Home Pemda Dogiyai Dogiyai, Tidak Tata Sekarang Repot Kemudian

Dogiyai, Tidak Tata Sekarang Repot Kemudian

Suroso  Senin, 17 Juni 2019 1:6
Dogiyai, Tidak Tata Sekarang Repot Kemudian
MUNGKIN ini kata yang agak tepat, kesan sekilas menyaksikan perkembangan dan pembangunan yang sedang terjadi di Moanemani, sebagai pusat ibukota Kabupaten Dogiyai usianya memasuki tahun ke 10, setelah Kabupaten Dogiyai dimekarkan sebagai kabupaten baru dari Kabupaten Nabire.Seiring dengan pertambahan usia pembentukan daerah otonom baru, sebagai sebuah kabupaten baru, perkembangan pembangunan fisik yang terjadi di sekitar Moanemani, dari Komakago hingga Mauwa, ditambah dengan lokasi baru di Odekomo, lokasi rumah sakit milik pemerintah daerah, perkembangannya menggembirakan. Karena dalam kurun waktu 10 tahun terjadi perubahan yang cukup besar. Walau demikian menggembirakan, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, masih menyewa dan kontrak di rumah-rumah masyarakat dan swasta. Sejumlah instansi pemerintah tidak punya gedung sendiri. Karena itu, patut dipertanyakan, pimpinan OPD yang bersangkutan bersana eksekutif dan legislatif, tidak ada niat untuk menyiapkan gedung-gedung pemerintah sebagai gedung kantor untuk OPD dan lembaga pemerintah lainnya di lingkungan Pemkab Dogiyai?Dengan tidak adanya gedung untuk kantor pemerintah bagi beberapa OPD, terbersit sebuah pertanyaan mendasar, apakah Pemkab Dogiyai sudah punya Rencana Tata Ruang Kota (RTRK) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) atau tidak sehingga OPD dan pemerintah bingung mau tempatkan kantor pemerintah dimana. Selain itu, pertanyaan berikutnya adalah apakah karena tuntutan ganti rugi dari masyarakat yang mahal, sehingga pemerintah memilih aman, lebih enak sewa gedung dari pada membangun baru. Karena, beberapa kantor di Jalan Trans Papua, pelepasannya diterima oleh warga non lokal yang sudah bersertifikat.Sementara itu, jika menelusuri jalan kabupaten, sepanjang jalan dari Kali Tuka ke Mauwa lewat Tokapo, dan di sepanjang ruas Jalan Trans Papua dari Kali Tuka ke Mauwa, mulai terlihat “penambahan” bangunan rumah yang bakal mereporkan pemerintah ketika pelebaran jalan. Karena, suka tidak suka, beberapa tahun mendatang, pasti akan ada pelebaran jalan. Dan kalau ada pelebaran jalan, pemerintah bakal mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk mengganti rugi bangunan dan usaha masyarakat.Masalah perkantoran, Pemkab Dogiyai tidak perlu jauh-jauh, cukup ke Paniai dan Deiyai. Karena, dua kabupaten ini, sudah menata kantor pemerintah disatu lokasi sehingga jelas, pusat pemerintahannya dimana, pusat kegiatan perekonomian dan pemukiman masyarakat dimana. Jangan malu berguru kepada tetangga dari pada mengeluarkan uang, tenaga dan menghabiskan waktu untuk kerja melayani masyarakat. Warga yang mengurus surat dan urusan lain dengan pemerintah juga tidak membuang waktu banyak hanya untuk mencari lokasi kantor.Belum terlambat bagi Dogiyai untuk menata perkantoran pemerintah. Pemerintah bisa negosiasi dengan masyarakat, minta lokasi dimana pemerintah mau membangun perkantoran. Hanya saja, sebelum membangun perkantoran pemerintah, Pemkab Dogiyai membangun gedung-gedung tersebut sesuai dengan peruntukan yang ditetapkan melalui Rencana Tata Ruang Kota (RTRK). Karena, didalam RTRK, pasti sudah ada alokasi untuk perkantoran, jalan, pemukiman masyarakat, pusat perekonomian dan pusat-pusat lainnya. Paling tidak, Pemkab Dogiyai sudah punya RTRK Distrik Kamu sebagai pusat kota, jika tidak mau repot kemudian.Sebab, ketika tidak ada RTRK, masyarakat dan kalangan swasta bisa berbuat apa saja, karena pemerintah tidak “punya gigi” untuk membatalkan. Karena, pemerintah tidak punya RTRK sebagai landasan perencanaan pembangunan dan peruntukannya di Distrik Kamu. Tentu hal ini dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pemegang ulayat yang menghuni sejak nenek moyang dan mengetahui alam sekitarnya.Tetapi, dengan adanya RTRK, penambahan bangunan liar, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan pembukaan kegiatan usaha baru dan lain-lain bisa dikontrol oleh pemerintah daerah. Dan pembangunan apapun didalamnya, disesuaikan menurut ruang yang tersedia didalam RTRK. Ketika pemerintah sudah menetapkan RTRK, kemudian hari tidak akan kerepotan banyak. Karena, semua ruang disatu distrik dan kabupaten sudah diatur oleh pemerintah daerah. (frans tekege) 
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:21
Metode Teologi Pembebasan Amerika Latin sebagai Suatu Model Mengatasi Situasi Masalah Papua
1. Pengantar Istilah pembebasan, muncul sebagai istilah khas Amerika Latin. Istilah tersebut merupakan istilah yang dibakukan sebagai rea
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS YUNIOR 2019
 Senin, 21 Oktober 2019 21:40

Dalam rangka menjaring bibit-bibit muda atlet bulutangkis di Kabupaten Nabire, PBSI Pengkab Nabire menggelar Kejuaraan Bulutangkis Yunior tahun 2019. Kelas yang akan dipertandingkan 1) Perorangan putra dan putri di bawah 9 tahun, 2) Beregu di bawah 12 tahun.

Kejuaraan akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Oktober 2019 sampai dengan selesai, di GOR Kotalama

 
HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Kejuaraan Bulutangkis Mulai Digelar
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:23
Kata Merupakan Senjata Bagi Wartawan
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:15
Khawatir Didenda, Tempat Usaha Pilih Tutup
Suroso  Minggu, 29 September 2019 23:26
Sejumlah Calon Bupati Mendaftar ke PAN
Suroso  Minggu, 29 September 2019 20:57

Info Loker