Home Nabire Belum Ada Penerjemah, Sidang WNA Korea Belum Digelar

Belum Ada Penerjemah, Sidang WNA Korea Belum Digelar

Suroso  Rabu, 17 Oktober 2018 22:47
Belum Ada Penerjemah, Sidang WNA Korea Belum Digelar
NABIRE – Sidang warga negara asing (WNA) asal Korea atas nama Go Seong Yong yang didakwa penyalahgunaan ijin tinggal, hingga saat ini belum bisa digelar. Sidang kedua yang rencananya akan digelar Rabu (17/10) kemarin, ternyata juga masih belum bisa digelar. Alasan belum bisa digelarnya sidang untuk kasus dengan nomor perkara 100/Pid.Sus/2018/PN Nab, ini lantaran belum ada penerjemah. Hakim ketua, Erenst Jannes Ulaen, SH, MH, yang memimpin jalannya sidang, menunda sidang minggu depan, tepatnya pada Selasa (23/10). Dengan harapan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah bisa menghadirkan seorang penerjemah.Seusai sidang, saat dimintai keterangannya, JPU dari Kejaksaan Negeri Nabire, Arnolda Awom, SH, mengatakan jika pihaknya akan mengupayakan pada persidangan minggu depan sudah bisa menghadirkan seorang penerjemah. Bila perlu pihaknya akan meminta bantuan dari kedutaan, jika sulit untuk mendapatkan seorang penerjemah yang akan diperbantukan pada sidang dengan terdakwa WNA Korea ini.Sidang WNA Jepang Jawaban JPUSiang kemarin juga telah digelar sidang untuk nomor perkara 101/Pid.Sus/2018/PN Nab, dengan terdakwa WNA asal Jepang masing-masing Kaneda Hisashi, Tanaka Yoshiori, Isogaya Kazumasa, Hatakeyama Toru. Agenda sidang siang kemarin, jawaban dari JPU atas eksepsi yang disampaikan kuasa hukum pada sidang sebelumnya, Selasa (16/10). Setelah jawaban JPU, sidang akan dilanjut pada Selasa (23/10) dengan agenda putusan sela.Saat dihubungi media ini, kuasa hukum WNA asal Jepang, Fadli, SH, menuturkan, eksespsi yang disampaikan pada sidang sebelumnya ada sejumlah point yang disampaikan. Pertama, menyinggung soal kewenangan dari Imigrasi Mimika yang wilayah kerjanya tidak membawahi Nabire. Kedua, tata cara pelimpahan berkas perkara. Menurut dia, Imigrasi Mimika tidak bisa langsung melimpahkan berkas ke Kejaksaan Negeri Nabire. Tetapi seharusnya melalui Imigrasi Biak setelah itu melimpahkan ke Polri dan itu kewenangan polisi untuk melimpahkan ke kejaksaan.“Seharusnya pelimpahan berkas melalui penyidik Polri. Imigrasi Mimika tidak punya kewenangan untuk melimpahkan berkas karena Nabire bukan dia punya wilayah,” ujarnya.Ketika dimintai tanggapannya terkait pendapat kuasa hukum ini, JPU dari Kejaksaan Negeri Nabire, Arnolda Awom, SH, mengatakan jika pelimpahan berkas ke Kejaksaan Negeri Nabire sudah sesuai prosedur.“Pelimpahan berkas perkara oleh Imigrasi Mimika ke Kejaksaan Negeri Nabire itu sudah sesuai aturan,” ujarnya singkat seusai mengikuti sidang. (ros)
Suroso  Minggu, 17 Februari 2019 20:34
Menanti Saat Seleksi CASN Yang Tak Pasti
RASANYA lama betul, menanti saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengumumkan dimulainya seleksi penerimaan Calon Aparat Sipil Negara (CA
Suroso  Selasa, 16 Oktober 2018 3:52
Orang Papua Harus Bangkit Dengan Potensi Tambangnya
Oleh : John Gobai ORANG Papua harus bangkit dengan tambangnya. Sesuai judul tersebut, diperlukan suatu upaya sistematis dari Pemerintah
Agenda Nabire
Kapolres Nabire Champion Series
 Minggu, 17 Februari 2019 21:3

Grasstrack & Motorcross Kapolres Nabire Champion Series

Akan diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 17 Maret 2019

Bertempat di Sirkuit Bumi Mulia SP C

Kelas yang diperlombakan : Bebek Standar pemula 110 cc s/d 125 cc, Bebek Modifikasi 110 cc 4Tak Non Kategori, Bebek Modifikasi 125 cc 4Tak Non Kategori,Sport & Trail 2Tak s/d 150 cc dan 4Tak s/d 200 cc, KLX s/d 200 cc, Bebek Modifikasi Mix 2Tak s/d 116 cc dan 4Tak s/d 125 cc, FFA Non SE, Special Engine, Exhibition Non Pembalap/Lokal Nabire, FFA + SE/Lokal Nabire, Bebek 4Tak 110 cc s/d 125 cc/Lokal Nabire.

Memperebutkan total hadiah 150 Juta Rupiah.

Hubungi : Irwanto 0852 5490 9827, Habibi 0811 4833 349

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Kebijakan KPU Pusat Imbas ke Rakyat Kecil
Suroso  Rabu, 6 Februari 2019 20:11
Menanti Saat Seleksi CASN Yang Tak Pasti
Suroso  Minggu, 17 Februari 2019 20:34
Gubernur Papua Lantik Bupati dan Wakil Bupati Deiyai
Suroso  Kamis, 21 Februari 2019 9:33
KPU Dogiyai Terima Logistik Pemilu 2019
Suroso  Jumat, 22 Februari 2019 2:8
Ketua Bawaslu Intan Jaya Kritik Aksi Warga Soal DPT
Suroso  Minggu, 24 Februari 2019 19:51

Info Loker