Home Nabire Diduga Terjadi Pelanggaran, KPU Nabire Putuskan 6 TPS Gelar PSU

Diduga Terjadi Pelanggaran, KPU Nabire Putuskan 6 TPS Gelar PSU

Suroso  Rabu, 24 April 2019 4:3
Diduga Terjadi Pelanggaran, KPU Nabire Putuskan 6 TPS Gelar PSU
NABIRE – KPU Kabupaten Nabire akhirnya memutuskan untuk menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 6 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di wilayah Kabupaten Nabire. Pelaksanaan PSU telah digelar Selasa (23/4) kemarin pada 3 TPS, sementara 3 TPS lainnya menurut rencana akan digelar pada Kamis (25/4) besok.Pantauan media ini saat PSU di TPS 17 Kelurahan Karang Tumaritis, Selasa (23/4), berjalan cukup lancar dalam pengamanan ketat aparat keamanan. TPS 17 yang berada di samping Kantor Kelurahan Karang Tumaritis, saat digelar PSU terlihat cukup steril. Hanya para pemilik suara yang diperbolehkan memasuki areal TPS. Pihak aparat kepolisian berjaga di pintu gerbang menuju TPS. Pelaksanaan PSU terlihat turut dipantau oleh pihak pengawas, sementara dari pihak KPU Kabupaten Nabire juga terlihat di lokasi PSU.Data yang dihimpun media ini, Keputusan KPU Nabire nomor 16/HK.03.1-Kpts/9104/KPU.Kab./IV/2019 tentang pelaksanaan PSU Distrik Nabire Kelurahan Karang Mulia TPS 6 dan TPS 22 Kelurahan Karang Tumaritis TPS 17 Pemilu 2019.KPU Kabupaten Nabire memutuskan, pertama, pelaksanaan PSU di Distrik Nabire Kelurahan Karang Mulia TPS 6 dan TPS 22 dan Kelurahan Karang Tumaritis TPS 17 dalam Pemilu 2019. Kedua, jumlah pemilih Kelurahan Karang Mulia pada TPS 6 sebanyak 244 pemilih dan TPS 22 sebanyak 262 pemilih dan Kelurahan Karang Tumaritis pada TPS 17 sebanyak 192 pemilih yang akan  menggunakan hak pilihnya. Ketiga, kepada KPPS Kelurahan Karang Mulia pada TPS 6 dan TPS 22 dan Kelurahan Karang Tumaritis pada TPS 17 Distrik Nabire melaksanakan tugas PSU pada Selasa (23/4) pukul 07.00 sampai dengan 13.00 WIT dan dilanjutkan penghitungan suara.Keputusan KPU Nabire ini ditetapkan di Nabrie, 18 April 2019 dan ditandatangani oleh Ketua KPU Nabire, Wihelmus Degey.Lahirnya keputusan KPU Nabire ini juga didasarkan pada sejumlah surat dari Panwas Distrik Nabire. Diantaranya, Surat Panwas Distrik Nabire nomor 07/HK-05/IV/2019 tanggal 18 April 2019 perihal hasil penelitian dan pemeriksaan pemungutan suara di TPS 17 Kelurahan Karang Tumaritis.Surat yang dialamatkan kepada Ketua PPD Nabire, menyebutkan, pada Rabu (17/4) saat proses pemungutan suara di TPS 17 Kelurahan Karang Tumaritis terjadi sejumlah kejadian. Diantaranya, telah ada kesepakatan sebelumnya oleh KPPS dan Caleg YP dari PAN untuk memberikan suara DPRD Kabupaten di TPS 17 kepada Caleg tersebut dengan alasan hubungan kekerabatan. KPPS telah memberikan semua C6 atau surat pemberitahuan memilih di TPS 17 kepada Caleg YP.  KPPS telah membuka dan memberikan surat suara DPRD Kabupaten kepada sekelompok orang yaitu massa dari Caleg YP sebelum waktu pencoblosan dimulai, yaitu pada pukul 06.00 tanggal 17 April 2019. Pada waktu pencoblosan yang ditentukan pada puklul 07.00 surat suara yang diberikan pada DPT setempat hanya surat suara presiden dan wakil presiden, DPD, DPR RI dan DPRD Provinsi.Hal ini dibuktikan dengan saksi Pengawas TPS dan alat bukti catatan kejadian khusus oleh Pengawas TPS dan bukti foto/video.Terhadap kejadian tersebut, Panwas Distrik Nabire telah melakukan pleno dan memutuskan agar pada TPS 17 Kelurahan Karang Tumaritis dilaksanakan PSU sesuai dengan ketentuan pasal 372 UU nomor 7 tahun 2017. Surat Panwas Distrik ditandatangani oleh Ketua Panwaslu Distrik Nabire, Fredrik Yusak Giyai, SH.Surat Panwas Distrik Nabire nomor 09/HK-05/IV/2019 tanggal 18 April 2019 perihal hasil penelitian dan pemeriksaan pemungutan suara di TPS 22 Kelurahan Karang Mulia. Surat yang dialamatkan kepada Ketua PPD Nabire, menyebutkan, pada Rabu (17/4) saat proses pemungutan suara di TPS 22 Kelurahan Karang Mulia terjadi sejumlah kejadian. Diantaranya, KPPS melakukan pencoblosan pada tanggal 17 April 2019 untuk calon DPR RI, presiden dan wakil presiden pada jam 04.00 pagi. KPPS tidak membagikan undangan C6 sesuai DPT (C7) kepada warga di lingkungan TPS. Warga pemilih tidak dapat menyalurkan hak pilih untuk calon DPR RI, presiden dan wakil presiden, karena surat suara telah habis dicoblos oleh Ketua KPPS beserta anggota KPPS. Hal ini dibuktikan dengan saksi Panwas Distrik, pengawas TPS.Terhadap kejadian tersebut Panwas Distrik Nabire telah melakukan pleno dan memutuskan agar pada TPS 22 Kelurahan Karang Mulia dilaksanakan PSU sesuai dengan ketentuan pasal 372 UU nomor 7 tahun 2017.Surat Panwas Distrik Nabire nomor 06/HK-05/IV/2019 tanggal 18 April 2019 perihal hasil penelitian dan pemeriksaan pemungutan suara di TPS 6 Kelurahan Karang Mulia. Surat yang dialamatkan kepada Ketua PPD Nabire, menyebutkan, pada Rabu (17/4) saat proses pemungutan suara di TPS 6 Kelurahan Karang Mulia terjadi sejumlah kejadian. Diantaranya, tanggal 17 April 2019 KPPS sepakat untuk mencoblos dan membagi-bagikan suara kepada Caleg untuk calon DPRD pada jam 01.00 malam. KPPS telah menejual kartu undangan (C6) sebanyak 50 lembar dengan biaya Rp. 10.000.000 kepada calon DPRD, YY. Pemungutan suara yang dilakukan oleh KPPS pada jam 07.00, KPPS hanya menjalankan pemungutan suara calon DPR RI, DPR Provinsi, DPD, presiden dan wakil presiden. Hal ini dibuktikan dengan saksi pengawas TPS. Terhadap kejadian tersebut Panwas Distrik Nabire telah melakukan pleno dan memutuskan agar pada TPS 6 Kelurahan Karang Mulia dilaksanakan PSU sesuai dengan ketentuan pasal 372 UU nomor 7 tahun 2017.Sementara itu, Keputusan KPU Nabire nomor 17/HK.03.1-Kpts/9104/KPU.Kab./IV/2019 tentang pelaksanaan PSU Distrik Dipa Kampung Epouwa TPS 5 dan Disrik Nabire Kelurahan Siriwini TPS 24 dan Kelurahan Karang Mulia TPS 26 Pemilu 2019.KPU Kabupaten Nabire memutuskan, pertama, pelaksanaan PSU di Distrik Dipa KM. 62 Kampung Epouwa TPS 5 dan Distrik Nabire Kelurahan Siriwini TPS 26 dan Distrik Nabrie Kelurahan Karang Mulia TPS 24 dalam Pemilu 2019. Kedua, jumlah pemilih Distrik Dipa Kampung Epouwa pada TPS 5 sebanyak 235 pemilih dan Distrik Nabire Kelurahan Siriwini TPS 26 sebanyak 281 pemilih dan Kelurahan Karang Mulia pada TPS 24 sebanyak 247 pemilih yang akan  menggunakan hak pilihnya. Ketiga, KPPS Distrik Dipa Kampung Epouwa TPS 5 melaksanakan tugas PSU dan untuk Distrik Nabire Kelurahan Siriwini TPS 26 dan Kelurahan karang Mulia TPS 24 dilaksanakan oleh KPPS yang baru ditetapkan untuk melaksanakan PSU pada Selasa (23/4) pukul 07.00 hingga 13.00 dan dilanjutkan penghitungan suara. Keputusan ini ditetapkan di Nabrie, 20 April 2019 dan ditandatangani Ketua KPU Nabire, Wihelmus Degey.Dikeluarkan keputusan ini juga tidak terlepas dari adanya sejumlah surat yang dilayangkan oleh Panwas Distrik Nabire maupun Bawaslu Nabire. Surat Panwas Distrik Nabrie nomor 11/HK-05/IV/2019 tanggal 18 April 2019 perihal hasil penelitian dan pemeriksaan pemungutan suara di TPS 24 Kelurahan Karang MuliaSurat yang dialamatkan kepada Ketua PPD Nabire, menyebutkan, pada Rabu (17/4) saat proses pemungutan suara di TPS 24 Kelurahan Karang Mulia terjadi sejumlah kejadian. Pertama, pada pukul 07.30 -09.35 terjadi mobilisasi massa pada TPS 24 Karang Mulia. Warga terdaftar pada DPT di TPS 24 yang seharusnya memiliki hak memilih di TPS 24 diarahkan untuk melakukan pencoblosan di tempat lain. Massa yang datang membawa form C6 atau surat pemberitahuan memilih tidak terdaftar sebagai DPT di TPS tersebut. Terjadi keributan sehingga kepolisian harus turun tangan menangani masalah yang terjadi. Hal ini dibuktikan dengan saksi Panwas Distrik dan alat bukti catatan klarifikasi serta bukti foto/videoTerhadap kejadian tersebut Panwas Distrik Nabire telah melakukan pleno dan memutuskan agar pada TPS 24 Kelurahan Karang Mulia Distrik Nabrie dilaksanakan PSU sesuai dengan ketentuan pasal 372 UU nomor 7 tahun 2017.Surat Panwas Distrik Nabrie nomor 10/HK-05/IV/2019 tanggal 18 April 2019 perihal hasil penelitian dan pemeriksaan pemungutan suara di TPS 26 Kelurahan Siriwini.Surat yang dialamatkan kepada Ketua PPD Nabire, menyebutkan, pada Rabu (17/4) saat proses pemungutan suara di TPS 26 Kelurahan Siriwini terjadi sejumlah kejadian. Tenda pemungutan suara rusak akibat hujan deras. Pelaksanaan proses pemungutan berjalan tidak sesuai waktu yang ditentukan, mulai pukul 09.00-15.00. Kehabisan surat suara menyebabkan terjadi keributan antara Ketua KPPS dan warga. Surat suara diberikan KPPS tidak langsung kepada setiap pemilih melainkan dibagi secara kelompok. Ada mobilisasi massa dari luar RT dengan menggunakan C6 milik orang lain. Hanya sebagian OAP yang diberikan C6, sedangkan penduduk yang bukan OAP dan sebagian OAP lainnya yang termasuk dalam DPT di TPS tersebut tidak diberikan form C6. Hal ini dibuktikan dengan saksi Panwas Distrik dan alat bukti catatan klarifikasi serta bukti foto/video.Terhadap kejadian tersebut Panwas Distrik Nabire telah melakukan pleno dan memutuskan agar pada TPS 26 Kelurahan Siriwini dilaksanakan PSU sesuai dengan ketentuan pasal 372 UU nomor 7 tahun 2017.Sementara itu, Surat Panwas Distrik Nabrie nomor 08/HK-05/IV/2019 tanggal 18 April 2019 perihal hasil penelitian dan pemeriksaan pemungutan suara di TPS 5 KM 62 Distrik Dipa.Surat yang dialamatkan kepada Ketua PPD Dipa, menyebutkan, pada Rabu (17/4) tidak terjadi proses pemungutan suara di TPS 5 KM 62 Distrik Dipa. Hal ini disebabkan karena sejumlah kejadian. Diantaranya, telah terjadi pengambilan surat suara ditengah perjalanan pada pukul 01.00 tanggal 17 April 2019 atas perintah oknum Caleg RW. Yang mengambil surat suara berjumlah 5 orang dan mereka bukan merupakan KPPS ataupun warga dari TPS 5 Kampung Epouwa Distrik Dipa. Kelima orang itu masing-masing MA oknum warga Kampung Kali Jernih Distrik Teluk Kimi dibayar 300.000, JW oknum warga Kampung Kali Jernih Distirk Teluk Kimi dibayar 100.000, PW oknum warga Kampung Kimi Distrik Teluk Kimi dibayar 100.000, LW oknum warga Kampung Kimi Distirk Teluk Kimi dibayar 100.000, dan YP oknum warga Kampung Kali Jernih Distrik Teluk Kimi dibayar 100.000.Selain itu, surat suara yang diambil kemudian dibawa ke rumah oknum Caleg tersebut, lalu dipindahkan ke rumah sopir atas nama MA di Kampung Waharia Distrik Teluk Kimi dan telah dilakukan pencoblosan pada pukul 10.00 oleh kelima orang tersebut. Atas permintaan RW mereka mencoblos Caleg RW pada surat suara DPRD Kabupaten. Kelima pelaku lalu mencoblos OK (70 suara), FK (40), MG (130) pada surat suara untuk DPRD Provinsi, lalu mencoblos ZA untuk DPR RI, serta mencoblos nomor urut satu untuk surat suara presiden dan wakil presiden.Hal ini dibutkikan dengan saksi Pengawas TPS dan alat bukti catatan kejadian khusus oleh Pengawas TPS serta bukti foto/video. Terhadap kejadian tersebut Panwas Distrik Nabire telah melakukan pleno dan memutuskan agar pada TPS 5 Kampung Epouwa Distrik Dipa dilaksanakan PSU sesuai dengan ketentuan pasal 372 UU nomor 7 tahun 2017.Surat ditandatangani oleh Kordiv HPP Bawaslu Kabupaten Nabire, Yulianus Nokuwo, S.Sos. (ros)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:21
Metode Teologi Pembebasan Amerika Latin sebagai Suatu Model Mengatasi Situasi Masalah Papua
1. Pengantar Istilah pembebasan, muncul sebagai istilah khas Amerika Latin. Istilah tersebut merupakan istilah yang dibakukan sebagai rea
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS YUNIOR 2019
 Senin, 21 Oktober 2019 21:40

Dalam rangka menjaring bibit-bibit muda atlet bulutangkis di Kabupaten Nabire, PBSI Pengkab Nabire menggelar Kejuaraan Bulutangkis Yunior tahun 2019. Kelas yang akan dipertandingkan 1) Perorangan putra dan putri di bawah 9 tahun, 2) Beregu di bawah 12 tahun.

Kejuaraan akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Oktober 2019 sampai dengan selesai, di GOR Kotalama

 
HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Kejuaraan Bulutangkis Mulai Digelar
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:23
Kata Merupakan Senjata Bagi Wartawan
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:15
Khawatir Didenda, Tempat Usaha Pilih Tutup
Suroso  Minggu, 29 September 2019 23:26
Sejumlah Calon Bupati Mendaftar ke PAN
Suroso  Minggu, 29 September 2019 20:57

Info Loker