Home Nabire Komisi C: Lanjutkan Pembatas Jalur Hijau Dalam Kota

Komisi C: Lanjutkan Pembatas Jalur Hijau Dalam Kota

Suroso  Rabu, 16 Mei 2018 21:41
Komisi C: Lanjutkan Pembatas Jalur Hijau Dalam Kota
NABIRE – Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, Linus Doo,SE meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire melalui instansi teknis untuk melanjutkan pembangunan pembatas jalur hijau, pembatas antar jalan dua jalur di dalam kota, terutama jalan Oyehe – Siriwini. Hal ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalan demi kenyaman bersama dan menghapus “jalan potong (Jalpot) dadakan” di beberapa titik.Linus Doo saat dihubungi di ruang kerjanya, Rabu (16/5) mengatakan pembatas jalur yang sudah dibangun di tengah kota sudah baik sehingga tidak ada lagi warga yang bisa menyeberang jalur lewat jalpot tetapi melalui tempat yang sudah disediakan. Tetapi di jalaur hijau yang tidak selesai dengan pembatas jalur, ditemukan banyak jalpot. Dan itu, bukan hanya di jalaur hijau yang tidak ada pembatas jalur tetapi juga di sekitar jalur hijau yang sudah ada pembatas jalaur tetapi belum tuntas dan pembatasnya tidak kuat.Oleh sebab itu, Linus Doo meminta agar pemerintah membangun pembatas jalur jalan dua jalur dari Oyehe ke daerah Siriwini. Pembatas jalan tersebut harus kuat segingga sulit dijebol warga untuk membuat jalpot. “Bahannya harus kuat supaya tidak mudah runtuh dan buat jalan potong,” pintanya.Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga meminta kepada instansi terkait untuk mengawasi munculnya jalpot dadakan di jalur hijau. Karena, dengan adanya jalpot di jalur hijau bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas di jalan.Oleh sebab itu, ia meminta Dinas Perhubungan dan Satuan Lantas Polres Nabire bersama-sama dengan Polisi Pamong Praja (Pol PP) untuk mengawasi dan melarang pemakai jalan khususnya pengendara kendaraan roda untuk memotong jalan di Jalpot dengan ketertiban berlalu lintas dan keselamatan bersama.Menurut pengamatan, proyek pembatas jalan dari Siriwini ke Oyehe terkesan “timbul tenggelam”. Karena, sudah dua tahun proyek ini ditangani pemerintah tetapi belum juga tembus hingga Malompo dari Siriwini. Tak cuma itu, material yang sudah disusun saat “setengah” pekerjaan itu terkesan mudah dijebol warga pengendara kendaraan roda dua. Sebab beberapa titik diantara, hanya ditempatkan begitu saja tanpa disekat dengan campuran.Akibat tidak tuntasnya pekerjaan pembatas jalur hijau dari Siriwini ke Oyehe, warga juga pertanyakan, apakah dananya kurang sehingga pekerjaannya “timbul tenggelam” atau dananya sudah ada tetapi menjadi proyek “main-main”.Untuk menangkal tanggapan miring dari warga, Ketua Komisi C, Linus Doo meminta Pemkab Nabire untuk membangun pembatas jalur hijau sepanjang jalan dari Oyehe ke Siriwini dengan material yang kuat sehingga jalur hijau aman ada ketertiban di jalan raya. (ans)
Suroso  Minggu, 17 Februari 2019 20:34
Menanti Saat Seleksi CASN Yang Tak Pasti
RASANYA lama betul, menanti saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengumumkan dimulainya seleksi penerimaan Calon Aparat Sipil Negara (CA
Suroso  Selasa, 16 Oktober 2018 3:52
Orang Papua Harus Bangkit Dengan Potensi Tambangnya
Oleh : John Gobai ORANG Papua harus bangkit dengan tambangnya. Sesuai judul tersebut, diperlukan suatu upaya sistematis dari Pemerintah
Agenda Nabire
Kapolres Nabire Champion Series
 Minggu, 17 Februari 2019 21:3

Grasstrack & Motorcross Kapolres Nabire Champion Series

Akan diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 17 Maret 2019

Bertempat di Sirkuit Bumi Mulia SP C

Kelas yang diperlombakan : Bebek Standar pemula 110 cc s/d 125 cc, Bebek Modifikasi 110 cc 4Tak Non Kategori, Bebek Modifikasi 125 cc 4Tak Non Kategori,Sport & Trail 2Tak s/d 150 cc dan 4Tak s/d 200 cc, KLX s/d 200 cc, Bebek Modifikasi Mix 2Tak s/d 116 cc dan 4Tak s/d 125 cc, FFA Non SE, Special Engine, Exhibition Non Pembalap/Lokal Nabire, FFA + SE/Lokal Nabire, Bebek 4Tak 110 cc s/d 125 cc/Lokal Nabire.

Memperebutkan total hadiah 150 Juta Rupiah.

Hubungi : Irwanto 0852 5490 9827, Habibi 0811 4833 349

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Kebijakan KPU Pusat Imbas ke Rakyat Kecil
Suroso  Rabu, 6 Februari 2019 20:11
Menanti Saat Seleksi CASN Yang Tak Pasti
Suroso  Minggu, 17 Februari 2019 20:34
Gubernur Papua Lantik Bupati dan Wakil Bupati Deiyai
Suroso  Kamis, 21 Februari 2019 9:33
KPU Dogiyai Terima Logistik Pemilu 2019
Suroso  Jumat, 22 Februari 2019 2:8
Ketua Bawaslu Intan Jaya Kritik Aksi Warga Soal DPT
Suroso  Minggu, 24 Februari 2019 19:51

Info Loker