Home Papua ISWA Siap Mengekspor Kayu Secara Berkelanjutan

ISWA Siap Mengekspor Kayu Secara Berkelanjutan

Suroso  Senin, 27 Agustus 2018 22:39
ISWA Siap Mengekspor Kayu Secara Berkelanjutan
Jayapura,- Ketua Indonesia Sawmill and Wood Working Association/Asosiasi Pengusaha Kayu Gergajian dan Kayu Olahan Indonesia (ISWA) Provinsi Papua, Daniel Gerden mengaku pihaknya sangat siap melakukan ekspor kayu secara berkelanjutan ke negara tujuan. Namun kesiapan itu membutuhkan dukungan pemerintah agar ekspor dapat terus berjalan dan dapat memenuhi permintaan pasar. “Persoalan kami ada beberapa instansi yang melakukan verifikasi produk kita, ini yang belum ada di Papua, seperti Sucofindo yang bertugas melakukan pemeriksaan, pengawasan, pengujian dan pengkajian, oleh sebab itu kami ingin perusahaan itu ada di Papua, “jelas Daniel, di Kota Jayapura, Papua, Jumat (24/8/2018). Daniel menyebut, setiap akan melakukan ekspor pihaknya mendatangkan petugas dari luar Papua yang akan melakukan verifikasi kelayakan produk sebelum di ekspor. Selain Sucofindo, Daniel juga menginginkan fumigasi karantina ada di Papua. Kedua instansi itu, kata dia, sangat dibutuhkan apabila akan melakukan ekspor. “Kalau bisa setiap dua minggu sekali kami melakukan ekspor ke negara tujuan, tapi instansi itu belum ada di Papua, persoalanya bagian fumigasi juga kita datangkan dari Surabaya,“ ucap Daniel. Adapun kayu olahan yang diekspor ISWA per bulan sebanyak 20-30 kontainer atau sekitra 600 kubik. Ekspor ke negara tujuan yakni Sanghai, Taiwan dan Australia. Namun, kata Daniel, volume terbesar ke Sanghai, China. Menjawab keluhan ISWA, Menteri BUMN , Rini Soemarno seusai melepas ekspor langsung kayu olahan jenis merbau ke Sanghai, China mengatakan segera menghadirkan Sucofindo di Papua agar ekspor terus meningkat. “Untuk pengiriman kayu merbau ini sangat bagus, sebelumnya melalui Surabaya lantaran belum ada Sucofindo yang bertugas melakukan pengecekan disini, tapi karena ini sudah ekspor langsung, segera kami hadirkan perusahaan BUMN itu disini, juga fumigasi karantina yang akan melakukan penyemprotan agar tidak ada rayap pada kayu yang diekspor, “terang Rini. “Jadi nantinya tidak harus datangkan orang dari Surabaya untuk melakukan itu lagi, jika keduanya sudah ada disini, proses verifikasi bisa langsung dilakukan disini, dengan demikian ekspor Papua semakin meningkat, “kata Rini menambahkan. Rini berjanji dalam waktu dua bulan akan menghadirkan dua perusahaan itu bersamaan dengan kedatangannya kembali ke Papua untuk memasang listrik di desa-desa yang telah disurvei oleh ratusan tim Ekspedisi Papua Terang.(Laporan: Zulkifli)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Minggu, 8 September 2019 21:59
Urgensi Aklererasi Implementasi E-Government di Kabupaten Intan Jaya
Oleh: Asir Mirip, S.Pd.M.Si*Urgensi dan RelevansiMakalah ini bertujuan untuk menawarkan salah satu solusi strategis untuk mengatasi persoala
Agenda Nabire
KEJUARAAN OLAHRAGA KABUPATEN
 Selasa, 20 Agustus 2019 22:0

Kejuaraan Olahraga Kabupaten Nabire tahun 2019 akan diselenggarakan SEPTEMBER-OKTOBER 2019

Cabang Olahraga Yang Dipertandingkan :

1. Bulutangkis

2. Bola Voley

3. Sepak Takraw

4. Pencak Silat

5. Karate

6. Taekwondo

Tempat Pendaftaran di Kantor KONI Nabire setiap jam kerja (09.00 WIT s/d 15.00 WIT)

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Pasangan Papuapos Juarai Kategori B
Suroso  Selasa, 23 Juli 2019 10:20
Ribuan Kartu Kis Akan Dibagikan Kembali ke Warga
Suroso  Jumat, 9 Agustus 2019 3:17
Massa Minta Mahasiswa Papua Dipulangkan
Suroso  Selasa, 20 Agustus 2019 21:54
Bupati Himbau Aksi Demo Dilakukan Damai Tak Anarkis
Suroso  Kamis, 22 Agustus 2019 5:58

Info Loker