Home Nabire SKPD Terkait Apatis, Sat Pol PP Turun Tangan Bersihkan Sampah

SKPD Terkait Apatis, Sat Pol PP Turun Tangan Bersihkan Sampah

Suroso  Selasa, 9 Juli 2019 19:24
SKPD Terkait Apatis, Sat Pol PP Turun Tangan Bersihkan Sampah
NABIRE - Sampah di Nabire telah menjadi sorotan khalayak umum baik melalui media masa maupun media social seperti facebook, Whats App Group dan lain-lain bahkan menjadi diskusi publik. Terutama sampah yang berserakan dan menumpuk di sejumlah pasar di Nabire. Sebut saja di Pasar Karang, Pasar Oyehe dan Pasar Kalibobo. Satuan Kerja Kebersihan dan Lingkungan hidup pun terksesan apatis alis masa bodo untuk menangani penumpukan sampah yang kian hari kian berserahkan di tiga pasar sentral tersebut. Sebagai bentuk perhatian dan upaya kongrit dari pemerintah daerah Kabupaten Nabire, melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) kembali membersihkan sampah-sampah yang tertempuk di Pasar Karang.  Selasa (9/7) kamarin, tepat pada pukul 16.30 wit, Sat Pol PP menurunkan satu alat berat jenis escalator buldoser sedang menggaruk sampah yang tertumpuk di samping Pos Polisi dan 6 truk sedang anteran dibibir jalan untuk mengangkut sampah-sampah tersebut selanjutnya akan dibuang di TPA Wanggar. Kepala Satuan Polisi Pamog Praja Nabire, Kompol, S. Liatpasen, mengatahkan, sesungguhnya untuk pembersihan sampah bukan merupakan tugas pokok pihaknya. Tetapi ada pemerintah dari atasan (Bupati, red) sehingga pihaknya mengambil langkah untuk membersihkannya. Menurut Stef selain perintah bupati, ada produk hukum daerah (Perda) tengan Terantif dalam subtansinya ada Bab yang mengatur tentang sampah.  Sehingga Pol PP tidak ahli fungsi tetapi mempunyai kewajiban untuk melakukan pengawasan. Sehinga kata Stef, dari sisi pembinaan maupun penindakan tetap pihaknya eksekusi. “Pengkawasan dari sisi pembinaan kami masuk, dari sisi penindakan kami masuk. Jelas bahwa Pol PP adalah penegak Perda sehingga jangan dikonotasikan Pol PP beralih fungsi tetapi kami selaku penegak Perda, maka itu tugas dan kewajiban kami,” tutur Stef kepada wartawan media ini, Selasa (9/7) kemarin di Pasar Karang Nabire. Dibeberkan Stef, Pemebersihan sampah ini bukan saja di Pasar Karang, tetapi, Rabu (10/7) hari ini Pol PP akan memangkut sampah-sampah yang berseraka di Pasar Oyehe. Sedangkan hari Kamis (11/7) besok akan dilanjut lagi ke Pasar Kali Bobo. Stef mengakui, sampai kini peraturan daerah yang mengatur khusus tentang sampah belum ada. Karena itu Stef berharap perlu adanya regulasi khusus yang mengatur tentang sampah, agar kedepan semua fihak ada efek jerahnya. Terutama kepada kita semua yang selalu membuang sampah disembarang tempat. (eby)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:21
Metode Teologi Pembebasan Amerika Latin sebagai Suatu Model Mengatasi Situasi Masalah Papua
1. Pengantar Istilah pembebasan, muncul sebagai istilah khas Amerika Latin. Istilah tersebut merupakan istilah yang dibakukan sebagai rea
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS YUNIOR 2019
 Senin, 21 Oktober 2019 21:40

Dalam rangka menjaring bibit-bibit muda atlet bulutangkis di Kabupaten Nabire, PBSI Pengkab Nabire menggelar Kejuaraan Bulutangkis Yunior tahun 2019. Kelas yang akan dipertandingkan 1) Perorangan putra dan putri di bawah 9 tahun, 2) Beregu di bawah 12 tahun.

Kejuaraan akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Oktober 2019 sampai dengan selesai, di GOR Kotalama

 
HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Info Loker