Home Nabire LMA dan DAP Apresiasi Pengukuhan Pangdam, Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah

LMA dan DAP Apresiasi Pengukuhan Pangdam, Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah

Suroso  Selasa, 2 Oktober 2018 20:53
LMA dan DAP Apresiasi Pengukuhan Pangdam, Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah
NABIRE - Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Wilayah Saireri III dan Dewan Adat Papua (DAP) Daerah Nabire mengapresiasikan pengukuhan Panglima Komando Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih sebagai Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah Papua beberapa waktu lalu di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Pemberian apresiasi dari Tokoh Adat (Toda) itu seperti disampaikan, Ketua LMA Wilayah Saireri III Socrate Sayori dan Ketua Dewan Adat Papua Daerah Nabire Herman Sayori, kepada media ini kemarin. Dalam perbincangan lepas bersama awak media ini, kedua pentolan Toda asal Nabire ini mengemukakan beberapa hal, yang kiranya dapat dipahami bersama seluruh elemen adat di Papua khususnya. Dalam pernyataan mereka juga untuk memberi penjelasan terkait pemberitaan di media cetak harian Pasifik Post, edisi 27 September 2018 lalu oleh Ruben Magai (Ketua Komisi I DPR Papua), yang menolak penobatan Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos (Panglima Kodam XVII/Cenderawasih) sebagai Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah oleh Alex Doga (Kepala Suku Umum Assologaima) yang dilaksanakan pada 26 September 2018 di Lapangan Dankesanak Jalan Trans Wamena - Piramid Distrik Assologaima, Jayawijaya. Dikatakan Herman Sayori, tapal batas ada dua, yaitu yang pertama tapal batas administrasi pemerintah dan tapal batas mengenai kultur. Hati-hati dalam penyebutan tokoh adat maupun tokoh masyarakat, dimana pada intinya dewan adat maupun lembaga adat sendiri merupakan salah satu tokoh masyarakat di bidang politik. Untuk penyebutan dewan adat sendiri disetiap masing-masing daerah adalah satu provinsi, baik Papua maupun Papua Barat, namun yang membedakan adalah penyebutan daerah dari masing-masing kabupaten yang ada di wilayah pemerintahan. “Saya sendiri sudah bertemu Pangdam XVII/Cenderawasih pada saat kegiatan pengukuhan sebagai Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah, sekaligus saya menyampaikan kepada beliau bahwa kita di Papua pada khususnya bertahan dengan 3 pilar, dimana 3 pilar yang harus dijalankan bersama sama, yakni  Agama, Adat dan Pemerintah,” terangnya.Lanjut dia, ketiga pilar tersebut bertujuan untuk memperkecil masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Intinya bahwa kita bersama-sama mempertahanan wilayah NKRI. “Otsus itu diberikan untuk adat, sehingga diperkuat dengan MPR, untuk wilayah adat Nabire sendiri merupakan tanggung jawab saya sebagai Ketua Dewan Adat Papua Daerah Nabire. Kami selaku dewan adat selalu menjaga hubungan kepala-kepala suku yang berada di wilayah/daerah kami,” urainya.Wilayah adat Nabire sendiri, yang mempunyai hak ulayat ada 6 suku, yakni Suku Wate, Yamor, Yerisiam, Yaur,  Napan dan Teluk Umar. “Saya selaku Ketua DAP daerah Nabire sangat menyetujui dengan adanya pengangkatan Pangdam XVII/Cenderawasih sebagai Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah agar terciptanya situasi yang aman dan kondusif, khususnya di wilayah Pegunungan Tengah,” tambah Herman. Menanggapi pernyataan dari oknum anggota DPRD yang mengatakan tidak setuju dengan adanya pengangkatan Pangdam XVII/Cenderawasih tersebut, menurutnya, wajar-wajar saja jika ada oknum yang tidak menerima hal tersebut, sehingga yang perlu untuk kita ketahui bersama bahwa ini adalah sebuah penghargaan ataupun kepercayaan yang luar biasa dari masyarakat pegunungan tengah terhadap pengangkatan Pangdam XVII/Cenderawasih sebagai kepala suku besar. Meskipun panglima sendiri bukan warga pegunungan tengah, tapi ini adalah merupakan suatu pandangan yang baik dari dewan adat dari Suku Lepago (Pegunungan Tengah) dengan melaksanakan proses pengangkatan tersebut.Sementara itu, ditempat yang sama Socrates Sayori selaku Ketua LMAwilayah Saireri berpendapat, kehadiran kami selaku dewan adat daerah pada saat pengukuhan panglima merupakan suatu tujuan untuk menciptakan suatu keadaan di wilayah adat untuk tetap mempertahankan norma-norma serta aturan yang sebenarnya.Dimana, suatu kepala melakukan pengukuhan sebagai kepala suku besar kepada bapak Pangdam merupakan sesuatu yang wajar. Karena pembuat atau yang mengesahkan Surat Keputusan (SK) yang terima oleh kepala suku itu adalah Pangdam sendiri, sehingga tidak salah jika pengukuhan tersebut dilakukan. Dari penyampaian Ketua Komisi I DPRP, Ruben Magai tersebut, ia menyimpulkan, beliua (Ruben Magai) sendiri tidak mengerti dan memahami tentang dewan adat itu sendiri. “Sebenarnya harus dipahami mengenai pengukuhan kepala suku itu merupakan sesuatu hal yang baik, karena kepala suku yang ada di wilayah Papua itu semuanya dibawah kendali Pangdam XVII/Cenderawasih sebagai panglima tertinggi diantara kepala kepala suku yang ada di seluruh Provinsi Papua,” ujarnya. Dimana, lanjut dia, Pangdam sendiri sebagai panglima besar dan kepala suku ditiap tiap wilayah adat sebagai panglima yang mengatur wilayah adat masing-masing. Dan perlu juga dipahami, soal kepala-kepala suku itu bertindak atas dasar SK dari Pangdam.(wan)
Suroso  Minggu, 17 Februari 2019 20:34
Menanti Saat Seleksi CASN Yang Tak Pasti
RASANYA lama betul, menanti saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengumumkan dimulainya seleksi penerimaan Calon Aparat Sipil Negara (CA
Suroso  Selasa, 16 Oktober 2018 3:52
Orang Papua Harus Bangkit Dengan Potensi Tambangnya
Oleh : John Gobai ORANG Papua harus bangkit dengan tambangnya. Sesuai judul tersebut, diperlukan suatu upaya sistematis dari Pemerintah
Agenda Nabire
Kapolres Nabire Champion Series
 Minggu, 17 Februari 2019 21:3

Grasstrack & Motorcross Kapolres Nabire Champion Series

Akan diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 17 Maret 2019

Bertempat di Sirkuit Bumi Mulia SP C

Kelas yang diperlombakan : Bebek Standar pemula 110 cc s/d 125 cc, Bebek Modifikasi 110 cc 4Tak Non Kategori, Bebek Modifikasi 125 cc 4Tak Non Kategori,Sport & Trail 2Tak s/d 150 cc dan 4Tak s/d 200 cc, KLX s/d 200 cc, Bebek Modifikasi Mix 2Tak s/d 116 cc dan 4Tak s/d 125 cc, FFA Non SE, Special Engine, Exhibition Non Pembalap/Lokal Nabire, FFA + SE/Lokal Nabire, Bebek 4Tak 110 cc s/d 125 cc/Lokal Nabire.

Memperebutkan total hadiah 150 Juta Rupiah.

Hubungi : Irwanto 0852 5490 9827, Habibi 0811 4833 349

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Pemilu Tahun 2019, Pemilu yang Berat di Indonesia
Suroso  Kamis, 17 Januari 2019 22:16
KPU Lantik PPD Se Nabire, Dua Anggota Dicoret
Suroso  Kamis, 17 Januari 2019 22:21
Anggota Kodim Terlibat Narkoba, Langsung Pecat!
Suroso  Kamis, 17 Januari 2019 22:19
Merusak atau Menghilangkan APK Kena Sangsi Pidana
Suroso  Kamis, 17 Januari 2019 22:23
Kebijakan KPU Pusat Imbas ke Rakyat Kecil
Suroso  Rabu, 6 Februari 2019 20:11

Info Loker