Home Pemda Dogiyai Dewan Adat Dogiyai Deklarasi Keselamatan Tanah dan Manusia Kamapi

Dewan Adat Dogiyai Deklarasi Keselamatan Tanah dan Manusia Kamapi

Suroso  Selasa, 16 Juli 2019 3:56
Dewan Adat Dogiyai Deklarasi Keselamatan Tanah dan Manusia Kamapi
DOGIYAI – Beberapa hari lalu Dewan Adat Dogiyai mendeklarasikan keselamatan tanah dan manusia Kamu, Mapia dan Piyaiye (Kamapi). Deklarasi yang digelar di aula BPKAD Dogiyai ini dihadiri badan pengurus pusat lembaga Dewan Adat Mee Kamapi dan Piyaiye, Germanus Goo sebagai ketua dan sekretaris Alexander Pakage. Deklarasi turut mengundang Bupati Dogiyai, Yakobus Dumapa, S.IP dan ikut hadir pula dewan adat Provinsi Papua.Dikatakan Germanus Goo, lembaga adat yang telah diakui telah mengorganisir warga Mee yang ada di Kabupaten Dogiyai. Pihaknya menyatakan dengan tegas peyelamatan tanah dan manusia Kamapi.Isi deklarasi dibacakan ketua dewan adat Kamapi dan Piyaiye di Kabupaten Dogiyai. Dikatakan, kami sebagai pewaris anak–anak tanah manusia dan segala sumber daya alam adat dan budaya Mee sebagai manusia proto. Tanah sebagai mama dan SDA sebagai nafas kehidupan kami warga Mee Kamapi dan Piyaiye di sini.Lanjutnya, manusia dulu dan melalui para leluhur di Kabupaten Dogiyai sudah lama membandingkan kehidupannya. Nilai adat dan budaya yang telah melekat pada pihaknya. Sistem pendidikan kesehatan dan ekonomi yang sedang diterpakan dalam situasi kehidupan masyarakat yang semakin tidak menentuh ini.“Kami lembaga dewan adat berkomitmen membuat deklarasi dalam rangka penyelamatan tanah dan manusia Kamapi dinilai sangat penting,” ujarnya.Dikatakan Germanus Goo, merehabilitasi dan menyelematkan tidak boleh ada kerugian yang bisa saja terjadi di daerah Mauwodide. Perlu ada pemulihan mendalami dan diberdayakan dalam kondisi terpuruk sekalipun di Kabupaten Dogiyai. Lembaga dewan adat Kamapi dan Piyaiye tetapkan lima pernyatan keras secara tertulis. Diantaranya, semua bagian wilayah teritorial tanah dan kandungannya, tanah Kamapi yang dalam lebel telah dicapolok sudah diserahkan dan diambil, terutama kepada pihak tetiga, kepada negara, perusahaan, agama, LSM, migran dilakukan sebelum deklarasi. Diputuskan bahwa telah ditarik kembali oleh orang asli Kamapi dan Piyaiye melalui pernyatan bersama dan melalui forum tertinggi deklarasi ini. “Pusaka kami tanah Dogiyai tidak untuk dijual belikan. Tanah dan kekayaan alam Dogiyai diatur secara adat Kamapi dan Pijaye. Merujuk enam nawacita baru ditetapkan presiden kita, menyangkut hak–hak adat nusantara setifikat tanah soal pelepasan adat, pernyatan pencabutan, penarikan kembali pemulihan kembali, ditetapkan tanah Dogiyai sebagai tanah bertuan sejak leluhur kami. Mencabut dan menghentikan ijin operasi melakukan penatan ulang dewan adat Dogiyai. Termasuk tanah kami yang dikontrak oleh semua pihak,”ujarnya.Pernyatan tertulis diserahkan kepada Bupati Dogiyai dan dewan adat Provinsi Papua oleh Ketua Lembaga Adat Dogiyai, Germanus Goo. (don)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 13 Juni 2019 15:28
Orang Asli Papua: Hargai Tanah Sebagai “Mama”
Oleh: Florentinus Tebai*)  Transaksi jual-beli tanah ini sudah dan sedang terjadi di hampir seluruh tanah Papua. Transaksi jual beli t
Suroso  Kamis, 26 September 2019 21:21
Metode Teologi Pembebasan Amerika Latin sebagai Suatu Model Mengatasi Situasi Masalah Papua
1. Pengantar Istilah pembebasan, muncul sebagai istilah khas Amerika Latin. Istilah tersebut merupakan istilah yang dibakukan sebagai rea
Agenda Nabire
KEJUARAAN BULUTANGKIS YUNIOR 2019
 Senin, 21 Oktober 2019 21:40

Dalam rangka menjaring bibit-bibit muda atlet bulutangkis di Kabupaten Nabire, PBSI Pengkab Nabire menggelar Kejuaraan Bulutangkis Yunior tahun 2019. Kelas yang akan dipertandingkan 1) Perorangan putra dan putri di bawah 9 tahun, 2) Beregu di bawah 12 tahun.

Kejuaraan akan dilaksanakan mulai tanggal 26 Oktober 2019 sampai dengan selesai, di GOR Kotalama

 
HAHAEEE...
Nilai Raport
 Senin, 18 Februari 2019 1:28

Tinus : "Bapa.... belikan sa sepeda kah untuk pigi sekolah ? Sa pu teman-teman semua su naik sepeda kalo pigi sekolah"

Bapa : "Gampang itu anak. Yang penting ko pu nilai raport ada angka 9 minimal tiga. Kalau bisa, bapa langsung belikan ko sepeda baru."

Setelah ambil raport, Tinus pulang deng semangat. Tinus langsung cari dia pu bapa di rumah.

Tinus : "Bapa ini sa pu raport ada angka 9 ada tiga. Jadi bapa pu janji untuk belikan sa sepeda itu yang sa tagih."

Deng mata kabur-kabur sedikit, Tinus pu bapa liat Tinus pu raport. Memang di raport ada angka 9 ada tiga. Pace dia langsung tepati janji belikan Tinus sepeda baru.

Tapi pace dia rasa ada yang kurang pas di hati. Pace penasaran deng Tinus pur raport. Pace ko ambil kacamata dan perhatikan baik-baik nilai-nilai yang ada di dalam Tinus pu raport. Pace dia kaget tra baik punya waktu liat keterangan di depan angkat 9 yang ada tiga itu ternyata angka 9 itu bukan nilai mata pelajaran. Tapi angka 9 itu masing-masing ijin tidak sekolah 9, ijin sakit 9, dan alpa 9. Pace dia pu hati soak sampe.....

 

Populer

LHKPN Disosialisasikan di Intan Jaya
Suroso  Minggu, 3 Nopember 2019 5:20
Sudah Pensiun, Sekda Nabire Diganti
Suroso  Minggu, 3 Nopember 2019 4:59

Info Loker