Home Papua Tengah Anggota DPRD Dogiyai Bisa Pimpin Lembaga Dewan

Anggota DPRD Dogiyai Bisa Pimpin Lembaga Dewan

Suroso  Sabtu, 12 Mei 2018 22:53
Anggota DPRD Dogiyai Bisa Pimpin Lembaga Dewan
NABIRE – Heran dan aneh tetapi nyata, seorang anggota Dewan  Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai bisa memimpin kegiatan lembaga dewan, menjalankan tugas Ketua DPRD setempat. Padahal, masih ada dua pimpinan yakni Wakil Ketua I dan Wakil Ketua  II. Anggota DPRD atas nama (YA) menjalankan tugas-tugas Ketua DPR Dogiyai menggantikan peran Ketua DPRD Kabupaten Dogiyai, Fien Iyai yang menderita sakit sehingga tidak menjalankan tugas secara normal. YA menjalankan tugas Ketua DPRD hanya berdasarkan rekomendasi penunjukan dari partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Perwakilan mahasiswa dan masyarakat asal Dogiyai di Nabire mempertanyakan, apakah bisa, seorang anggota dewan menjalankan tugas-tugas Ketua DPRD, seperti memimpin rapat internal, mewakili Ketua dalam urusan kepentingan daerah, hanya berdasarkan sebuah rekomendasi dari partai. Sementara dua pimpinan, Wakil Ketua I, Ferdinan Gobay dan Wakil Ketua II, Markus Mote, tidak sakit dan aktif menjalankan tugas. Apakah tidak bisa, dua pimpinan lain mengganti pekerjaan tugas Ketua selama Ketua masih sakit dan berhalangan hadir. Karena, pimpinan dewan bersifat kolektif sehingga ketika Ketua berhalangan, tugas Ketua dijalankan oleh dua pimpinan lain, bukan anggota. Untuk membuktikan pertanyaan masyarakat dan mahasiswa, acuannya, kedudukan anggota DPRD, DPRP, DPR dan DPD, acuannya di Undang Undang MD3 yang terakhir perubahannya tahun 2018. Pengalaman di tempat lain dan lazimnya, pimpinan DPRD di kabupaten/kota diangkat berdasarkan Surat Keputusan Gubernur. Dan melaksanakan tugas sebagai pimpinan setelah dilantik dalam Sidang Paripurna. Pada saat awal masa jabatan, pimpinan sementara mengusulkan nama-nama pimpinan ke Gubernur berdasarkan rekomendasi penunjukan dari partai pemenang Pemilihan  Umum Legislatif (Pileg) melalui Bupati/Walikota. Gubernur mengeluarkan SK pimpinan dewan berdasarkan rekomendasi partai politik dan pengantar dari Bupati/Walikota. Selama belum ada SK Gubernur tentang pimpinan DPRD, kegiatan dewan dipimpin oleh pimpinan sementara (biasanya anggota tertua dan termuda). Sekalipun sudah ada SK Gubernur tetapi belum dilaksanakan pelantikan, tugas pimpinan masih dijalankan oleh pimpinan sementara. Berbeda dengan ketika pergantian pimpinan dilakukan sebagai pengganti antar waktu. Anggota DPRD bisa diganti apabila memenuhi salah satu dari 3 syarat pengantian anggota. Salah satunya, meninggal dunia. Pengganti antar waktu (PAW) berdasarkan nomor urut perolehan suara (mulai pemilu 2009) di dalam satu daerah pemilihan. Proses PAW, diusulkan oleh partai yang bersangkutan, berdasarkan rekomendasi penunjukan oleh Dewan Pengurus Pusat. DPRD setempat memproses PAW berdasarkan surat dari partai dengan meminta pengantar dari Bupati/Walikota sebelum Gubernur menetapkan anggota DPRD pengganti antar waktu. Demikian juga dengan proses penggantian pimpinan. Partai mengusulkan nama pimpinan pengganti kepada DPRD setempat. Berdasarkan penunjukkan partai, DPRD memproses ke Gubernur dengan meminta pengantar dari Bupati/Walikota. Gubernur menerbitkan SK Pimpinan pengganti antar waktu berdasarkan pengantar Bupati/Walikota dan rekomendasi partai politik yang bersangkutan. Selama belum ada rapat internal dewan dan belum ada pengantar dari Bupati/Walikota, dan belum ada SK dari Gubernur, rekomendasi partai hanya rekomendasi biasa, hanya sebatas usulan. Kalaupun sudah ada SK Gubernur, selama tidak ada pelantikan pimpinan DPRD dalam sidang paripurna istimewa, yang bersangkutan bukan pimpinan dewan, masih anggota sehingga tidak bisa menjalankan tugas-tugas pimpinan dewan termasuk Ketua DPRD. Anggota DPRD yang bersangkutan sah sebagai Ketua setelah dilantik dan diambil sumpah di dalam Sidang Paripurna. Selama proses panjang ini tidak dilalui, belum bisa berbuat banyak. (ans)
Suroso  Selasa, 1 Mei 2018 9:42
MEMBENTUK GENERASI BANGSA YANG BERCORAK PAPUA
Oleh Ernest Pugiye Anak-anak asli Papua (selanjutnya akan disebut anak-anak Papua) sebagai generasi penerus bangsa masih nampak kehilanga
Suroso  Selasa, 16 Oktober 2018 3:52
Orang Papua Harus Bangkit Dengan Potensi Tambangnya
Oleh : John Gobai ORANG Papua harus bangkit dengan tambangnya. Sesuai judul tersebut, diperlukan suatu upaya sistematis dari Pemerintah
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS PIALA KEMERDEKAAN
 Senin, 20 Agustus 2018 23:20

PBSI Kabupaten Nabire akan menggelar Kejuaraan Bulutangkis Piala Kemerdekaan tingkat Kabupaten Nabire.

Kejuaraan yang akan mempertandingkan KELAS YUNIOR dan KELAS SENIOR akan digelar mulai tanggal 25 Agustus 2018.

KELAS YUNIOR :

1. Kelompok Beregu SD kelas 1 s/d kelas 3 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

2. Kelompok Beregu SD kelas 4 s/d kelas 6 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

3. Kelompok Beregu SMP kelas 7 s/d kelas 9 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

KELAS SENIOR :

1. Ganda Putra Kategori A

2. Ganda Putra Kategori B

3. Ganda Putra Kategori C

HAHAEEE...
Tra Bisa Reuni
 Selasa, 17 April 2018 4:40

Ada tete satu dia ada kasih nasehat dia pu cucu yang ada pamalas sekolah.

Tete : "Cucu... kamu itu harus sekolah tra boleh pamalas"

Cucu : "Memang kenapa tete kalo sa malas sekolah ?"

Tete : "Adooooohhh cucu ……. sekolah itu sangat penting !  Kalo ko tram au sekolah, besok kalau su besar kamu mau reuni deng siapa ?"

Populer

Sidang WNA China Masih Periksa Saksi
Suroso  Rabu, 17 Oktober 2018 22:49
KPU Intan Jaya Lantik PPD dan PPS
Suroso  Rabu, 17 Oktober 2018 22:45
Enam Suku Besar Ancam Hentikan Aktivitas KPU Nabire
Suroso  Selasa, 23 Oktober 2018 22:58

Info Loker