Home Pemda Intan Jaya Dua Tahun Berturut-Turut, Intan Jaya Peroleh Opini WDP

Dua Tahun Berturut-Turut, Intan Jaya Peroleh Opini WDP

Suroso  Sabtu, 12 Mei 2018 23:47
Dua Tahun Berturut-Turut, Intan Jaya Peroleh Opini WDP
JAYAPURA – Kabupaten Intan Jaya kembali mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Papua. Hal ini merupakan upaya kerja keras dari pemerintah daerah yang berada di wilayah pegunungan ini. Hal ini seperti diakui Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si. Terkait dengan perolehan opini WDP untuk Kabupaten Intan Jaya ini, lanjut Bupati Natalis Tabuni, terdapat dua hal yang masih menjadi kendala bagi pemerintahannya saat ini. Yaitu terkait keberadaan aset bergerak yang masih berada di Nabire dan belum naik ke Intan Jaya. Dan juga aktifitas perkantoran yang belum bisa berjalan maksimal pasca Pilkada. Beberapa perkantoran belum dapat bekerja karena masyarakat minta seluruh lokasi wilayah itu dibayar puluhan miliar rupiah. Kedua hal ini menjadi kendala, namun demikian pengelolaan keuangan lain berjalan aman. Meninggung soal asset bergerak, jelas Bupati Tabuni, yakni kendaraan roda empat. Aset bergerak berupa kendaraan roda empat yang masih ada di Nabire alias terjadi keterlambatan pemindahaan aset kendaraan dinas tersebut karena akses jalan raya dari Nabire ke Intan Jaya belum rampung. Lebih lanjut dikatakan, aktifitas pemerintahan pasca Pilkada, pihaknya bersama masyarakat telah membuat pernyataan damai. Pernyataan damai tersebut menjadi jaminan agar pemerintahan dan aktifitas masyarakat di Intan Jaya dapat berjalan sebagimana mestinya. “Kami bersama masyarakat sudah membuat pernyataan siap damai, lepas busur dan anak panah. Saya juga sudah melakukan pemantauan di kantor bupati dan sejumlah perkantoran lainnya. Dan saya juga sudah perintahkan agar masing-masing OPD naik dan berkantor di atas,” ujarnya. Bahkan, lanjut bupati, pihaknya juga telah mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi bangunan, pasca aksi bakar kantor saat Pilkada. Pihaknya menargetkan akan selesai pada tahun ini. Seperti diberitakan sebelumnya, empat kabupaten di wilayah Lapago dan Meepago mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2017, yang diserahkan di Kota Jayapura, Rabu (9/5/2018). Keempat kabupaten tersebut adalah Pegunungan Bintang, Yalimo, Puncak Jaya, dan Intan Jaya. Dikatakan Kepala Perwakilan BPK Provinsi Papua, Adi Sudibyo, daerah yang mendapatkan opini WDP memiliki permasalahan yang jamak. “Masalah aset, kesediaan…ya masalah yang jamak di Papua seperti kas dan pertanggung jawaban keuangan yang belum lengkap,” katanya pada acara penyerahan LHP BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2017 pada pemerintah Kabupaten/Kota Se-Provinsi Papua di Jayapura, Rabu. Selain itu, kata Adi Sudibyo, masih banyak masalah pada realisasi belanja modal yang tidak sesuai target. “Banyak realisasi belanja modal yang terlambat, tidak tepat waktu. Jangan sampai sudah dibayar lebih tapi hasilnya tidak tepat waktu sesuai yang diharapkan,” ucarnya. Adi meminta para kepala daerah khususnya yang memperoleh opini WDP untuk lebih serius dalam meningkatkan kinerja untuk mengatasi masalah seperti yang telah disebutkan. Adi menambahkan, pihaknya baru melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah diantaranya, Pemerintah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Pegunungan Bintang, Yalimo, Lanny Jaya, Jayawijaya, Supiori, Kepulauan Yapen, Asmat, Nabire, Intan Jaya, Mimika, dan Kabupaten Merauke. Dari hasil pemeriksaan tersebut, delapan daerah mendapatkan opini WTP yaitu, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Jayawijaya, Kepulauan Yapen, Asmat, Nabire, Mimika, dan Merauke. Sedangkan enam daerah yang mendapatkan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas LKPD diantaranya Kabupaten Pegunungan Bintang, Keerom, Yalimo, Lanny Jaya, Supiori, dan Intan Jaya. (ist)
Suroso  Minggu, 24 Maret 2019 7:14
Banyak Potensi Tak Didukung Program Pembinaan
Apa Kabar Sepak Bola di Wilayah Meepago? (1)  GAIRAH sepak bola di wilayah Meepago kian redup, setidaknya selama beberapa tahun terakhi
Suroso  Minggu, 24 Maret 2019 7:15
Bocah Kampung dan Sepak Bola
Oleh: Nomen Douw Cerita yang menyenangkan di sebuah kampung yang terdapat di kaki gunung Kemuge. Kemuge adalah sebutan orang di kampung itu,
Agenda Nabire
Kapolres Nabire Champion Series
 Minggu, 17 Februari 2019 21:3

Grasstrack & Motorcross Kapolres Nabire Champion Series

Akan diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 17 Maret 2019

Bertempat di Sirkuit Bumi Mulia SP C

Kelas yang diperlombakan : Bebek Standar pemula 110 cc s/d 125 cc, Bebek Modifikasi 110 cc 4Tak Non Kategori, Bebek Modifikasi 125 cc 4Tak Non Kategori,Sport & Trail 2Tak s/d 150 cc dan 4Tak s/d 200 cc, KLX s/d 200 cc, Bebek Modifikasi Mix 2Tak s/d 116 cc dan 4Tak s/d 125 cc, FFA Non SE, Special Engine, Exhibition Non Pembalap/Lokal Nabire, FFA + SE/Lokal Nabire, Bebek 4Tak 110 cc s/d 125 cc/Lokal Nabire.

Memperebutkan total hadiah 150 Juta Rupiah.

Hubungi : Irwanto 0852 5490 9827, Habibi 0811 4833 349

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Info Loker