Home Papua LUKMEN Siap Dilantik, Pasca Putusan MK

LUKMEN Siap Dilantik, Pasca Putusan MK

Suroso  Jumat, 10 Agustus 2018 0:59
LUKMEN Siap Dilantik, Pasca Putusan MK
JAKARTA,- Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan selanya menyatakan menolak gugatan yang diajukan oleh pasangan calon nomor dua pada pemilihan kepala daerah (pilkada) propinsi Papua. Paslon nomor urut dua Jhon Wempi Wetipo - Habel Melkias Suwae .Mahkamah konstitusi dalam sidang yang digelar Kamis (9/8), dalam amar putusannya menyatakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan, Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5898), menyatakan permohonan Pemohon tidak dapat diterima. Gugatan Tidak Memenuhi Syarat Perselisihan Suara. Hakim menjelaskan bahwa berdasarkan Pasal 158 ayat (1) UU 10/2016 juncto Pasal 7 ayat (2) PMK 5/2017, syarat selisih suara adalah 1,5 persen."Sesuai dengan data kependudukan Provinsi Papua sebanyak 3.207.444 (tiga juta dua ratus tujuh ribu empat ratus empat puluh empat) jiwa, sehingga berdasarkan Pasal 158 ayat (1) UU 10/2016 juncto Pasal 7 ayat (2) PMK 5/2017 maka perbedaan perolehan suara antara Pemohon dengan Pasangan Calon peraih suara terbanyak adalah paling banyak sebesar 1,5% dari total suara sah hasil penghitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh KPU Provinsi Papua," ujar Hakim.Dikatakan lebih lanjut bahwa merujuk jumlah DPT Provinsi Papua sejumlah 3.409.445 DPT atau jika merujuk pada jumlah pemilih yang tercantum dalam DC1-KWK adalah berjumlah 3.447.808. Jika kemudian kita hubungkan dengan jumlah penduduk Provinsi Papua yang sejumlah 3.207.444, maka yang menjadi pertanyaan adalah mengapa DPT atau jumlah pemilih dalam Pilkada Provinsi Papua jumlahnya melebihi penduduk Provinsi Papua secara keseluruhan? Berarti patut diduga jumlah pemilih yang tercantum dalam DC1-KWK tersebut adalah “pemilih tak bertuan” dan bahkan bisa dipastikan masyarakat Papua yang tercantum atau ikut dalam pemilihan termasuk pula adalah anak-anak kecil yang tidak memiliki hak pilih."Total suara sah hasil penghitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh KPU Provinsi Papua adalah sebesar 2.871.547 (dua juta delapan ratus tujuh puluh satu lima ratus empat puluh tujuh) suara, sehingga perbedaan perolehan suara sah antara Pemohon dengan pasangan calon peraih suara terbanyak adalah paling banyak 1,5% x 2.871.547 suara sah = 43.073 (empat puluh tiga ribu tujuh puluh tiga) suara."Selisih suara telah melebihi ambang batas sehingga memperhatikan Pemohon tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan permohonan aquo dan pokok permohonan tidak dipertimbangkan. Mahkamah menyatakan menolak gugatan pemohon," ujar Hakim ketua seraya mengetuk palu sidang.Sidang ini dihadiri  oleh Sembilan Hakim Konstitusi yaitu Anwar Usman, selaku Ketua merangkap anggota, Aswanto, Saldi Isra, Manahan M.P Sitompul, Arief Hidayat, I Dewa Gede Palguna,  Maria Farida Indrati, Suhartoyo, dan Wahiduddin Adams, masing-masing sebagai anggota. (ist)
Suroso  Selasa, 1 Mei 2018 9:42
MEMBENTUK GENERASI BANGSA YANG BERCORAK PAPUA
Oleh Ernest Pugiye Anak-anak asli Papua (selanjutnya akan disebut anak-anak Papua) sebagai generasi penerus bangsa masih nampak kehilanga
Suroso  Selasa, 16 Oktober 2018 3:52
Orang Papua Harus Bangkit Dengan Potensi Tambangnya
Oleh : John Gobai ORANG Papua harus bangkit dengan tambangnya. Sesuai judul tersebut, diperlukan suatu upaya sistematis dari Pemerintah
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS PIALA KEMERDEKAAN
 Senin, 20 Agustus 2018 23:20

PBSI Kabupaten Nabire akan menggelar Kejuaraan Bulutangkis Piala Kemerdekaan tingkat Kabupaten Nabire.

Kejuaraan yang akan mempertandingkan KELAS YUNIOR dan KELAS SENIOR akan digelar mulai tanggal 25 Agustus 2018.

KELAS YUNIOR :

1. Kelompok Beregu SD kelas 1 s/d kelas 3 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

2. Kelompok Beregu SD kelas 4 s/d kelas 6 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

3. Kelompok Beregu SMP kelas 7 s/d kelas 9 (2 tunggal putra dan 1 tunggal putri)

KELAS SENIOR :

1. Ganda Putra Kategori A

2. Ganda Putra Kategori B

3. Ganda Putra Kategori C

HAHAEEE...
Tra Bisa Reuni
 Selasa, 17 April 2018 4:40

Ada tete satu dia ada kasih nasehat dia pu cucu yang ada pamalas sekolah.

Tete : "Cucu... kamu itu harus sekolah tra boleh pamalas"

Cucu : "Memang kenapa tete kalo sa malas sekolah ?"

Tete : "Adooooohhh cucu ……. sekolah itu sangat penting !  Kalo ko tram au sekolah, besok kalau su besar kamu mau reuni deng siapa ?"

Populer

Bupati Lantik Sejumlah Pejabat
Suroso  Senin, 27 Agustus 2018 21:33
Di Nabire Penjualan Togel Masih Marak
Suroso  Kamis, 30 Agustus 2018 19:46
Abrasi Pantai Nabire Sangat Menakutkan
Suroso  Rabu, 29 Agustus 2018 20:27

Info Loker