Home Nabire Persoalan Palang Bank Papua, Belum Tuntas

Persoalan Palang Bank Papua, Belum Tuntas

Suroso  Selasa, 9 Juli 2019 19:28
Persoalan Palang Bank Papua, Belum Tuntas
NABIRE – Tuntutan pembayaran ganti rugi atas lokasi Kantor Bank Papua Cabang Nabire oleh Keluarga Yamban, hingga kini belum tuntas. Pertemuan di halaman Kantor Bank Papua, Selasa (9/7) sejak pagi hingga sore hari, belum menuntaskan persoalan. Keputusan pada akhir pertemuan, akan ada pertemuan pada Jumat (19/7) minggu depan yang diharapkan menjadi pertemuan terakhir dan menuntaskan persoalan. Pantauan media ini di lapangan, sekitar pukul 10.45 WIT, pertemuan digelar yang dihadiri keluarga besar Yamban dan kerabat, pihak Bank Papua Cabang Nabire dan perwakilan Direksi Bank Papua dari Jayapura, pihak Pemda Nabire yang diwakili Asisten I dan Asisten III Setda Nabire. Pertemuan tersebut juga ada perwakilan dari kepolisian. Sejak pagi hingga dilaksanakannya pertemuan, sejumlah aparat kepolisian juga terlihat turut mengamankan lokasi. Mewakili pihak Pemda Nabire, Asisten III Setda Nabire, Pieter Erari SE, M.Si, mengatakan, tuntutan ini sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu dan saat ini akhirnya kita bertemu. Terkait persoalan ini, Bupati Nabire juga sudah memberikan petunjuk untuk disampaikan kepada pihak-pihak terkait. “Saat ini bupati sedang ada tamu dari KPK dan ada kegiatan sehingga mengutus Asisten I dan Asisten III untuk hadir pada pertemuan ini,” ujar Erari. Petunjuk Bupati Nabire, lanjut Erari, Bank Papua adalah bank daerah Papua yang sahan-sahamnya berasal dari daerah sehingga rasa peduli terhadap kantor cabang sehingga pemerintah daerah harus hadir. Data dari pihak bank, lokasi itu diserahkan pada saat pemerintahan Bupati AP Youw kepada pihak bank untuk dibangun kantor. Saat itu, Bupati AP Youw adalah kepala daerah yang menyerahkan tanah itu, sehingga hal ini dianggap sudah final. Dari pihak pemerintah daerah dan pihak bank sudah tidak ada lagi berpikir untuk memberikan imbalan atau jasa kepada siapapun. Karena surat-surat yang dimiliki pihak Bank Papua, menurut bupati, itu sudah sah. “Jika keputusan itu tidak memuaskan, silahkan disampaikan secara martabat dan adat untuk kita bicarakan. Karena saat ini ada juga wakil dari Bank Papua pusat. Sehingga kita sama-sama dengan hati dingin kita selesaikan persoalan ini,” harapnya. Sementara itu, mewakili keluarga yang menuntut, Semuel Yamban menegaskan, dirinya sebagai pemilik tanah sekaligus tanah garapan. Ditegaskan Semuel, dirinya tidak bicara surat-surat tapi bicara soal haknya. Dirinya dilahirkan dan dibesarkan di tanah ini.  “Saya nyatakan sebagai pemilik minta ganti rugi. Ada sertifikat hidup atas nama Mama Yamban. Lapangan terbang saja kamu bayar, masa tanah ini kamu tidak bisa bayar. Atas dasar itu maka pemerintah daerah dan bank lihat hal-hal itu, berikan sesuatu yang harus diberikan,” ujar Sem Yamban. Saling menyampaikan pendapat baik itu dari pihak keluarga Yamban, dari pihak pemerintah daerah, dari pihak Bank Papua yang dimediasi oleh pihak kepolisian, hingga siang hari belum juga menemukan titik temu. Hingga akhirnya pertemuan diskorsing. Pada sore harinya, pertemuan kembali digelar di tempat yang sama. Saling argumen juga masih mewarnai pertemuan lanjutan itu. Hingga akhirnya disepakati akan ada pertemuan pada Jumat (19/7) minggu depan yang diharapkan menjadi pertemuan terakhir.  Sem Yamban saat dimintai komentarnya oleh media ini, mengatakan, pihaknya masih tetap bertahan dengan tuntutan pembayaran ganti rugi atas lokasi Kantor Bank Papua Cabang Nabire itu. Ditanya soal nilai nominal tuntutan, kata Sem, hingga saat ini nilainya masih sama dengan apa yang disampaikan pada waktu sebelumnya. “Kami tinggal menunggu janji yang diberikan oleh pihak bank, yang menjadwalkan akan ada pertemuan pada Jumat (19/7) pekan depan. Pada pertemuan nanti yang kami harapkan sudah tidak lagi kita saling beradu argumentasi. Tapi yang kami harapkan adalah bahwa pada pertemuan nanti pihak bank sudah bisa membayarkan tuntutan ganti rugi lokasi kepada kami,” ujarnya. (ros)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:21
Metode Teologi Pembebasan Amerika Latin sebagai Suatu Model Mengatasi Situasi Masalah Papua
1. Pengantar Istilah pembebasan, muncul sebagai istilah khas Amerika Latin. Istilah tersebut merupakan istilah yang dibakukan sebagai rea
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS YUNIOR 2019
 Senin, 21 Oktober 2019 21:40

Dalam rangka menjaring bibit-bibit muda atlet bulutangkis di Kabupaten Nabire, PBSI Pengkab Nabire menggelar Kejuaraan Bulutangkis Yunior tahun 2019. Kelas yang akan dipertandingkan 1) Perorangan putra dan putri di bawah 9 tahun, 2) Beregu di bawah 12 tahun.

Kejuaraan akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Oktober 2019 sampai dengan selesai, di GOR Kotalama

 
HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Kejuaraan Bulutangkis Mulai Digelar
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:23
Kata Merupakan Senjata Bagi Wartawan
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:15
Khawatir Didenda, Tempat Usaha Pilih Tutup
Suroso  Minggu, 29 September 2019 23:26
Sejumlah Calon Bupati Mendaftar ke PAN
Suroso  Minggu, 29 September 2019 20:57

Info Loker