Home Pemda Intan Jaya Pemkab Intan Jaya Gandeng UGM Susun Renstra Perangkat Daerah

Pemkab Intan Jaya Gandeng UGM Susun Renstra Perangkat Daerah

Suroso  Kamis, 11 Oktober 2018 21:16
Pemkab Intan Jaya Gandeng UGM Susun Renstra Perangkat Daerah
YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten Intan Jaya menggandeng PPKK Fisipol UGM, untuk penyusunan rancangan akhir Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah Kabupaten Intan Jaya.Dikatakan Bupati Natalis Tabuni, SS, M.Si pada sambutan penyusunan, Senin (8/10), dokumen Renstra perangkat daerah merupakan dokumen wajib yang harus dimiliki oleh setiap perangkat daerah. Dalam rangka menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya. Hal ini sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.Dikatakan, Renstra merupakan dokumen perencanaan 5 tahunan perangkat daerah sebagai implementasi dari dokumen Perencanaan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022. Oleh sebab itu dokumen Renstra hendaknya disusun sesuai dengan meknismenya dan substasinya sesuai dengan urusan pemerintahan yang diselenggarakan tanpa mengabaikan kondisi daerah.  Hal mendasar yang dijadikan dasar pertimbangan dalam penyusunan Renstra setiap OPD adalah kewenangan, kelembagaan dan kemampuan keuangan daerah.Dasar pertimbangan tersebut menjadi sangat penting, karena perencanaan pembangunan daerah diarahkan kepada program prioritas bukan kepada fungsi.  Pengalokasian anggaran didasarkan kepada program prioritas yang akan dilaksanakan perangkat daerah (money follow programme) bukan prinsip (money follow function).  Oleh karena itu penyusunan Renstra benar-benar mempedomani dokumen rancangan RPJMD Kabupaten Intan Jaya 2017-2022.Lebih jauh dikatakan bupati, tugas dan fungsi yang dijalankan dalam bentuk program/kegiatan adalah dalam rangka mewujudnyatakan visi dan misi kepala daerah. Sebagaimana Permendagri nomor 86 tahun 2017 bahwa dalam penyusunan Renstra sudah tidak ada lagi visi dan misi perangkat daerah, namun semua fokus dalam melaksanakan visi dan Misi kepala daerah. Hal yang penting juga adalah setiap OPD harus mampu menunjukkan capaian kinerja yang terukur berdasarkan indek kinerja kunci yang telah ditetapkan dalam peraturan pemerintah dan indikator capaian lainnya. Termasuk Indikator Kinerja Kunci (IKU) sebagai ukuran capaian dan tanggung jawab atas pelaksanaan urusan pemerintahan yang termuat dalam laporan SAKIP, LPPD dan LKPJ. “Capaian-capaian selama 2013-2017 yang telah dicapai agar dijadikan acuan atau potret untuk merencanakan capaian 5 tahun ke depan sehingga rencana yang dibuat benar-benar Realistis dan benar-benar dapat diwujudkan,” tuturnya.Dikemukakan bupati, dengan Renstra yang baik diharapkan hasil-hasil yang dicapai dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan rakyat Intan Jaya.  “Saya tidak ingin melihat Renstra perangkat daerah isinya program/kegiatan yang sinfatnya hanya belanja aparatur. Tetapi yang diharapkan adalah lebih besar pada porsi belanja publik yang mampu memberikan daya ungkit besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.Program atau kegiatan yang disajikan dalam Renstra OPD hendaknya tidak  menyajikan capaian yang tidak memberikan dampak besar terhadap  kesejahteraan masyarakat. “Selanjutnya saya harapkan agar Renstra perangkat daerah isinya ringkas, padat dan terukur guna memudahkan dalam pengendalian dan evaluasi serta memudahkan dalam input dalam ke dalam aplikasi e-planing,” kata dia.Pada kesempatan itu, bupati juga mengharapkan kepada para peserta yang telah jauh-jauh datang dari Intan Jaya ke Yogyakarta dengan biaya uang rakyat yang sangat besar, agar memperhatikan beberapa poin. Pertama, agar dokumen Renstra OPD dapat segera dituntaskan dan terintegrasi dengan dokumen RPJMD 2017-2022. Kedua, agar mengikuti kegiatan sampai selesai dengan tetap berkomitmen  memathui semua aturan disiplin yang ditetapkan PPKK Fisipol UGM. Ketiga, menjaga integritas sebagai ASN Intan Jaya dengan tidak melakukan  perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan nama baik ASN Intan Jaya.“Kepada PPKK Fisipol UGM, kami mohon agar dapat memberikan pendampingan secara maksimal sehingga dokumen ini dapat diselesaikan tepat waktu sehingga dapat kami limpahkan kepada DPRD untuk ditetapkan menjadi Perda,” harapnya. (ros)
Suroso  Minggu, 24 Maret 2019 7:14
Banyak Potensi Tak Didukung Program Pembinaan
Apa Kabar Sepak Bola di Wilayah Meepago? (1)  GAIRAH sepak bola di wilayah Meepago kian redup, setidaknya selama beberapa tahun terakhi
Suroso  Minggu, 24 Maret 2019 7:15
Bocah Kampung dan Sepak Bola
Oleh: Nomen Douw Cerita yang menyenangkan di sebuah kampung yang terdapat di kaki gunung Kemuge. Kemuge adalah sebutan orang di kampung itu,
Agenda Nabire
Kapolres Nabire Champion Series
 Minggu, 17 Februari 2019 21:3

Grasstrack & Motorcross Kapolres Nabire Champion Series

Akan diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 17 Maret 2019

Bertempat di Sirkuit Bumi Mulia SP C

Kelas yang diperlombakan : Bebek Standar pemula 110 cc s/d 125 cc, Bebek Modifikasi 110 cc 4Tak Non Kategori, Bebek Modifikasi 125 cc 4Tak Non Kategori,Sport & Trail 2Tak s/d 150 cc dan 4Tak s/d 200 cc, KLX s/d 200 cc, Bebek Modifikasi Mix 2Tak s/d 116 cc dan 4Tak s/d 125 cc, FFA Non SE, Special Engine, Exhibition Non Pembalap/Lokal Nabire, FFA + SE/Lokal Nabire, Bebek 4Tak 110 cc s/d 125 cc/Lokal Nabire.

Memperebutkan total hadiah 150 Juta Rupiah.

Hubungi : Irwanto 0852 5490 9827, Habibi 0811 4833 349

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

KPU Dogiyai Terima Logistik Pemilu 2019
Suroso  Jumat, 22 Februari 2019 2:8
Gubernur Papua Lantik Bupati dan Wakil Bupati Deiyai
Suroso  Kamis, 21 Februari 2019 9:33
Ketua Bawaslu Intan Jaya Kritik Aksi Warga Soal DPT
Suroso  Minggu, 24 Februari 2019 19:51
KPU Intan Jaya Gelar Bimtek PPD dan PPS
Suroso  Selasa, 12 Maret 2019 20:13

Info Loker