Home Papua Anggaran Stadion Papua Bangkit Tersedia dan Siap Dibayarkan

Anggaran Stadion Papua Bangkit Tersedia dan Siap Dibayarkan

Suroso  Kamis, 11 Juli 2019 19:12
Anggaran Stadion Papua Bangkit Tersedia dan Siap Dibayarkan
JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi Papua menyatakan anggaran pembangunan stadion Papua Bangkit sudah tersedia dan akan dibayarkan. "jadi bukan kita belum bayar, anggarannya ada, namun kasih masih menunggu transfer dari Pemerintah Pusat," Ungkap Kepala Bappeda Papua Muhammad Musa’ad, kepada pers di Jayapura, Senin, 8 Juli 2019.Menurutnya, anggaran pembangunan stadion Papua Bangkit sebesar 100 milyar lebih diambil dari anggaran Infrastruktur dari Pemerintah pusat. Jadi, saya juga ingin klarifikasi penyebutan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) oleh pemerintah pusat, Sebutan yang benar adalah dana tambahan Otsus. Selama ini kita salah menyebut mengenai dana tambahan infrastruktur dalam UU Otsus. Makanya, kami klarifikasi supaya kedepan tak ada salah sebut,” terangnya.Dia katakan, masalah salah sebut ini turut menjadi pembahasan bersama kementerian terkait, hingga menyebabkan pencairan dana Otsus 2019 terhambat. Dilain pihak, selama ini dana tambahan Otsus untuk infrastruktur dipersempit pada bidang transportasi saja."pembayaran juga belum bisa dilakukan karena belum Serah Terima Akhir Pekerjaan (Final Hand Over-FHO). "kalau anggaran sudah ditranfer, tentu kita akan bayar, sekarang kan masih dalam tahap pemeliharaan," ujarnya.Lanjutnya, sejak tahun 2007 lalu, Pemprov Papua telah mengajukan perluasan penggunaan dana tambahan Otsus diluar bidang transportasi, yakni energi, air bersih dan telekomunikasi. Sebab ada membiayai venue PON dan telah mendapat persetujuan pusat. Bahkan Inpres No. 10 Tahun 2017 menginstruksikan gubernur agar segera mengambil langkah strategis dalam mempersiapkan PON.“Makanya, sejak 2018 lalu kita diskusikan pada tahun ini, Pemprov bisa gunakan dana tambahan otsus untuk bangun venue. Apalagi Perpres 38 Tahun 2015 menggambarkan infrastruktur itu mencakup bidang sosial, pendidikan, kesehatan, olahraga dan pariwisata”.“Sehinga kita minta ruang ini dibuka dan pembahasan tersebut menjadi panjang didiskusi dengan kementerian terkait. Namun untuk venue bisa dibangun dari dana tambahan Otsus,” tegasnya.Sementara menyoal pencairan dana Otsus, tambah Musa’ad, sebenarnya sudah turun rekomendasi pencairan dari Kemendagri sejak 25 juni 2019 lalu. Secara prosedur dana Otsus 2019 sudah mesti cair pekan ini.“Biasanya kalau turun rekomendasi sejak 25 Juni 2019, maka minggu ini sebenarnya sudah bisa ditransfer dari Kemenkeu. Tapi kita harap bisa segera turun termen pertama bulan ini dan akan langsung kami ajukan pencairan termen kedua. Sehingga diharapkan cair pada Agustus mendatang,” pungkasnya.
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:21
Metode Teologi Pembebasan Amerika Latin sebagai Suatu Model Mengatasi Situasi Masalah Papua
1. Pengantar Istilah pembebasan, muncul sebagai istilah khas Amerika Latin. Istilah tersebut merupakan istilah yang dibakukan sebagai rea
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS YUNIOR 2019
 Senin, 21 Oktober 2019 21:40

Dalam rangka menjaring bibit-bibit muda atlet bulutangkis di Kabupaten Nabire, PBSI Pengkab Nabire menggelar Kejuaraan Bulutangkis Yunior tahun 2019. Kelas yang akan dipertandingkan 1) Perorangan putra dan putri di bawah 9 tahun, 2) Beregu di bawah 12 tahun.

Kejuaraan akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Oktober 2019 sampai dengan selesai, di GOR Kotalama

 
HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

Info Loker