Tak s/d 125 cc, FFA Non SE, Special Engine, Exhibition Non Pembalap/Lokal Nabire, FFA + SE/Lokal Nabire, Bebek 4Tak 110 cc s/d 125 cc/Lokal Nabire.

Memperebutkan total hadiah 150 Juta Rupiah.

Hubungi : Irwanto 0852 5490 9827, Habibi 0811 4833 349

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Info Loker