Home Nabire Kepala Suku Wate Minta Pemerintah Berlaku Adil

Kepala Suku Wate Minta Pemerintah Berlaku Adil

Suroso  Rabu, 6 Februari 2019 20:17
Kepala Suku Wate Minta Pemerintah Berlaku Adil
NABIRE – Kepala Suku Besar Suku Wate Kabupaten Nabire, Alex Raiki meminta pemerintah Kabupaten Nabire lebih memperhatikan kearifan lokal, dalam hal pengisian jabatan struktural pada birokrasi pemerintahan saat ini. Hal ini diaspirasikan dengan tujuan agar tidak terjadi kesenjangan sosial. Demikian disampaikan Alex Raiki dalam siaran persnya yang dikirim ke redaksi, kemarin.Lebih lanjut dikatakan Alex Raiki, “Jika ditinjau kembali, SK tahun 1966 jelas orang tua kami pada tahun itu memberikan dengan cuma-cuma kepada pemerintah dengan perjanjian Nabire ini dibangun. Hanya saja pemerintah saat ini seakan-akan lupa atau pura-pura tidak tahu,” ujarnya.Lebih lanjut dikatakan Alex Raiki, UU Otsus sudah sangat jelas tersirat di dalamnya untuk membangun diri sendiri, mengurus rumah tangga sendiri.“Kami juga bagian dari NKRI. Coba berikan jabatan lurah atau camat kepada anak-anak asli Wate atau 6 suku. Agar istilah palang memalang pasti tidak terjadi. Banyak anak-anak Wate yang punya SDM sudah bisa menduduki jabatan-jabatan, jujur saja dengan moto Suku Wate sejak tahun 1975 adalah kami cinta pembangunan,” tuturnya.Alex Raiki juga meminta kepada pemerintah untuk berlaku adil kepada pemilik tanah adat. Menurut dia, terkadang pemerintah lebih fokus pada kepentingan politik dari pada pembangunan infrastruktur. Padahal Presiden Jokowi pada 5 tahun lalu lebih fokus pada pembangunan infrastruktur di Indonesia bahkan di Papua. “Kalau dilihat secara kasat mata, pembangunan fisik saat ini kan dari pembangunan pemerintah 10 tahun yang lalu,” kata dia.Alex juga menambahkan, memberdayakan anak-anak asli Wate dalam proses pembangunan bersama pemerintah saat ini adalah secara tidak langsung membantu pemerintah membangun daerah ini dalam hal ini Nabire milik bersama. Lagi pula pemerintah tidak akan dihambat lewat istilah palang-palang kantor. “Sekali lagi saya minta pemerintah bertindak adil kepada kami pemilik hak leluhur nenek moyang yang diberikan kepada kami. Kami tidak mengemis jabatan di darah-daerah lain hanya orang-orang lain yang datang meminta jabatan di daerah kami,” katanya. Putra ketiga almarhum Zakarias Raiki pemilik lokasi Bandara Karadiri ini berharap Nabire kita bangun bersama-sama. Dirinya mengharapkan tidak ada diskriminasi, dendam, iri hati antara suku-suku lain. “Mari hidup berdampingan dan saling menghormati,” ajaknya. (ros)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Rabu, 17 Juli 2019 21:10
TANAH, SUMBER KEHIDUPAN BAGI MASYARAKAT ADAT DI MEEUWODIDE
 Oleh Ernest Pugiye Ketika menyimak realitas kehidupana masyarakat adat di Meeuwodide, maka mereka masih tetap berhadapan dengan
Agenda Nabire
AGENDA KEJUARAAN CABANG OLAHRAGA
 Sabtu, 29 Juni 2019 8:5

KEJUARAAN BULUTANGKIS ANTAR KAMPUNG 2019

Nomor yang dipertandingkan : Beregu Putra (3 ganda).

Pendaftaran di GOR Kotalama - Nabire

Waktu pelaksanaan : Dimulai tanggal 18 Agustus 2019

Segera daftarkan tim kampung/kelurahan ANDA !!!

 

 

KEJUARAAN BULUTANGKIS BANK PAPUA SUPER SERIES II

Nomor yang dipertandingkan : Ganda Putra Kategori A, Ganda Putra Kategori B,  Ganda Putra Kategori C, Tunggal Putra Kategori Umum, Tunggal Putra Kategori C.

Pendaftaran sampai dengan tanggal 9 Juli 2019

Kejuaraan dimulai tanggal 13 Juli 2019 di GOR Kotalama - Nabire

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Info Loker