Home Nabire Gereja Katolik Berada Pada Dua Kebiasaan

Gereja Katolik Berada Pada Dua Kebiasaan

Suroso  Senin, 10 Juni 2019 19:25
Gereja Katolik Berada Pada Dua Kebiasaan
NABIRE - Gereja Katolik umat Paroki Santo Yosep Nabar sementara ini berada pada dua kebiasaan, kebiasaan lama dan kebiasaan baru sehingga kebiasaan lama dan kebiasaan baru, orang berpegang pada kebiasaan lama itu masuk sudah pegang pada kanonik gereja yang bersifat statis. Hal ini diungkap Ketua Dewan III Paroki Santo Yosep Nabar Yulius Tatogo belum lama ini, usai kegiatan kemping rohani bagi OMK yang dilaksanakan selama dua di Yaro 1 Kamis hingga Sabtu (6-8/6/2019). Dikatakan Yulius, jadi mereka menilai bahwa kanonik gereja ini bisa diubah berpegang pada itu, kalau memang seperti begini gereja katolik tanah Papua itu harus tutup. Karena apa contohnya, kita belum nikah jelas saya punya anak semuanya tidak diperbolehkan permandian sampai generasi keberapa, jadi secara otomatis gereja katolik ditutup saja padahal kanonik itu ambil kebijakan oleh Pastor Paroki maupun uskup dengan melihat perkembangan dan kemajuan. Kita berpegang pada kanonik yang lama gereja katolik itu ditutup dan kita lihat apa yang diajak oleh Yesus kepada kita bahwa setiap orang bertanggung jawab di akhirat masing-masing dengan perbuatannya hingga kesalahan orang tua tidak mungkin dilemparkan kepada anaknya, anak punya nyawa itu kita kasih selamatkan sekali pun orang tuanya belum nikah karena keselamatan setiap orang itu berada pada setiap orang itu sendiri bukan berpegang pada orang tuanya. Makanya selama ini Pastor Gerry selamatkan sekian ratus orang. Kalau tidak demikian gereja katolik ditutup supaya bertanggung jawab dihadapan Tuhan itu masing-masing orang kemudian selama ini, kita lihat ada banyak hal yang terjadi mata kita tapi mata kita ini tutup banyak anak-anak  jalanan, mabuk, curi, isap lem aibon, anak kelandangan dan lain  sebagainya kita lihat tapi biarkan begitu saja dengan Pastor Gerry datang itu baru dia rangkul semua dalam satu wadah, yaitu rumah kedalam gereja. Selanjutnya, dengan kelompok mereka itu Santo Mickahel dari situ baru kita mengasah mereka, mendidik, mengarahkan mereka ke jalan yang baik, bahkan buka cafe hohani itu memang terbukti setiap hari minggu dipegang oleh macam-macam bagian sepertinya, misdinar, lagu-lagu, bacaan, doa umat dan lain sebagainya. Mereka jadi selama ini kita orang Papua dinilai oleh orang lain bukan manusia lagi, tapi Pastor Gerry menilai kita orang pribumi juga manusia akhirnya dia merangkul semua suku yang ada dibawah Paroki Santo Yosep Nabar.(modes)
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Minggu, 24 Maret 2019 7:15
Bocah Kampung dan Sepak Bola
Oleh: Nomen Douw Cerita yang menyenangkan di sebuah kampung yang terdapat di kaki gunung Kemuge. Kemuge adalah sebutan orang di kampung itu,
Agenda Nabire
Kapolres Nabire Champion Series
 Minggu, 17 Februari 2019 21:3

Grasstrack & Motorcross Kapolres Nabire Champion Series

Akan diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 17 Maret 2019

Bertempat di Sirkuit Bumi Mulia SP C

Kelas yang diperlombakan : Bebek Standar pemula 110 cc s/d 125 cc, Bebek Modifikasi 110 cc 4Tak Non Kategori, Bebek Modifikasi 125 cc 4Tak Non Kategori,Sport & Trail 2Tak s/d 150 cc dan 4Tak s/d 200 cc, KLX s/d 200 cc, Bebek Modifikasi Mix 2Tak s/d 116 cc dan 4Tak s/d 125 cc, FFA Non SE, Special Engine, Exhibition Non Pembalap/Lokal Nabire, FFA + SE/Lokal Nabire, Bebek 4Tak 110 cc s/d 125 cc/Lokal Nabire.

Memperebutkan total hadiah 150 Juta Rupiah.

Hubungi : Irwanto 0852 5490 9827, Habibi 0811 4833 349

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Info Loker