Home Nabire DPRD Nabire Pertanyakan Penyelesaian Jembatan Nabire

DPRD Nabire Pertanyakan Penyelesaian Jembatan Nabire

Suroso  Rabu, 16 Mei 2018 21:43
DPRD Nabire Pertanyakan Penyelesaian Jembatan Nabire
NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire mempertanyakan penyelesaian jembatan Kali Nabire yang jatuh akibat banjir dua tahun lalu. Sebab, setelah mulai ditangani perbaikannya ternyata terhenti lagi.Penyelesaian jembatan di Jalan Nasional ini tidak hanya masyarakat di Nabire tetapi menjadi perhatian pemerintah pusat. Bahkan ketika Presiden Joko Widodo ke Nabire beberapa bulan lalu, berkenan melihat secara langsung penyelesaian jembatan ini.Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Nabire, Linus Doo,SE saat ditanyai soal penyelesaian jembatan kali Nabire, di ruang kerjanya, Rabu (16/5) mengatakan dewan sudah mempertanyakan masalah ini ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Papua dan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU). Karena, jembatan tersebut berada di jalan nasional sehingga menjadi tanggungjawab pemerintah pusat melalui Kemen PU. “Kalau itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, ada Bupati dan DPRD sehingga kita bisa percepat penanganannya. Tetapi masalahnya, jembatan ini tanggung jawab pemerintah pusat,” ujarnya.Ketua Komisi C ini mempertanyakan kelanjutan perbaikan jembatan karena, sudah mulai ditangani tahun lalu tetapi terhenti. Saat Presiden Jokowi ke Nabire juga sudah meninjau langsung sebagai bukti perhatian pemerintah pusat. Oleh sebab itu, seharusnya Kementerian yang terkait semestinya menindaklanjuti perhatian orang nomor 1 Indonesia dengan menindaklanjuti penyelesaiannya.Linus Doo mengharapkan pemerintah pusat melalui instansi teknis agar segera melanjutkan perbaikannya agar kembali jalan normal. Karena, jembatan tersebut merupakan penunjang jalan antar kabupaten terutama dengan beberapa kabupaten di wilayah pegunugan tengah bagian barat Papua.Selain jembatan kali Nabire, Linus Doo juga mengharapkan perhatian pemerintah pusat untuk terus memperhatikan kondisi jalan dan jembatan di jalan Nasional terutama jalan Trans Papua.Menurut keterangan sumber lain, penanganan jembatan Kali Nabire tertunda beberapa waktu karena saat jembatan tersebut jatuh akibat banjir setelah Nabire diguyur dengan hujan berat, karena kelalaian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang tidak mengkategorikan musibah tersebut sebagai darurat. Akibatnya, BPBN tidak memasukkan jatuhnya jembatan Kali Nabire sebagai musibah yang perlu ditangani segera sehingga perbaikannya lewat proyek dari instansi teknis.Akibat kelalain kepala BPBD saat itu, perbaikan jembatan Kali Nabire memakan waktu yang lama, tergantung masuk tidaknya proyek perbaikan jembatan kali Nabire oleh kementerian terkait lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). (ans)
Suroso  Minggu, 17 Februari 2019 20:34
Menanti Saat Seleksi CASN Yang Tak Pasti
RASANYA lama betul, menanti saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengumumkan dimulainya seleksi penerimaan Calon Aparat Sipil Negara (CA
Suroso  Selasa, 16 Oktober 2018 3:52
Orang Papua Harus Bangkit Dengan Potensi Tambangnya
Oleh : John Gobai ORANG Papua harus bangkit dengan tambangnya. Sesuai judul tersebut, diperlukan suatu upaya sistematis dari Pemerintah
Agenda Nabire
Kapolres Nabire Champion Series
 Minggu, 17 Februari 2019 21:3

Grasstrack & Motorcross Kapolres Nabire Champion Series

Akan diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 17 Maret 2019

Bertempat di Sirkuit Bumi Mulia SP C

Kelas yang diperlombakan : Bebek Standar pemula 110 cc s/d 125 cc, Bebek Modifikasi 110 cc 4Tak Non Kategori, Bebek Modifikasi 125 cc 4Tak Non Kategori,Sport & Trail 2Tak s/d 150 cc dan 4Tak s/d 200 cc, KLX s/d 200 cc, Bebek Modifikasi Mix 2Tak s/d 116 cc dan 4Tak s/d 125 cc, FFA Non SE, Special Engine, Exhibition Non Pembalap/Lokal Nabire, FFA + SE/Lokal Nabire, Bebek 4Tak 110 cc s/d 125 cc/Lokal Nabire.

Memperebutkan total hadiah 150 Juta Rupiah.

Hubungi : Irwanto 0852 5490 9827, Habibi 0811 4833 349

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Kebijakan KPU Pusat Imbas ke Rakyat Kecil
Suroso  Rabu, 6 Februari 2019 20:11
Menanti Saat Seleksi CASN Yang Tak Pasti
Suroso  Minggu, 17 Februari 2019 20:34
Gubernur Papua Lantik Bupati dan Wakil Bupati Deiyai
Suroso  Kamis, 21 Februari 2019 9:33
KPU Dogiyai Terima Logistik Pemilu 2019
Suroso  Jumat, 22 Februari 2019 2:8
Ketua Bawaslu Intan Jaya Kritik Aksi Warga Soal DPT
Suroso  Minggu, 24 Februari 2019 19:51

Info Loker