Home Nabire Massa Minta Mahasiswa Papua Dipulangkan

Massa Minta Mahasiswa Papua Dipulangkan

Suroso  Selasa, 20 Agustus 2019 21:54
Massa Minta Mahasiswa Papua Dipulangkan
NABIRE – Warga Orang Asli Papua (OAP) di Nabire meminta kepada pemerintah daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) agar menarik pulang mahasiswa asal Papua yang sedang kuliah di Surabaya, Malang, Semarang, Bandung, Jakarta, Makassar dan kota studi lain di luar Papua. Karena, keamanan mahasiswa Papua diluar, sudah tidak nyaman.Pernyataan tersebut disampaikan sebagian warga OAP di Nabire ketika melaksanakan demo damai ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, Selasa (20/8). Masyarakat OAP yang demo ke dewan diterima, Wakil Ketua I, Marcy Kegou didampingi Ev Petrus Asso, Hengky Magay, Linus Doo, dan Aleks Kamiroki.Koordinator demo damai, Pieter Worabay di depan gedung dewan meminta kepada anggota DPRD agar bersama-sama dengan Bupati Nabire, mendukung Gubernur Papua, Lukas Enembe agar memulangkan para mahasiswa yang sedang belajar di Surabaya, Semarang, Malang, se Jawa Bali dan Makassar. Karena, tidak mungkin belajar tenang, akibat ujaran rasis. Manusia tidak mungkin tinggal dengan monyet demikian juga monyet tidak mungkin tinggal dengan manusia. Lebih baik, mahasiswa asal Papua dipanggil pulang ke Papua, karena kini dalam ketidaktenangan.Pieter Worabay mengatakan, ujuran yang berbauh rasis ini, tetapi ini karena harga diri orang Papua, maka DPRD bersama Bupati harus mendukung Gubernur Papua, Lukas Enembe yang sudah menyatakan akan menarik semua mahasiswa Papua se Jawa Bali dan Makassar.Orator, Hendrik Andoy menilai ujaran rasis yang dilempar kepada mahasiswa di Surabaya ini menjelang peringatan HUT RI ke 74. Karena itu, ujaran seperti ini dinilai tidak manusiawi dan menunjukkan belum dewasa. Sementara kita di Papua sedang menjaga agar HUT RI dirayakan dalam suasana yang aman dan tenang.Masyarakat mendesak dewan agar tuntutan OAP Nabire ini segera ditindak lanjuti oleh dewan. Warga OAP juga kesal dengan anggota dewan non Papua yang tidak menerima aspirasi warga. Masyarakat menilai, anggota dewan seperti ini, jadikan lembaga dewan dan partai politik untuk cari makan dan tidak memperjuangkan aspirasi masyarakat.Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nabire, Marcy Kegouw di depan peserta demo menuturkan sebagai seorang ibu, tidak pernah melahirkan monyet, tetapi anak manusia. Oleh karena, sebagai seorang ibu merasa harga dirinya terpukul.Oleh sebab itu, Marcy Kegou anggota dewan akan mendesak Bupati Nabire agar bertemu dengan Gubernur Papua untuk membicarakan tuntutan masyarakat asli Papua.Sementara itu, anggota Dewan Ev Petrus Asso mengatakan, pihaknya akan menemui Gubernur Papua dan bila perlu akan mengajak 29 bupati dan Walikota se Provinsi Papua bertemu bersama-sama dengan Gubernur Papua Barat dan 15 bupati/walikota se Papua Barat. Masyarakat diminta bersabar menanti sikap dan jawaban dari pemerintah di Papua dan Papua Barat.Aspirasi akan Dilanjutkan ke ProvinsiUsai menyampaikan aspirasi, massa ke kantor Bupati Nabire dengan longmach dari gedung DPRD Nabire. Di depan kantor Bupati Nabire, masyarakat OAP menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah. Pendemo diterima Sekda Nabire, Drs. I Wayan Mintaya. Sekda I Wayan Mintaya didampingi Asisten III, Kabag Humas dan beberapa pejabat seperti Kapolres Nabire dan Dandim 1705/PN, langsung memberikan jawaban terkait tuntutan masa aksi yang menginginkan aspirasinya segera disampaikan kepada Gubernur Papua.I Wayan mengucapkan terima kasih kepada para aksi yang melakukannya dengan tertib dan aman. Ini juga bilang, sesuai petunjuk Bupati Nabire maka akan ada dua orang yang melanjutkan aspirasi kepada pemerintah Provinsi Papua.“Karena Bupati sedang dinas luar, namun sesuai arahan maka kami akan mengirim dua orang. Satu dari eksekutif dan satu dari legislatif untuk melanjutkan aspirasi masyarakat Nabire ke tingkat provinsi,“ ungkapnya.Pieter Worabay dalam aksinya selain meminta pemerintah memulangkan mahasiswa Papua di Jawa, ia juga menginginkan Pemkab dapat memastikan bahwa semua mahasiswa dalam keadaan aman.“Pulangkan mereka, tapi harus dipastikan mereka di sana aman,” ujarnya.Worabay juga mengapresiasi Pemkab Nabire yang dapat menerima aspirasi dan mengambil langkah tepat. Sebab dinamika politik masih terus memanas, akibat penghinaan yang terhadap RAS.“Ini yang Soekarno sangat menjaga masalah ini. Sebab ketika suku dan ras bahkan agama diganggu maka tamatlah riwayat. Ini yang harus kita jaga,” ujarnya.Pieter Worabay juga berterima kasih kepada masyarakat Nabire yang saat aksi tidak terjadi hal yang diinginkan. Selain itu, ia juga berterima kasih warga dan semua eleman yang telah melakukan aksi dengan damai.“Termasuk TNI/Polri. Dan saya kita, semua elemen harus berperan untuk menjada situasi keamanan baik di Nabire maupun Papua pada umumnya,” terangnya.Sementara itu, Kapolres Nabire, AKBP Sonny M. Nugroho, saat diminta tanggapannya, mengimbau masyarakat Nabire tetap menjaga keamanan dan ketertiban agar tetap aman dan kondusif. Juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi bahkan ikut menyebarkan berita bohong (Hoax).“Stop sebar berita bohong, sharing sebelum share atau menyebarluaskan ke publik atau ke Media Sosial (Medsos). Mari kita sama-sama menjaga keamanan, hindari kekerasan dan jauhi hal-hal negatif,” imbuhnya. (ans/ros/pas)
Polling
Apakah anda setuju jika diberlakukan pembayaran parkir di sejumlah titik keramaian di dalam Kota Nabire ?
Suroso  Kamis, 21 Mei 2020 20:20
Akselerasi Pangan Lokal Dalam Pandemi Covid-19
 Oleh : Johan Kudiai   Sejak tangga l2 Maret 2020 Indonesia menjadi negara yang positif terpapar COVID 19 yang langsung diumumkan
Suroso  Kamis, 20 Februari 2020 3:9
Dinamisme Kependudukan akan Tergambar Jelas dengan Sensus Penduduk
Oleh : Rio Kuncoro, SST Pernahkan Anda benar-benar tahu berapakah tepatnya jumlah penduduk di Kabupaten Nabire? Jangan dulu bicara Kabupaten
Agenda Nabire
RAPAT KONI NABIRE
 Jumat, 21 Februari 2020 2:40
KONI Kabupaten Nabire akan menyelenggarakan rapat pada Sabtu, tanggal 22 Februari 2020 bertempat di Ruang Rapat KONI Nabire, pukul 12.00 WIT. Agenda rapat : 1). rapat evaluasi KONI tahun 2019, 2). Perencanaan agenda tahun 2020, 3). Serba Serbi
HAHAEEE...
Tanah milik KODIM dan POLRES
 Rabu, 29 Januari 2020 1:16

  Ada Pace dua dong pasang Patok di dorang pu lahan. Pace yang satu de tulis : “Tanah ini milik KODIM”. Pace yang satu lagi tulis : "Tanah ini milik POLRES"

Satu kali begini, Komandan Kodim dan Kapolres yang baru menjabat pi lihat lahan itu dan truss merasa bertanggung jawab. Jadi masing-masing kerahkan dong pu anggota bersihkan lahan. Pas lahan su bersih dan rapi, Pace yang pu tanah datang ucap terima kasih.

“Adoo Bapa Komandan hormat… terima kasih su kasi bersih tong dua pu lahan… perkenalkan sa pu nama KOrneles DIMara.. disini dong biasa panggil sa KODIM. Sa yang pu lahan ini. Yang di sebelah tuu sa pu teman punya dia pu nama POLy RESubun biasa dong panggil dia POLRES

Info Loker