Home Nabire 16 Kampung KB Terbentuk, Pokja Belum Aktif

16 Kampung KB Terbentuk, Pokja Belum Aktif

Suroso  Selasa, 9 Juli 2019 5:10
16 Kampung KB Terbentuk, Pokja Belum Aktif
NABIRE – Sudah disahkan sebanyak 16 kampung sebagai Kampung Keluarga Berancana (Kampung KB) di Kabupaten Nabire sejak tahun lalu, namun hingga saat ini kelompok kerja (Pokja) belum aktif. Karena masih terbentur dengan Surat Keputusan (SK) Pokja tingkat kabupaten sehingga mempengaruhi program kerja masing-masing Pokja di Kampung KB. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nabire, Andarias Kambuaya di ruang kerjanya, Senin (8/7) mengatakan, penunjukkan Kampung KB, sebanyak 16 Kampung di Kabupaten Nabire sudah ditetapkan tahun lalu. Hanya pokja belum terlaksana karena, SK Pokja untuk tingkat kabupaten belum ditetapkan melalui SK sehingga belum membahas penjabaran program setiap kampung yang berkaitan dengan dana operasional Pokja. Kambuaya menambahkan, sesuai penetapan, dari 16 kampung tersebut tersebar di 6 distrik yakni, Distrik Nabire, Nabire Barat, Wanggar, Yaro, Makimi dan Napan. Masing-masing distrik ditetapkan dua kampung sebagai kampung KB. Pembinaan di 16 kampung tersebut ditangani secara terpasu melalui pokja yang akan dijabarkan lewat 8 fungsi KB. Kepala Dinas PPKB mengatakan, program dari masing-masing pokja lewat 8 fungsi Keluarga Berencana terurai atas keagamaan, sosial budaya, cintah kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan dan sosialisasi, ekonomi, dan pembimbingan. Setiap fungsi ini dilaksanakan melalui koordinasi antar pokja yang terkait kepada masyarakat di setiap kampung KB. Sekalipun masih terkendala dengan SK Pokja dan penjabaran program di setiap kampung, Kambuaya optimis dalam tahun anggaran ini sudah mulai ditangani oleh pemerintah daerah lewat pokja. Sebab, pelaksanaan program ada yang ditangani lewat dana pemberdayaan Kampung yang dikucurkan pemerintah ke setiap kampung. Untuk membiayai kegiatan dari Kampung KB lewat dana Kampung, Kata Kambuaya, Dinas PPKB sudah melaksanakan sosialisasi ke 16 kampung KB sehingga sebagian sudah memahami program tersebut sehingga akan dialokasi dana dari kampung untuk membiayai program pokja di kampung. Penetapan Kampung KB yang dicetus pemerintah pusat dimaksudkan sebagai pembangunan kampung terpadu yang ditangani oleh beberapa instansi pemerintah untuk mempercepat dan mengefektikan pelayanan pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, keluarga berencana, ekonomi keluarga, peningkatan kesejahteraan dan keagamaan di kampung. Pembinaan terpadu dan lintas sektor tersebut, pemerintah Kabupaten Nabire menetapkan 16 kampung yang tersebar di 6 distrik. (ans)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:21
Metode Teologi Pembebasan Amerika Latin sebagai Suatu Model Mengatasi Situasi Masalah Papua
1. Pengantar Istilah pembebasan, muncul sebagai istilah khas Amerika Latin. Istilah tersebut merupakan istilah yang dibakukan sebagai rea
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS YUNIOR 2019
 Senin, 21 Oktober 2019 21:40

Dalam rangka menjaring bibit-bibit muda atlet bulutangkis di Kabupaten Nabire, PBSI Pengkab Nabire menggelar Kejuaraan Bulutangkis Yunior tahun 2019. Kelas yang akan dipertandingkan 1) Perorangan putra dan putri di bawah 9 tahun, 2) Beregu di bawah 12 tahun.

Kejuaraan akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Oktober 2019 sampai dengan selesai, di GOR Kotalama

 
HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Info Loker