Home Pemda Intan Jaya Ketua LMA Intan Jaya : Prioritaskan 4 Suku Asli Dalam Rekrut CPNS

Ketua LMA Intan Jaya : Prioritaskan 4 Suku Asli Dalam Rekrut CPNS

Suroso  Kamis, 11 Juli 2019 11:40
Ketua LMA Intan Jaya : Prioritaskan 4 Suku Asli Dalam Rekrut CPNS
NABIRE – Ketua Lembaga Musyawarah Adat (LMA) Kabupaten Intan Jaya, Wolter Belau meminta kepada panitia penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya agar memperioritas kepada 4 suku asli dari daerah masing-masing Suku Moni, Dani, Nduga dan Wolani dalam perekturan CPNS tahun 2019. Prioritas kepada putera-puteri asli dari 4 suku disiasati dengan menurunkan batas terendah kelulusan dengan standar minimal kelulusan peserta umum lainnya. Sebab, kata Wolter Belau, rata-rata nilai kelulusan dari putera-puteri asal 4 suku asli rendah dibanding dengan nilai kelulisan dari suku lain yang mendaftar dan ikut seleksi penerimaan CPNS di Kabupaten Intan Jaya. Oleh sebab itu, untuk meloloskan peserta dari 4 suku asli di Intan Jaya, panitia dan pemerintah daerah perlu menurunkan batas standar kelulusannya. Permintaan perhatian khusus kepada putera/i asli Intan Jaya tersebut disampaikan Wolter Belau kepada media, Selasa (9/7) sore di Nabire setelah mengikuti proses tes penerimaan CPNS formasi tahun 2019 Kabupaten Intan Jaya yang dilaksanakan di Nabire. Kepala Suku ini meminta agar panitia lokal bersama pemerintah daerah Intan Jaya agar menetapkan standar kelulusan khusus bagi putera-puteri dari 4 suku asli di Intan Jaya dengan batas minimal 150. “Kalau bisa, 4 suku asli paling rendah 150. Nanti tambah, penilaian dari SKB,” usulnya. Ketua I LMA yang juga merangkap Ketua Dewan Adat Kabupaten Intan Jaya ini memberi alasan, batas minimal nilai kelulusan tersebut untuk menyelamatkan pencari kerja khususnya putera/i asal 4 suku asli. Sebab jika menggunakan standar nilai kelulusan yang sama untuk semua peserta, putera-puteri asli tidak akan banyak yang lulus. Sebab, kalau nilai keluluisannya disamaratakan, peserta dari 4 suku asli akan kalah bersaing sehingga tidak akan banyak yang lolos sebagai CPNS. Usulan tersebut juga untuk meminimalisir letupan-letupan di tengah masyarakat di Kabupaten Intan Jaya, akibat ketidak puasan kebijakan pemerintah daerah. Oleh sebab itu, untuk memngimbangi dan menekan letupan kekecewaan masyarakat lokal, pemerintah daerah bersama Panitia Penerimaan CPNS mensiasitinya dengan mematok batas terendah kelulusan dengan nilai 150 agar peserta dari 4 suku asli berpeluang lolos sebagai CPNS di daerahnya.  Ketua Dewan Adat, Wolter Belau, menyampaikan terima kasih kepada Panitia Penerimaan CPNS Tahun 2019 Kabupaten Intan Jaya dan pemerintah daerah yang telah melaksanakan tes kepada pelamar sejak 4 – 9 Juli di Nabire. Karena, selama proses pendaftaran hingga pelaksanaan tes di Nabire telah terlaksana dengan lancar, aman dan transparan. Wolter menambahkan, proses tes penerimaan CPNS tahun ini berjalan lancar dan aman karena peserta dapat melihat langsung nilai akhir yang dicapai. Dengan pola seperti ini, tidak ada lagi kepentingan dan keberpihakan. Peserta bisa mengetahui sendiri, nilai kelulusannya. Oleh sebab itu, ia mengimbau, tidak boleh ada gerakan tambahan dari masing-masing peserta tes. Karena, masing-masing peserta sudah mengetahui nilai akhir tesnya sendiri. Dengan mengetahui nilai akhir tes, tidak ada lagi kecurigaan dari peserta, karena sudah mengetahui hasilnya sendiri secara transparan. (ans)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Senin, 24 Februari 2020 19:46
Wajah Baru Sensus Penduduk 2020
Dalam Peraturan Presiden (Perpres) 39 Tahun 2019 mengatur tentang Satu Data. Hal ini menarik dikaitkan dengan Indonesia akan melaksanakan Se
Suroso  Kamis, 20 Februari 2020 3:9
Dinamisme Kependudukan akan Tergambar Jelas dengan Sensus Penduduk
Oleh : Rio Kuncoro, SST Pernahkan Anda benar-benar tahu berapakah tepatnya jumlah penduduk di Kabupaten Nabire? Jangan dulu bicara Kabupaten
Agenda Nabire
RAPAT KONI NABIRE
 Jumat, 21 Februari 2020 2:40
KONI Kabupaten Nabire akan menyelenggarakan rapat pada Sabtu, tanggal 22 Februari 2020 bertempat di Ruang Rapat KONI Nabire, pukul 12.00 WIT. Agenda rapat : 1). rapat evaluasi KONI tahun 2019, 2). Perencanaan agenda tahun 2020, 3). Serba Serbi
HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Populer

Info Loker