Home Pemda Dogiyai RSU Pratama Dogiyai Diresmikan, Segera Benahi Kekurangan

RSU Pratama Dogiyai Diresmikan, Segera Benahi Kekurangan

Suroso  Kamis, 30 Mei 2019 12:52
RSU Pratama Dogiyai Diresmikan, Segera Benahi Kekurangan
DOGIYAI - Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai meresmikan Rumah Sakit Umum (RSU) Pratama Kabupaten Dogiyai Rabu,(29/5/2019). RSU tersebut sebagai salah satu pusat layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Kamuu dan Mapia.  Dalam peresmian rumah sakit itu, turut hadir Wakil Bupati Dogiyai, Oscar Makai, Sekda Dogiyai Natalis Degei, S.Sos, Kadinkes dr. Daniel Rumangkun, Direktur RSU, Lukas Dumupa, belasan kepala OPD dan ribuan masyarakat setempat. Bupati Dumupa mengungkapkan, pembangunan Kabupaten Dogiyai salah satunya adalah kehadiran rumah sakit tersebut. Karena itu pihaknya pastikan sejumlah dana yang bersumber dari DAU disiapkan untuk selesaikan pembangunan rumah sakit ini.  “Salah satu yang menjadi hal prioritas adalah penyelesaian pagar rumah sakit. Dan pembenahan rumah sakit ini diawal tahun depan. Kami mohon harus jadi prioritas dari Dinkes Papua karena wilayah Meepago ini rumah sakit yang lain sudah dibantu, hanya kami yang belum,” katanya.  Pemerintah daerah akan terus mencukupinya dengan berbagai fasilitas serta penunjang berbagai peralatan medis dan juga tenaga medis. “Salah satunya persoalan penyelesaian hak ulayat. Baru beberapa hari lalu kami sepakat,” ucapnya. Walaupun pembangunan dan ketersediaan alat kesehatan belum rampung maksimal, ia menyatakan, pihaknya mencoba memulai dari keterbatasan itu. Sebab, apabila ditinggalkan maka berbagai persoalan atas lokasi tersebut datang bertubi-tubi.  “Jadi kami cepat resmikan ini supaya pemilik hak ulayat ketahui bahwa lokas rumah sakit sudah menjadi milik pemerintah, bukan lagi milik mereka,” katanya. Ia bahkan berpesan kepada masyarakat agar jangan coba-coba ada orang yang bikin kacau di tempat itu seperti larang mabuk dan kekacauan lainnya. “Kalau istri bawah datang ke rumah sakit suami kejar lalu kasih hancur kaca-kaca itu biasa terjadi disini. Jadi saya mau kasih tahu tidak boleh lagi terjadi,” ungkapnya. “Ada orang tabrakan di jalan raya, orangnya dibawah ke rumah sakit lalu datang ngamuk dan rumah sakit jadi sasaran. Orang nafas sudah satu-satu lalu dibawah ke rumah sakit, meninggal lalu keluarganya datang bongkar rumah sakit. Kebiasaan-kebiasaan itu saya tidak akan kompromi. Saya akan bertindak tegas,” bebernya. Karena itu, ia meminta kepada kepala distrik dan para kepala kampung jaga masyarakat dengan baik. Ia berkomitmen akan telusuri siapa perusuh nanti. “Orang yang datang kasih hancur rumah sakit kita akan cari tahu. Orangnya dari kampung mana dan sanksinya dua,” katanya, yaitu kepala kampungnya dipecat dan dana desa saya tahan dari kampung itu untuk ganti barang yang dicuri atau dihancurkan.  Sementara itu Kadinkes Papua, drg. Aloysius Giyai mengatakan, berdirinya rumah sakit tersebut dapat membantu masyarakat yang ada di lembah hijau dan Mapiha. Karena Dogiyai hanya memiliki sejumlah Puskemas, salah satunya di Moanemani sehingga selalu dirujuk ke RSUD Paniai.  “Jika ada warga yang sakit harus menempuh sekitar empat jam dari sini. Padahal idealnya dibawah ke Ekimani,” kata dokter Giyai. Menurut mantan Direktur RSUD Abepura ini, RS Pratama merupakan salah satu program dalam rangka peningkatan akses pelayanan kesehatan rujukan, utamanya bagi masyarakat tidak mampu. “Kita tidak bisa tunggu RS rampung 100 persen baru beroperasi, nanti akan jadi gudang tikus, nanti babi-babi masuk. Kita harus memulai dan melayani sambil kita lengkapi semua yang kekurangan. Tidak bisa tunggu sempurna. Nanti kita gotong royong,” ujarnya.  Giyai bahkan membagi tugas kepada Bupati Dogiyai, Wakil Bupati dan DPRD harus tanggung dalam proses penyelesaian 30 persen yang masih sisa. “Sesuai aturan, pagar RS itu tidak bisa dibantu oleh provinsi dan pusat,” katanya. “Pak bupati, tahun ini atau tahun depan segera bangun pagar. Kami provinsi punya ada bagian yang bantu sesuai aturan. Kan saya yang pasti saya lengkapi sesuai dengan kewenangan,” ucapnya. Ia tegaskan, RS merupakan tempat untuk menyembuhkann pasien dari kesakitan yang diderita, bukan dipulangkan dengan kekecewaan. “Bukan pulang mayat tapi disini tempat untuk menyembuhkan dan orang pulang dengan penuh suka cita dan kedamaian. Maka itu, datang ke rumah sakit tidak boleh makan pinang, tidak boleh merokok dan tidak boleh mabuk-mabukan. Kita mau cari dokter dan perawat sangat susah, tidak boleh bikin mereka marah. Mereka juga manusia,” pungkasnya.(wan)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Rabu, 17 Juli 2019 21:10
TANAH, SUMBER KEHIDUPAN BAGI MASYARAKAT ADAT DI MEEUWODIDE
 Oleh Ernest Pugiye Ketika menyimak realitas kehidupana masyarakat adat di Meeuwodide, maka mereka masih tetap berhadapan dengan
Agenda Nabire
KEJUARAAN OLAHRAGA KABUPATEN
 Selasa, 20 Agustus 2019 22:0

Kejuaraan Olahraga Kabupaten Nabire tahun 2019 akan diselenggarakan MULAI TANGGAL 9 SEPTEMBER 2019

Cabang Olahraga Yang Dipertandingkan :

1. Bulutangkis

2. Bola Voley

3. Sepak Takraw

4. Pencak Silat

5. Karate

6. Taekwondo

Tempat Pendaftaran di Kantor KONI Nabire setiap jam kerja (09.00 WIT s/d 15.00 WIT)

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Info Loker