Home Nabire Sidang WNA China Masih Periksa Saksi

Sidang WNA China Masih Periksa Saksi

Suroso  Rabu, 17 Oktober 2018 22:49
Sidang WNA China Masih Periksa Saksi
NABIRE – Pengadilan Negeri Nabire kembali menyidangkan 16 WNA asal China dengan dakwaan penyalahgunaan ijin tinggal, Rabu (17/10) sore. Sidang lanjutan yang dipimpin hakim ketua, Erenst Jannes Ulaen, SH, MH, didampingi hakim anggota masing-masing Aditya Widyatmoko, SH dan Rifin Nurhakim, S., SH, masih beragendakan pemeriksaan saksi. Pada sidang kali ini, JPU masih menghadirkan saksi dari Kantor Imigrasi Mimika, Agus Nawipa.Dari pantauan media ini saat sidang, hakim sempat menanyakan soal Kantor Imigrasi Mimika yang melakukan pemeriksaan di Kabupaten Nabire. Sementara Kabupaten Nabire masuk dalam wilayah kerja Kantor Imigrasi Biak. Menjawab pertanyaan hakim, saksi menuturkan jika pihaknya sudah sempat melakukan koordinasi dengan Imigrasi Biak soal penanganan kasus di Nabire ini. Masih kata saksi, pemeriksaan dilakukan oleh Kantor Imigrasi Mimika karena adanya laporan langsung dari masyarakat.Dari pihak JPU juga sempat menanyakan kepada saksi soal bentuk koordinasi yang dilakukan pihak Imigrasi Mimika dengan Imigrasi Biak. Dijawab saksi, koordinasi yang dilakukan oleh Imigrasi Mimika dengan Imigrasi Biak adalah secara tertulis antar pimpinan.Pertanyaan senada juga sempat ditanyakan kuasa hukum. Kewenangan pemeriksaan yang diberikan oleh Imigrasi Biak terhadap Imigrasi Mimika apakah dibarengi dengan biaya perjalanan dinas. Jawab saksi, yang ada hanya surat perintah dan tidak dikasih biaya perjalanan dinas seperti ditanyakan oleh kuasa hukum.Masih sama dengan sidang pemeriksaan saksi pada hari sebelumnya. Pada sidang kali ini, saksi juga masih dicecar dengan pertanyaan seputar kronologis operasi hingga dilakukannya penangkapan para WNA ini.Pada kesempatan itu juga sempat disinggung soal perusahaan pertambangan yang diduga mempekerjakan para WNA ini untuk bisa dihadirkan dalam persidangan. Menanggapi hal ini, JPU dari Kejaksaan Negeri Nabire, Arnolda Awom, SH kepada media ini sempat mengatakan jika di awal proses kasus ini sempat disasar perusahaan itu. Hanya saja, kata Arnolda Awom, pimpinan perusahaan itu sudah lari meninggalkan daerah ini. Sekitar pukul 17.00 WIT sidang diskor, dan akan dilanjutkan pada Selasa (23/10) minggu depan dengan agenda keterangan saksi ahli dan terdakwa.Sebelum sidang ditutup, dari kuasa hukum juga sempat menyampaikan jika pihaknya akan menyampaikan permohonan pembantaran untuk berobat salah seorang terdakwa yang tengah sakit. (ros)
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Minggu, 24 Maret 2019 7:15
Bocah Kampung dan Sepak Bola
Oleh: Nomen Douw Cerita yang menyenangkan di sebuah kampung yang terdapat di kaki gunung Kemuge. Kemuge adalah sebutan orang di kampung itu,
Agenda Nabire
Kapolres Nabire Champion Series
 Minggu, 17 Februari 2019 21:3

Grasstrack & Motorcross Kapolres Nabire Champion Series

Akan diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 17 Maret 2019

Bertempat di Sirkuit Bumi Mulia SP C

Kelas yang diperlombakan : Bebek Standar pemula 110 cc s/d 125 cc, Bebek Modifikasi 110 cc 4Tak Non Kategori, Bebek Modifikasi 125 cc 4Tak Non Kategori,Sport & Trail 2Tak s/d 150 cc dan 4Tak s/d 200 cc, KLX s/d 200 cc, Bebek Modifikasi Mix 2Tak s/d 116 cc dan 4Tak s/d 125 cc, FFA Non SE, Special Engine, Exhibition Non Pembalap/Lokal Nabire, FFA + SE/Lokal Nabire, Bebek 4Tak 110 cc s/d 125 cc/Lokal Nabire.

Memperebutkan total hadiah 150 Juta Rupiah.

Hubungi : Irwanto 0852 5490 9827, Habibi 0811 4833 349

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Info Loker