Home Nabire Semuel Yamban : Saya Pemilik Tanah Adat Lokasi Bank Papua

Semuel Yamban : Saya Pemilik Tanah Adat Lokasi Bank Papua

Suroso  Selasa, 9 Juli 2019 5:9
Semuel Yamban : Saya Pemilik Tanah Adat Lokasi Bank Papua
NABIRE - Pernyataan Semuel Yamban terkait pemalangan kantor Bank Papua pada Jumat (4/7) lalu atas nama keluarga besar Robert D. Yamban Musendi, pemalangan dilakukan karena keluarga kecewa dengan Direksi Bank Papua Nabire yang tidak memenuhi janji kepada keluarga sejak tanah dilepaskan tahun 2008. Sem Yamban merupakan anak Kepala Suku Besar (alm) Robert Yamban yang merupakan pemilik lokasi tanah Bank Papua. “Orang tua saya tinggal di Pantai MAF sebelum dikeluarkannya SK 66,  sehingga saya adalah pemilik sah lokasi dari Kali Oyehe sampai ujung jalan Pantai MAF yang sekarang dikenal dengan Pantai Nabire. Dan lokasi ini tidak gelap karena sudah berpenghuni, bahkan sebelum dibangun Kantor Bank Papua,” ujarnya dalam siaran persnya yang diantar ke redaksi, Senin (8/7) kemarin. Lebih lanjut dikatakan, Pemerintah Kabupaten Nabire saat itu dipimpin Yusup Adipatah, telah meminjam lokasi ini dan dipakai sebagai penampungan masyarakat penjual ikan. Soal sertifikat yang telah dikeluarkan oleh pihak-pihak tertentu, kata dia, itu bukanlah pembuktian yang secara hukum menggugurkan hak dirinya sebagai pemilik tanah adat. “Sejak tanah ini dipakai dan hari dimana mama saya janda Dorkas Musendi pegang meter bersama dengan pimpinan Bank Papua Bapak Rahman dan saudara Husein Kamisopa, saat itu tahun 2008, tidak pernah terjadi dan tidak pernah dilakukan transaksi jual beli tanah tersebut,” katanya.  Yang terjadi adalah perjanjian secara lisan antara mamanya dengan pihak bank untuk pembayaran hak tanah adat setelah lima tahun. Tetapi sampai saat ini ternyata pihak Bank Papua tidak menepati janjinya. Sehingga pihak keluarga besar Yamban merasa dilecehkan dan ditipu. Sehingga secara tegas minta untuk direalisasikan ganti rugi lokasi tersebut. Semuel Yamban atas nama keluarga besar Yamban Musendi juga menyatakan bahwa apabila pihak Bank Papua tidak akan membayar tanah lokasi ini, maka dirinya mempersilahkan Bank papua angkat kaki dari tanah adatnya secara sadar dan terhormat. “Jangan lempar tanggung jawab kesana kemari,” tambahnya. Semuel Yamban juga menghimbau dengan tegas kepada pihak-pihak lain yang tidak tahu menahu terkait permasalahan ini untuk tidak ikut campur dengan statemen-statemen yang merugikan. Begitu pula dengan pihak-pihak yang selama beberapa waktu ini telah mengaku sebagai pemilik adat dan telah mengambil keuntungan dari permasalahan ini. “Kami tegaskan agar dapat mempertanggung jawabkan semua yang pernah dilakukan,” ujarnya.  Terkait semua pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah, lanjut dia, pihaknya tetap pada pendirian untuk menuntut pihak bank agar sesegera mungkin menyelesaikan haknya. Hak adatnya merupakan bentuk dari harga diri pribadi dan keluarga. Tidak ada seorang pun yang bisa dengan mudah mengambil keputusan terkait hal ini, sekalipun dari pemerintahan setempat.  “Saya dan keluarga mengutuk setiap orang yang mencoba berbuat curang di tanah ini supaya mati di atas tanah ini,” tutur Semuel Yamban yang merupakan putra asli Yerisiam–Moor. (ros)      
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Rabu, 17 Juli 2019 21:10
TANAH, SUMBER KEHIDUPAN BAGI MASYARAKAT ADAT DI MEEUWODIDE
 Oleh Ernest Pugiye Ketika menyimak realitas kehidupana masyarakat adat di Meeuwodide, maka mereka masih tetap berhadapan dengan
Agenda Nabire
AGENDA KEJUARAAN CABANG OLAHRAGA
 Sabtu, 29 Juni 2019 8:5

KEJUARAAN BULUTANGKIS ANTAR KAMPUNG 2019

Nomor yang dipertandingkan : Beregu Putra (3 ganda).

Pendaftaran di GOR Kotalama - Nabire

Waktu pelaksanaan : Dimulai tanggal 18 Agustus 2019

Segera daftarkan tim kampung/kelurahan ANDA !!!

 

 

KEJUARAAN BULUTANGKIS BANK PAPUA SUPER SERIES II

Nomor yang dipertandingkan : Ganda Putra Kategori A, Ganda Putra Kategori B,  Ganda Putra Kategori C, Tunggal Putra Kategori Umum, Tunggal Putra Kategori C.

Pendaftaran sampai dengan tanggal 9 Juli 2019

Kejuaraan dimulai tanggal 13 Juli 2019 di GOR Kotalama - Nabire

HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Info Loker