Home Papua Tengah Dogiyai Punya Perda Miras, Tinggal Selesaikan Dua Tahap

Dogiyai Punya Perda Miras, Tinggal Selesaikan Dua Tahap

Suroso  Jumat, 12 Juli 2019 2:14
Dogiyai Punya Perda Miras, Tinggal Selesaikan Dua Tahap
NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai sudah punya Peraturan Daerah (Perda) tentang Larangan Pemasukan dan Distribusi Minuman Keras (Miras) di wilayah Kabupaten Dogiyai, tinggal menyelesaikan 2 tahapan. Apabila dua tahapan tersebut sudah selesai, Perda Miras di Kabupaten Dogiyai sudah ditehui publik, tinggal pengawasan dan penindakan sesuai dengan amanat Perda Miras.Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai, Markus Mote saat dikonfirmasi tentang aksi pemalangan pintu DPRD Kabupaten Dogiyai, Rabu (10/7) di Nabire mengatakan Dewan sudah mengesahkan Perda tentang Miras tahun lalu. Bahkan sosialisasi setingkat pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se lingkungan Pemkab sudah dilaksanakan, awal Desember lalu di Moanemani. Masyarakat Dogiyai memalang kantor DPRD Kabupaten Dogiyai awal pekan ini untuk menuntut ditegakkannnya Perda larangan distribusi, peredaraan dan penjualan Miras di wilayah Kabupaten Dogiyai.Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan memang, masyarakat ada palang pintu DPRD Kabupaten Dogiyai di Komakago, Moanemani untuk menuntut pelaksanaan Perda Miras. Masyarakat mendesak dewan untuk mempercepat penertiban Perda tersebut agar Dogiyai bebas dari Miras.Markus Mote yang getol dengan penetapan Miras di Kabupaten Dogiyai dan ikut mendorong percepatan pengesahan Perda Miras ini mengatakan, Perda Miras sudah disetujui dewan dan sosialisasi tingkat kabupaten khususnya dengan pimpinan OPD sudah dilaksanakan. Namun, masih tersisa dua tahapan belum dituntaskan, agar perda tersebut ditertibkan untuk mengawasi peredaraan dan distribusi miras di wilayah Kabupaten Dogiyai.Menurut Wakil Ketua DPRD, Markus Mote, dua tahapan yang belum diselesaikan yakni sosialisasi kepada tingkat distrik dan kepada masyarakat lewat tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, agama dan wanita.  “Sosialisasi ini dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat bersama-sama dengan pemerintah daerah,” tuturnya.Disamping itu, satu tahapan lagi yakni pengawasan terhadap distribusi dan peredaraan miras di wilayah hukum Kabupaten Dogiyai. Pada tahapan ini, pemerintah daerah memberdayakan fungsi Polisi Pamong Praja (Pol PP) bersama instansi terkait lain dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat.Untuk melaksanakan dua tahapan yang dimaksud, legislator dari PKB ini menambahkan, dewan akan mengecek kepada pemerintah daerah, apakah sudah ada dana sosialisasi dan penertiban miras sesuai dengan Perda miras. Apabila pemerintah tidak mengalokasikan dana, dewan akan mendesak kepada pemerintah supaya dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun anggaran 2019 supaya dua tahapan tersisa diselesaikan dalam tahun ini.Untuk diketahui, di dalam Perda Miras yang ditetapkan Pemkab Dogiyai, selain pengawasan dan penindakan terhadap peredaran dan distribusi miras di dalam wilayah hukum Kabupaten Dogiyai, penumpang dan kendaraan yang melintasi Kabupaten Dogiyai juga harus bebas dari miras, sekalipun ke daerah lain karena lewat pintu keluar masuk di Kabupaten Dogiyai. Apabila kendaraan ke daerah lain yang melintas Kabupaten Dogiyai dan penumpang kedapatan mengkonsumsi miras, akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan sanksi bagi yang melanggar Perda larangan peredaraan dan distribusi miras di Kabupaten Dogiyai. (ans)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:21
Metode Teologi Pembebasan Amerika Latin sebagai Suatu Model Mengatasi Situasi Masalah Papua
1. Pengantar Istilah pembebasan, muncul sebagai istilah khas Amerika Latin. Istilah tersebut merupakan istilah yang dibakukan sebagai rea
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS YUNIOR 2019
 Senin, 21 Oktober 2019 21:40

Dalam rangka menjaring bibit-bibit muda atlet bulutangkis di Kabupaten Nabire, PBSI Pengkab Nabire menggelar Kejuaraan Bulutangkis Yunior tahun 2019. Kelas yang akan dipertandingkan 1) Perorangan putra dan putri di bawah 9 tahun, 2) Beregu di bawah 12 tahun.

Kejuaraan akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Oktober 2019 sampai dengan selesai, di GOR Kotalama

 
HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

LHKPN Disosialisasikan di Intan Jaya
Suroso  Minggu, 3 Nopember 2019 5:20
Sudah Pensiun, Sekda Nabire Diganti
Suroso  Minggu, 3 Nopember 2019 4:59

Info Loker