Home Nabire DPMK Sosialisasikan Penggunaan Dana Desa 2019 dengan Siskudes

DPMK Sosialisasikan Penggunaan Dana Desa 2019 dengan Siskudes

Suroso  Selasa, 12 Maret 2019 20:14
DPMK Sosialisasikan Penggunaan Dana Desa 2019 dengan Siskudes
NABIRE - Dalam merealisasikan dan melaksanakan program Pemerintah Pusat terkait percepatan pembangunan di desa atau kampung, Selasa (12/3) pukul 11.00 WIT, bertempat di Kantor DPMK Kabupaten Nabire, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Nabire (DPMK) melaksanakan sosialisasi prioritas penggunaan dana desa tahun 2019, Permendes dan PDTT Nomor 16 Tahun 2018. Turut hadir dalam sosialisasi tersebut, Plt Kepala DPMK Kabupaten Nabire, La Halim, S.Sos., Kepala Seksi Bina Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan Bidang Administrasi Pemerintahan Kampung DPMK Kabupaten Nabire Richard Ansanai, S.STP, serta para kepala distrik, para kepala-kepala kampung dan sekretaris kampung.  Sosialisasi tersebut dibagi menjadi 4 (empat) klaster, dimana klaster pertama yang mendapat kesempatan untuk mengikuti sosialisasi adalah para kepala kampung dan sekretaris kampung yang di wilayah Distrik Teluk Kimi, Distrik Nabire, Distrik Nabire Barat dan Distrik Wanggar. Selanjutnya, akan dilakukan Sosialiasi kepada para kepala kampung lainnya hingga Jumat (15/3) mendatang. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMK Nabire La Halim, saat diwawancarai mengatakan, sosialisasi prioritas penggunaan dana desa tahun 2019, Permendes dan PDTT Nomor 16 Tahun 2018 dilakukan secara spontanitas dan inisiatif dari DPMK Kabupaten Nabire, karena sosialisasi ini juga tidak ada dalam DPA DPMK tahun 2019.  “Kegiatan ini kita laksanakan secara spontanitas, karena tidak ada dalam DPA kita sebenarnya. Dalam DPA DPMK tahun 2019 itu tidak ada sosialisasi ini, tetapi kita merasa perlu melaksanakan ini karena dalam rangka mendorong kepala kampung dan para pendamping, serta distrik terkait dengan penggunaan dana-dana kampung yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 ini,” tuturnya. Lebih lanjut dirinya mengatakan, DPMK menekankan kepada semua kepala-kepala kampung untuk Alokasi Dana Desa (ADD) harus mengacu kepada Peraturan Bupati (Perbup) yang bersumber dari APBD Kabupaten Nabire dan dana desa yang bersumber dari APBN. Dengan adanya sosialisasi tersebut para kepala-kepala kampung bisa lebih serius dalam menggunakan dan mempertanggungjawabkan dana-dana kampung yang akan disalurkan nantinya dan dikelola langsung oleh kampung itu sendiri.Menurutnya, sosialisasi prioritas penggunaan dana desa tahun 2019, Permendes dan PDTT Nomor 16 Tahun 2018 sangat penting untuk diketahui oleh para kepala-kepala kampung, karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, bahwa realisasi penggunaan dana desa tahun 2018 kemarin sampai akhir tahun 2018 masih ada dana kampung tahap ketiga yang belum tersalurkan, karena kesalahan dari kepala kampung itu sendiri yang belum membuat pertanggungjawaban dana kampung tahap ketiga, sehingga itu menjadi catatan serta, dibuat Perbup yang pada akhirnya pada Perbup tersebut dimasukkan sebagai neraca di tahun 2019 bagi kampung yang dananya belum tersalurkan pada tahun 2018, sehingga hal ini akan menjadi dasar hukum dan tidak menjadi temuan bagai para kepala-kepala kampung. Kata La Halim, saat ini penggunaan dana desa atau kampung ini sudah dilengkapi dengan Sistim Keuangan Desa (Siskudes) yang dilakukan secara online. Terkait dengan Siskudes tersebut juga sebelumnya sudah dilakukan pelatihan kepada aparat kampung dan juga pengelola dana desa yang ada di kampung. Walaupun, tidak semua kepala kampung mengetahui dan menggunakan Siskudes ini, tetapi DPMK sendiri sudah menyampikan kepada kepala kampung untuk menunjuk pendamping yang mampu dan bisa menggunakan dan mengetahui tata cara menggunakan sistim tersebut. Diharapakan pada tahun 2019 ini, Siskudes ini bisa berjalan di seluruh kampung yang ada di Kabupaten Nabire.“Kita sudah ada sistimnya, sudah ada jaringannya, tetapi di tahun 2018 belum dilaksanakan, oleh karena itu di tahun 2019 ini diharapkan semua kampung bisa menggunakan Siskudes ini, dan ini juga sebagai progres yang harus dimulai dari sekarang di Kabupaten Nabire, walaupun kita tahu bahwa tidak semua aparat kampung mampu dalam hal mengusai teknik informasi teknologi, tetapi paling tidak hal ini sudah dilakukan di Nabire, walaupun belum seratus persen semua kampung bisa melakukan Siskudes ini,” pungkasnya.(cad)
Suroso  Minggu, 24 Maret 2019 7:14
Banyak Potensi Tak Didukung Program Pembinaan
Apa Kabar Sepak Bola di Wilayah Meepago? (1)  GAIRAH sepak bola di wilayah Meepago kian redup, setidaknya selama beberapa tahun terakhi
Suroso  Minggu, 24 Maret 2019 7:15
Bocah Kampung dan Sepak Bola
Oleh: Nomen Douw Cerita yang menyenangkan di sebuah kampung yang terdapat di kaki gunung Kemuge. Kemuge adalah sebutan orang di kampung itu,
Agenda Nabire
Kapolres Nabire Champion Series
 Minggu, 17 Februari 2019 21:3

Grasstrack & Motorcross Kapolres Nabire Champion Series

Akan diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 17 Maret 2019

Bertempat di Sirkuit Bumi Mulia SP C

Kelas yang diperlombakan : Bebek Standar pemula 110 cc s/d 125 cc, Bebek Modifikasi 110 cc 4Tak Non Kategori, Bebek Modifikasi 125 cc 4Tak Non Kategori,Sport & Trail 2Tak s/d 150 cc dan 4Tak s/d 200 cc, KLX s/d 200 cc, Bebek Modifikasi Mix 2Tak s/d 116 cc dan 4Tak s/d 125 cc, FFA Non SE, Special Engine, Exhibition Non Pembalap/Lokal Nabire, FFA + SE/Lokal Nabire, Bebek 4Tak 110 cc s/d 125 cc/Lokal Nabire.

Memperebutkan total hadiah 150 Juta Rupiah.

Hubungi : Irwanto 0852 5490 9827, Habibi 0811 4833 349

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Info Loker