Home Pemda Dogiyai Kadiskes Papua Resmikan RSUD Pratama Dogiyai

Kadiskes Papua Resmikan RSUD Pratama Dogiyai

Suroso  Senin, 10 Juni 2019 19:40
Kadiskes Papua Resmikan RSUD Pratama Dogiyai
DOGIYAI - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Papua Dokter Allo Giyai datang meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dogiyai di Kampung Godide Distrik Kamu Utara beberapa waktu lalu. Dengan menggunakan  helikopter dari Nabire, transit di Modio Distrik Mapia Tengah guna melihat Puskesmas Modio yang dikabarkan dibakar warga setempat. Dokter Allo Giyai diterima pemerintah, masyarakat dan unsur TNI dan Polri serta petugas dari Dinas Kesehatan Dogiyai setelah tiba di tempat acara sempat menyampaikan menyangkut permasalahan utama yang dihadapi di bidang kesehatan di daerah pedalaman Papu, yakni keprihatinan tersendiri di bidang kesehataan yang selalu saja diberitakan media lokal bahwa tidak tersedianya dokter di Puskesmas sebuah survei tahun 2001. Kadiskes Allo Giyai mengatakan, belum adanya laporan lengkap aktivitas hasil data Pustu dan Puskesmas setempat selanjutnya dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyangkut jumlah jenis penyakit berapa persen dalam tabel. Laporan itu disampaikan secara tertulis dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Propinsi Papua, sehingga dampak penderita atau dampak kematian lebih besar. Selain ity, kurang kesadaran dari petugas kesehatan yang menyebabkan masyarakat umum tidak sadar akan gejala–gejala penyakit. Mengapa seseorang mendapat penyakit bakteri atau virus, karena masyrakat tidak mendapat informasi dari pemerintah atau dari pihak petugas kesehatan soal info tentang hidup sehat. Informasi yang ada tidak menyentuh masyarakat terpencil dan kurangnya kampanye kualitas hidup masyarakat akar rumput sangat jelek sehingga masyarakat memiliki sedikit pengetahuan tentang pencegahan terhadap penyakit umum, seperti TB, infeksi, malaria. Belum ada kerjasama antar lembaga terkait yang bergerak di bidang kesehatan.  Kurang motivasi setelah perubahan yang dilakukan Dokter Allo Giyai mulai dari rumah sakit Abepura, Dinas Kesehatan Provinsi Papua akan membangun pusat kesehatan didelapan wilayah adat Papua dan khusus di Kabupaten Dogiyai pernah dikirim dokter dan petugas kesehatan kaki telanjang, termasuk membangun RSUD Pratama Dogiyai yang akan beroperasi itu.  Dimata Allo, kesehatan adalah segalanya. Tenaga kesehatan dan dokter  tidak memiliki motivasi semangat untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat miskin. Pelayanan kesehatan yang baik hanya berpusat di perkotaan, tenaga kesehatan dan Dokter tidak mau bekerja di daerah terpencil lantaran kurangnya fasilitas umum, TV perumahan dan infrastruktur yang menjembatangi daerah terpencil. Sehingga dirinya sudah berani mengirim dokter di Pueta dan Modio, saat dia menyinggung profil organisasi yang dia kembangkan, pencapaian pelayanan membangun pusat pelayanan kesehatan di delapan wilayah adat di Provinsi Papua. Membangun pusat kesehatan dan peralatan dan tenaga medis secara lengkap menjadi sebuah program besar.  Setiap kali pelayanan kewajiban dokter mesti disertai dengan senyum. Cara pelayanan yang harus diterapkan sebagai seorang medis yang urus dirinya sehingga ia meminta Pemerintah, Dinas Kesehatan, DPRD dan masyarakat berusaha RSUD Prata Dogiyai mesti dalam pagar serta kiranya dapat menjaga fasilitas yang dibangun. Pada kesempatan itu, Bupati Dogiyai Dumupa menyatakan fasilitas yang dibangun pemerintah dijaga baik. Tidak untuk di rusak atau dibongkar yang  sementara di kabupaten Dogiyai hal ini biasa terjadi lantaran kesadaran untuk hidup sehat kurang sekali di Dogiyai. Warga bila sakit mesti ke rumah sakit dan tidak berpikir karena jimiyo maupun karena kego. “Kalau sulit mesti berobat, bidang kesehatan yang disiapkan Kadiskes Papua dengan memperjuangkan dana provinsi sebesar 10 miliar untuk membangun RSUD tipe B dan tipe C setiap wilayah adat guna menjawab penilaan raport merah dalam rangka melengkapi dokter spesialis dan penyakit dalam termasuk peralatan,” ujar dr Giyai.(don)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Rabu, 17 Juli 2019 21:10
TANAH, SUMBER KEHIDUPAN BAGI MASYARAKAT ADAT DI MEEUWODIDE
 Oleh Ernest Pugiye Ketika menyimak realitas kehidupana masyarakat adat di Meeuwodide, maka mereka masih tetap berhadapan dengan
Agenda Nabire
KEJUARAAN OLAHRAGA KABUPATEN
 Selasa, 20 Agustus 2019 22:0

Kejuaraan Olahraga Kabupaten Nabire tahun 2019 akan diselenggarakan MULAI TANGGAL 9 SEPTEMBER 2019

Cabang Olahraga Yang Dipertandingkan :

1. Bulutangkis

2. Bola Voley

3. Sepak Takraw

4. Pencak Silat

5. Karate

6. Taekwondo

Tempat Pendaftaran di Kantor KONI Nabire setiap jam kerja (09.00 WIT s/d 15.00 WIT)

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Info Loker