Home Papua Tengah Kepala Daerah Berjanji Fiktif, Pemuda Harus Kawal

Kepala Daerah Berjanji Fiktif, Pemuda Harus Kawal

Suroso  Selasa, 2 Juli 2019 20:49
Kepala Daerah Berjanji Fiktif, Pemuda Harus Kawal
NABIRE - Betapa tidak, pemuda sebagai agen pembaharu dalam menggerakan arah pembangunan bangsa kini dan terutama pada masa mendatang sehingga, pemuda harus mengawal dan memantau semua arah kebijakan dan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah agar berjalan sesuai janji kampanye di mimbar politik.Mando Mote, Ketua Barisan Muda Damai Sejahtera (BMDS) kabupaten Deiyai-Papua merasa penting untuk pemuda memberikan kontrol sosial kepada pemerintah dalam rangka mengawal dan memantauh tingkat realisasi visi-misi, sterategi pembangunan dan program kerja para kepala daerah yang sempat  menawarkan kepada rakyat ketika berorasi di mimbar kampanye.Mando berpendapat, keberadaan pemuda sebagai agen pembaharu, maka sepatutnya  dan tidak salah jika pemuda berkotribusi kepada pemerintah daerah dalam mengawal semua proses pelaksanaan pembangunan daerah. Terutama sejauh mana janji itu dinyatakan oleh para kepala daerah. Pemuda dituntut tidak memikirkan diri sendiri dan kelompok. Pemuda harus mengawal dan menuntut janji-janji para kepala daerah, sebab selama ini masih banyak kepala daerah yang belum realisasikan, bahkan fiktif.,”tukas mando melalui pers realese yang dikirim kepada wartawan media ini, selasa (2/9) kemarin.Mando kuwatirkan, Jangan sampai kita diberdayai oleh para pemangku kepentingan terutama oleh para kepalah daerah untuk bersama-sama menjalankan tidandakan-tindakan yang menyimpan dari janji mereka dan  peran pemuda yang sesungguhnya. Sebab Mando menilai, cukup banyak janji kepada rakyat, konon kondisi rill menunjukan masih banyak yang belum dipertanggung jawabkan kepada rakat dan alam semesta. “Lain janji, lain dalam pelaksanaan disitu terjadi kelainan, lantas terkesan fiktif. Oleh karena itu tidak ada lagi nilai tawar dan waktunya Pemuda harus memainkan perenannya,”imbuhnya.“Saya, anda dan mereka adalah kita semua pemuda. Nasip arah bangsa ini ada dipundak kita semua, maka itu  kita harus mengawal janji para kepala daerah agar para kepala daerah membuktikan sesuai janji mereka,”ujar mando.“Tidak ada jalan lain, pemuda sebagai asset penerus tongkat estafet pembangunan wajib bersatu untuk bersama-sama mengawal janji-janji para kepala daerah agar dalam pengambilan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai janji mereka,”imbunya. (eby)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Rabu, 17 Juli 2019 21:10
TANAH, SUMBER KEHIDUPAN BAGI MASYARAKAT ADAT DI MEEUWODIDE
 Oleh Ernest Pugiye Ketika menyimak realitas kehidupana masyarakat adat di Meeuwodide, maka mereka masih tetap berhadapan dengan
Agenda Nabire
AGENDA KEJUARAAN CABANG OLAHRAGA
 Sabtu, 29 Juni 2019 8:5

KEJUARAAN BULUTANGKIS ANTAR KAMPUNG 2019

Nomor yang dipertandingkan : Beregu Putra (3 ganda).

Pendaftaran di GOR Kotalama - Nabire

Waktu pelaksanaan : Dimulai tanggal 18 Agustus 2019

Segera daftarkan tim kampung/kelurahan ANDA !!!

 

 

KEJUARAAN BULUTANGKIS BANK PAPUA SUPER SERIES II

Nomor yang dipertandingkan : Ganda Putra Kategori A, Ganda Putra Kategori B,  Ganda Putra Kategori C, Tunggal Putra Kategori Umum, Tunggal Putra Kategori C.

Pendaftaran sampai dengan tanggal 9 Juli 2019

Kejuaraan dimulai tanggal 13 Juli 2019 di GOR Kotalama - Nabire

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Info Loker