Home Nabire WTP Dua Kali Tapi DPRD Masih Mengemis

WTP Dua Kali Tapi DPRD Masih Mengemis

Suroso  Senin, 14 Mei 2018 22:36
WTP Dua Kali Tapi DPRD Masih Mengemis
NABIRE – Kabupaten Nabire kembali mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kedua kalinya oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Papua, tetapi kenyataannya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire masih mengemis kepada Bupati untuk membiayai kegiatan anggota legilatif. Belum lagi, kesulitan yang dihadapi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan eksekutif. Oleh karena itu, beberapa anggota mempertanyakan, pemberiaan opini WTP oleh BPK-RI Perwakilan Papua kepada Nabire.Anggota DPRD Kabupaten Nabire, Maria MP Alom di Sekretariat DPRD, Senin (14/5) mengatakan heran dengan opini WTP yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Nabire. Karena, anggota DPRD saja masih mengemis kepada Bupati untuk membiayai kegiatan anggota legislatif. Apalagi, OPD di lingkungan Pemkab Nabire, lebih susah.Alom menambahkan, baru masuk triwulan kedua tetapi kondisi anggaran daerah dalam kondisi memprihatinkan. Anggota DPRD yang seharusnya lembaga yang bisa mengelola keuangan sendiri saja masih mengemis kepada Bupati Nabire. Beberapa kegiatan yang sudah dikerjakan oleh anggota dewan dalam tahun ini saja belum dibayar. Karena, anggota dewan menjalankan tugas dengan bon, dibayar setelah selesai kegiatan. Hingga saat ini, hutang kegiatan anggota dewan belum dibayar oleh eksekutif.Selain anggota dewan mengemis ke Bupati, legislator dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini menyebut, sebagian OPD juga mengeluh dengan dana operasional, hingga saat ini pemerintah belum membayar uang ujian akhir tahun pelajaran kepada guru di daerah ini, dan Uang Lauk Pauk (ULP) dari seluruh Aparatur Sipil Negera (ASN) di daerah ini.Maria Alom juga mempertanyakan pemberian opini WTP kepada Pemkab Nabire. Karena, menjelang berahkirnya triwulan pertama, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nabire menyatakan dana di kas daerah kosong. Penilaiannya dari mana, BPK Perwakilan Papua bisa memberikan opini WTP kepada Nabire. Sebelumnya, anggota DPRD Nabire, Drs Anselmus Petrus Youw dalam kesempatan terpisah menilai, opini WTP yang diberikan BPK kepada Pemkab Nabire karena dibeli. Pemerintah membeli opini WTP kepada BPK Perwakilan Papua. Karena, kalau BPK mau mengecek secara fisik ke lapangan, tidak mungkin Nabire mendapat peringkat WTP dalam pengelolaan keuangan daerah. BPK tidak mengecek fisiknya ke lapangan tetapi opini WTP diberikan hanya berdasarkan laporan keuangan yang semuanya beres.Keraguan terhadap pemberian opini WTP yang diraih Pemkab Nabire juga dipertanyakan oleh beberapa pimpinan OPD secara terpisah dalam waktu yang berbeda dengan membandingkan tertibnya pengelolaan keuangan daerah khususnya kepada OPD dalam tahun lalu dan tahun anggaran ini. (ans)
Suroso  Minggu, 17 Februari 2019 20:34
Menanti Saat Seleksi CASN Yang Tak Pasti
RASANYA lama betul, menanti saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengumumkan dimulainya seleksi penerimaan Calon Aparat Sipil Negara (CA
Suroso  Selasa, 16 Oktober 2018 3:52
Orang Papua Harus Bangkit Dengan Potensi Tambangnya
Oleh : John Gobai ORANG Papua harus bangkit dengan tambangnya. Sesuai judul tersebut, diperlukan suatu upaya sistematis dari Pemerintah
Agenda Nabire
Kapolres Nabire Champion Series
 Minggu, 17 Februari 2019 21:3

Grasstrack & Motorcross Kapolres Nabire Champion Series

Akan diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 17 Maret 2019

Bertempat di Sirkuit Bumi Mulia SP C

Kelas yang diperlombakan : Bebek Standar pemula 110 cc s/d 125 cc, Bebek Modifikasi 110 cc 4Tak Non Kategori, Bebek Modifikasi 125 cc 4Tak Non Kategori,Sport & Trail 2Tak s/d 150 cc dan 4Tak s/d 200 cc, KLX s/d 200 cc, Bebek Modifikasi Mix 2Tak s/d 116 cc dan 4Tak s/d 125 cc, FFA Non SE, Special Engine, Exhibition Non Pembalap/Lokal Nabire, FFA + SE/Lokal Nabire, Bebek 4Tak 110 cc s/d 125 cc/Lokal Nabire.

Memperebutkan total hadiah 150 Juta Rupiah.

Hubungi : Irwanto 0852 5490 9827, Habibi 0811 4833 349

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Pemilu Tahun 2019, Pemilu yang Berat di Indonesia
Suroso  Kamis, 17 Januari 2019 22:16
KPU Lantik PPD Se Nabire, Dua Anggota Dicoret
Suroso  Kamis, 17 Januari 2019 22:21
Anggota Kodim Terlibat Narkoba, Langsung Pecat!
Suroso  Kamis, 17 Januari 2019 22:19
Merusak atau Menghilangkan APK Kena Sangsi Pidana
Suroso  Kamis, 17 Januari 2019 22:23
Kebijakan KPU Pusat Imbas ke Rakyat Kecil
Suroso  Rabu, 6 Februari 2019 20:11

Info Loker